Pemanfaatan Tanaman Obat Sebagai Pencegahan Penyakit Degeneratif
https://doi.org/10.30595/jppm.v3i1.3581
Keywords:
Edukasi, Penyakit Degeneratif, Tanaman ObatAbstract
Pemanfaatan tanaman obat di pekarangan rumah untuk mencegah penyakit degenertif mampu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat dalam mengenal dan memanfaatkan tanaman obat sebagai pencegahan penyakit degeneneratif. Selain itu juga untuk mencegah dan menjadikan pertolongan pertama penyakit degeneratif agar tidak menjadi kronis dengan memanfaatkan tanaman obat. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Meurandeh Kecamatan Langsa Lama Kota Langsa, Aceh. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu edukasi masyarakat melalui penyuluhan dengan memberikan penjelasan tentang penyakit degeneratif, melakukan sosialisasi jenis-jenis tanaman obat, manfaat dan aplikasinya. Kegiatan ini diikuti ibu-ibu rumah tangga anggota Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan pemuda-pemudi yang ada di Desa Meurandeh. Hasil kegiatan menunjukkan masyarakat sangat antusias untuk mengenal, memanfaatkan secara langsung jenis-jenis tanaman obat dan mempraktikkan cara menanamnya pada media tanam.  Pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Meurandeh dalam mengenal, memanfaatkan, menanam/ membudidayakan, dan meracik sendiri tanaman obat sangat tinggi setelah kegiatan. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan pengolahan data dari angket yang disebar setelah kegiatan baik dari aspek kognitif, afektif, maupun konasi masyarakat peserta pelatihan.References
Azwar, S, (2015). Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Statistik-Statistics Indonesia (BPS). (2008). National Family Planning Coordinating Board, Ministry of Health, ORC Macro. Indonesia Demographic and Health Survey 2007. Indonesia: Badan Pusat Statistik-Statistics Indonesia.
Effendi, M. (2013). Pemanfaatan Sistem Pengobatan Tradisional (Battra) di Puskesmas. Surabaya: FISP-UNAIR.
Fitriyah, N., Purwa, M.K., Alfiyanto, A.M., Mulyadi., Wahuningsih, N., dan Kismanto, J. (2013). Obat Herbal Antibakteri Ala Tanaman Binahong. Jurnal KesMaDaSka. 1 (1), 116-122.
Handajani, A., Roosihermatie, B,. Maryani, H. (2010). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Kematian Pada Penyakit Degeneratif di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13 (1). 42–53.
Kandari, L.S., Phondani, P.C., Payal, K.C., Rao, K.S. dan Maikhuri, R.K. (2012). Etnobotani Study toward Conservation of Medicinal and Aromatic Plant in Upper Catchments of Dhauli Ganga in the Central Himalaya. Jurnal of Mountain Science, 9 (1), 286-296.
Kementerian Kesehatan. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan.
Keputusan Menteri Kesehatan (2007). Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 381/Menkes/SK/III/2007. Jakarta: Keputusan Menteri Kesehatan.
Suryanto, R dan Setiawan, D. (2013). Struktur Data Datawarehouse Tanaman Obat Indonesia dan Hasil Penelitian Obat Tradisional (Seminar Nasional Sistem Informasi Indonesia). Jurnal Ilimiah Farmasi-UNSRAT , 5 (2), 2302-2493.
Syarif, P., Suryotomo, B., dan Soeprapto, H. (2011). Diskripsi dan Manfaat Tanaman Obat di Pedesaan, Sebagai Upaya Pemberdayaan Apotik Hidup (Studi Kasus di Kecamatan Wonokerto). Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, 21 (1), 20-32
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Hasby Hasby, Mauliza Mauliza, Mastura Mastura (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

