Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Diabetes Melitus
https://doi.org/10.30595/jppm.v3i1.3626
Keywords:
Diabetes Melitus, Biji Mahoni, Teh HerbalAbstract
Prevalensi penyakit Diabetes melitus (DM) cukup tinggi di Desa Mancasan, Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini masih rendah sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang penyakit DM. Penyakit DM yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi ginjal, mata, sistem saraf dan organ lain dalam tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penyakit DM dan cara pengatasannya, serta memberikan pelatihan pembuatan teh celup herbal yang dapat digunakan untuk menunjang pengobatan penyakit DM. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit DM dan cara pengatasannya dan pelatihan pembuatan teh celup herbal dengan memanfaatkan biji mahoni yang merupakan bahan alam yang tersedia berlimpah disekitar lingkungan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan. Sebelum dan setelah penyuluhan dan pelatihan dilakukan diberikan pretes dan post tes untuk menilai pemahaman masyarakat tentang diabetes melitus dan sebagai indikator keberhasilan dari kegiatan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai diabetes melitus yaitu dari 67,83% menjadi 90,43%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat diabetes melitus dan dapat memanfaatkan teh herbal dari bahan alam.
References
American Diabetes Association. (2013). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Position Statement Diabetic Care.
Alfarisi, S., Basuki, W., dan Susantiningsih, T. (2012). Perbedaaan Kadar Kreatinin Serum Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Yang Terkontrol Dengan Yang Tidak Terkontrol di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung Tahun 2012, Majority (Medical Journal of Lampung University), 2 (5), 129-136.
Anani, S., Udiyono, A., Ginanjar, P. (2012). Hubungan Antara Perilaku Pengendalian Diabetes dan Kadar Glukosa Darah Pasien Rawat Jalan Diabetes Melitus (Studi Kasus di RSUD Arjawinangun Kabupaten Cirebon). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1 (2). 466-478.
Anderson, dkk. (2001). A taxonomy for learning, Teaching and Assesing a Revision of Bloom’s. Taxonomy of Educational Objectives. Addison Wesley Longman. New York.
Dharma, I., S. (2015). Hubungan Diabetes Melitus Terkontrol dan Tidak Terkontrol Dengan Faktor Resiko Obstructive Sleep Apnea (OSA), Naskah Publikasi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Madan, D. (2010). Coagulation profile in diabetes and its association with diabetic microvascular complications. JAPI.
Perkeni. (2011). Konsensus Pengelolaan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia 2011. PB PERKENI. Semarang.
Permatasari, dkk. (2017). Manfaat Diabetes Self Management Education (DMSE) Untuk Pasien Diabetes Melitus. Prodi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Palembang.
Schteingart, D. (2006). Pankreas: Metabolisme Glukosa dan Diabetes Melitus. In Price S.A, Wilson L.M (Ed). Patofisiologi Konsep Klinis Proses- Proses Penyakit 6th ed. EGC. Jakarta
Suryani, E, dan Aulanni'am. (2013). Pengaruh Ekstrak Metanol Biji Mahoni Terhadap Peningkatan Kadar Insulin, Penurunan Ekspresi TNF-Alpha dan Perubahan Jaringan Tikus Diabetes. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 27 (3), 137-145.
Trisnawati dan Setyorogo. (2013). Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5 (1).6-11
Yuniarti, T. (2008). Ensiklopedia Tanaman Obat Tradisional. Medpress. Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 Dwi Saryanti, Dian Nugraheni (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

