Studi Petrologi Batuan Granit Daerah Pohe, Kota Gorontalo

Authors

  • Reskiyanto Fauzi Duwingik Universitas Negeri Gorontalo
  • Sri Maryati Universitas Negeri Gorontalo
  • Ronal Hutagalung Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11844

Keywords:

Granit, Petrografi, Mineral, Pohe, Gorontalo

Abstract

Gorontalo merupakan wilayah yang berada di bagian tengah lengan utara sulawesi. Gorontalo memiliki keterdapatan batuan granit yang tersebar di beberapa tempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenampakan mikroskopi mineral penyusun batuan granit di daerah pohe. Penelitian ini dilakukan dengan metode pemetaan geologi yang digunakan pada saat observasi dan pengambilan data dilapangan serta metode analisis petrografi dengan menggunakan mikroskop polarisasi Olympus. Ada empat sampel batuan yang di ambil dari lokasi penelitian. Berdasarkan analisa petrografis pada stasiun EF 1, stasiun EF 2, stasiun EF 3, dan stasiun EF 4 menunjukan batuan granit dengan komposisi kuarsa diatas 30%, plagioklas diatas 20%, dan alkali feldspar diatas 15 %. Mineral sekunder yang hadir diseluruh batuan adalah biotit, klorit, dan serisit. Selain itu terdapat tekstur khas pada batuan beku yang ada pada seluruh sayatan berupa tekstur poikilitik sebagai penciri dari fraksionasi kristal. Tekstur mineral yang diamati yaitu tekstur myrmkite diinterpretasikan sebagai proses yang pembekuan magma yang pelan.

References

Abd Kadir Mubarak, A. A., Arifin, Y. I., & Akase, N. (2019). Studi fasies formasi endapan danau untuk menentukan lingkungan pengendapan danau limboto. Jambura Geoscience Review, 1(2), 50-67.

Kurniawan, A. (2014). Geologi batuan granitoid di Indonesia dan distribusinya. Masyarakat Ilmu Bumi Indonesia, 1(E-3).

Kasim, M., Zainuri, A., & Nurfaika, N. (2016). Petrogenesis of Andesitic Rocks In Sumalata, North Gorontalo. International Journal of Engineering and Science Applications, 1(1), 37-42.

Maulana, A., Imai, A., Van Leeuwen, T., Watanabe, K., Yonezu, K., Nakano, T., ... & Schersten, A. (2016). Origin and geodynamic setting of Late Cenozoic granitoids in Sulawesi, Indonesia. Journal of Asian Earth Sciences, 124, 102-125.

Maliku, S. Dkk. 2015. Petrokimia Batuan Granitoid Daerah Sabbang Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Provinsi Selawesi Selatan. Jurnal Geosains. Vol. 11. No. 02.

Manyoe, I. N., Masulili, F., & Hutagalung, R. Geology of Lahilote Folklore as a Site to Develop Geotourism in Gorontalo.

Purwanti, A. M. N. 2016. Geologi Daerah Bongo dan Sekitarnya Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Philpotts, A. R. (1989). Petrography of igneous and metamorphic rocks. Pearson College Division.

Permana, A. P. (2017). Analisis stratigrafi Daerah Tanjung Kramat Kecamatan Hulonthalangi Kota Gorontalo. Jurnal Geomine, 5(1)

Rudyawan, A., Hall, R., & White, L. (2014, December). Neogene extension of the central north Arm of Sulawesi, Indonesia. In American Geophysical Union, Fall Meeting.

Rafferty, P. J. (2012). Rocks (Geology: landforms, minerals, and rocks). Britannica Educational Phublishing, Rosen Educational Services. 276p.

Surono, dkk. 2013. Geologi Sulawesi, LIPI Press, Bandung.

Wilson, M. (1989). Igneous petrogenesis. Unwin Hyman.

Downloads

Published

2022-11-11

How to Cite

Duwingik, R. F., Maryati, S., & Hutagalung, R. (2022). Studi Petrologi Batuan Granit Daerah Pohe, Kota Gorontalo. JRST (Jurnal Riset Sains Dan Teknologi), 6(1), 71–78. https://doi.org/10.30595/jrst.v6i1.11844

Issue

Section

Articles