Determinasi Vitamin C dalam Sediaan Losion Pemutih dan Serum Pencerah Wajah secara Spektrofotometer UV

Authors

  • Normaidah Normaidah <p>Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Lambung Mangkurat</p><p>Jl. A. Yani Km. 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714</p> http://orcid.org/0000-0002-4560-7506
  • Dina Rahmawanty
  • Samsul Hadi
  • Mia Fitriana
  • Aditya Maulana Perdana Putra
  • Alya Agustiya
  • Siti Sarah

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v19i1.10381

Keywords:

Akuades, asam askorbat, emulsi, kosmetik, kulit

Abstract

Losion pemutih dan serum pencerah wajah merupakan produk perawatan kulit yang diharapkan dapat membuat penampilan menjadi cantik dan menarik. Kandungan vitamin C dalam sediaan kosmetik dapat membantu mencerahkan warna kulit. Produk kosmetik pencerah yang beredar di masyarakat kebanyakan menambahkan label vitamin C di kemasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dalam sediaan losion dan serum. Metode yang digunakan adalah spektrofotometri UV-Vis pada dua sampel losion dengan label vitamin C (sampel A dan B), satu sampel serum dengan klaim mengandung vitamin C (sampel C), serta satu serum yang tidak mengandung vitamin C (sampel D). Kurva baku yang didapatkan dengan seri konsentrasi 3,6; 5,5; 7,2; 9,0; 11; 12,6; dan 14 bpj pada panjang gelombang 266 nm, yaitu y = 0,0735x + 0,0072 dengan nilai r = 0,9957 (r2 = 0,9915). Hasil penelitan menunjukkan kandungan vitamin C sesuai dengan label yang tertera pada kemasan. Sampel A, B, dan C mengandung vitamin C dengan kadar masing-masing 15,44±1,21; 69,91±1,75; dan 55,32±0,56 bpj, serta sampel D tidak mengandung vitamin C.

References

Ansel HC, Allen Jr LV, Popovich NG. 2020. Bentuk Sediaan Farmasetis & Sistem Penghantaran Obat. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Damayanti ET, Kurniawati P. 2017. Perbandingan metode penentuan vitamin C pada minuman kemasan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis dan iodimetri. Prosiding Seminar Nasoinal Kimia dan Pembelajarannya. 258-266.

Jaros A, Malwina Z, Budzisz E, Dębowska R, Gębczyńska-Rzepka M, Rotsztejn H. 2019. Evaluation of selected skin parameters following the application of 5% vitamin C concentrate. Journal of Cosmetic Dermatology. 18(1):236–41.

Kalalembang C, Pinontoan OR, Ratag BT. 2016. Kandungan merkuri pada losion pemutih tangan dan badan yang digunakan oleh masyarakat di Kelurahan Tataaran Patar Kecamatan Tondano Selatan Kabupaten Minahasa. Pharmacon. 5(2):90-98.

Kishimoto Y, Saito N, Kurita K, Shimokado K, Maruyama N, Ishigami A. 2013. Ascorbic acid enhances the expression of type 1 and type 4 collagen and SVCT2 in cultured human skin fibroblasts. Biochemical and Biophysical Research Communications. 430(2):579–84.

Kurniawati AY, Wijayanti ED. 2018. Karakteristik sediaan serum wajah dengan variasi konsentrasi sari rimpang temu giring (Curcuma heyneana) terfermentasi Lactobacillus bulgaricus. Doctoral dissertation. Malang: Akademi Farmasi Putera Indonesia Malang.

Moffat AC, Osselton MD, Widdop B, Watts J. 2011. Clarke’s Analysis of Drugs and Poisons. Vol. 3. London: Pharmaceutical Press London.

Murad S, Grove D, Lindberg KA, Reynolds G, Sivarajah A, Pinnell SR. 1981. Regulation of collagen synthesis by ascorbic acid. Proceedings of the National Academy of Sciences. 78(5):2879–82.

Wang K, Jiang H, Li W, Qiang M, Dong T, Li H. 2018. Role of vitamin C in skin diseases. Frontiers in Physiology. 9(JUL):1–9.

Downloads

Published

2022-07-31

How to Cite

Normaidah, N., Rahmawanty, D., Hadi, S., Fitriana, M., Putra, A. M. P., Agustiya, A., & Sarah, S. (2022). Determinasi Vitamin C dalam Sediaan Losion Pemutih dan Serum Pencerah Wajah secara Spektrofotometer UV. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 19(1), 10–15. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v19i1.10381