Profil Ekstrak Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) dari Lokasi Tanam dengan perbedaan Letak Ketinggian Geografis

Authors

  • Missya Putri Kurnia Pradani Universitas Setia Budi Surakarta
  • Mamik Ponco Rahayu Universitas Setia Budi Surakarta
  • Reslely Harjanti Universitas Setia Budi Surakarta
  • Perdana Priya Haresmita Universitas Muhammadiyah Magelang

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v0i0.18646

Keywords:

HPTLC, Lengkuas, Letak Ketinggian

Abstract

Rimpang lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) merupakan bahan tanaman obat sebagai bahan baku obat bahan alam yang harus berkualitas sehingga menjamin keamanan, dan manfaatnya. Lokasi geografis tanam menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi kualitas mutu simplisia, ekstrak dan kandungan metabolit sekunder yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perbedaan ketinggian lokasi tanam berpengaruh terhadap kualitas dan profil metabolit sekunder pada rimpang lengkuas. Sampel diperoleh dari Kecamatan Jaten, Jumantono dan Jenawi sebagai lokasi dengan perbedaan ketinggian geografis, yaitu dataran tinggi, sedang, dan rendah. Karakter mutu serta profil metabolit sekunder yang dari simplisia tersebut diidentifikasi menggunakan metode High Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) menggunakan pembanding eugenol selanjutnya dianalisis menggunakan hierarchical cluster analysis (HCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian letak geografis tanam lengkuas yang berbeda menunjukkan profil susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol yang berbeda. Profil HPTLC menunjukkan bahwa metabolit sekunder rimpang lengkuas dari Jenawi berbeda dengan sampel dari Jaten dan Jumantono dengan nilai similarity 61,49% pada analisis HCA.

References

Anggreine H, Heryani H. 2015. Potensi buah tanaman lengkuas putih (Alpinia galanga L.) sebagai bahan obat topikal terhadap penyakit panu. Forum Komunikasi Perguruan Tinggai Pertanian Indonesia, 276–279.

Badan Pusat Statistik. 2020. Produksi Tanaman Biofarmaka (Obat) 2018-2020. Available at: https://www.bps.go.id/indicator/55/63/1/produksi-tanaman-biofarmaka-obat-.html.

Bappeda Kabupaten Karanganyar. 2015. Profil Kabupaten Karanganyar. Karanganyar: RPI2JM Bidang Cipta Karya Kabupaten Karanganyar, 1–21.

Bermawie N, Purwiyanti S, Meilawati NLW. 2015. Karakter morfologi, hasil, dan mutu enam genotip lengkuas pada tiga agroekologi. Buletin Penelitian Tanaman Rempah Dan Obat, 23(2), 125–135.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat, Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Ditjen POM. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departement Kesehatan Republik Indonesia, Edisi IV, 9–11, 16.

Fatimawali, Kepel BJ, Bodhi W. 2020. Standarisasi parameter spesifik dan non-spesifik ekstrak rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum) sebagai obat antibakteri. Jurnal E-Biomedik, 8(1), 63–67.

Fira A. .2020. Tiga Standarisasi Obat Herbal. Available at: https://www.jamudigital.com/berita?id=tiga_standarisasi_obat_herbal.

Hadya CM. 2018. Metabolite Profiling Ekstrak Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) dari Berbagai Daerah di Indonesia dengan Metode HPTLC-DENSITOMETRI., Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Julianto TS. 2019. Fitokimia Tinjauan Metabolit Sekunder Dan Skrining Fitokimia. Available at: http:/library.uii.ac.id.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2017. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II, Jakarta: Kementrian Kesehatan.

Khorani N. 2013. Karakteristik Simplisia dan Standarisasi Ekstrak Etanol Herbal Kemangi (Ocimum americanum L.). Skripsi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Program Studi Farmasi.

Munawar A, Frandy YHE. 2018. Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman. Bogor: PT Penerbit IPB Press.

Oktaviantari DE, Feladita N, Agustin R. 2019. Identification of hydrocuinones in cleaning bleaching soap face at three beauty clinics in Bandar Lampung with thin layer chromatography and UV-vis spectrophotometry. Jurnal Analis Farmasi, 4(2), 91–97.

Rafi M, Rudi H, Dewi A. 2017. Atlas Kromatografi Lapis Tipis Tumbuhan Obat Indonesia. Bogor: Penerbit IPB Press.

Rubiyanto D. 2016. Teknik Dasar Kromatografi. Yogyakarta: Deepublish.

Saifudin A. 2014. Senyawa Alam Metabolit Sekunder Teori, Konsep, Dan Teknik Pemurnian. Yogyakarta: Deepublish.

Saifudin A, Rahayu V, Teruna, HY. 2011. Standarisasi Obat Bahan Alam. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Salim Z, Munadi E. 2017. Info Komoditi Tanaman Obat. Jakarta: Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Subaryanti, Sulistyaningsih YC, Iswantini D, Triadiati T. 2021, Essential oil components, metabolite profiles, and idioblast cell densities in galangal (Kaempferia galanga L.) at different agroecology. Agrivita, 43(2), 245–261.

Tarigan DM, Alqamari M, Alridiwirsah. 2017, Budidaya Tanaman Obat & Rempah, Medan: UMSU PRESS.

Verma N, Shukla S. 2015. Impact of various factors responsible for fluctuation in plant secondary metabolites. Journal of Applied Research on Medicinal and Aromatic Plants, 2(4), 105–113.

Winangsih, Prihastanti E, Parman, S. 2013. Pengaruh metode pengeringan terhadap kualitas simplisia lempuyang wangi (Zingiber aromaticum L.). Buletin Anatomi dan Fisiologi, 21(1),19–25

Downloads

Published

2024-08-14

How to Cite

Pradani, M. P. K., Rahayu, M. P., Harjanti, R., & Haresmita, P. P. (2024). Profil Ekstrak Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga (L.) Willd.) dari Lokasi Tanam dengan perbedaan Letak Ketinggian Geografis. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 21(1), 11–16. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v0i0.18646