Evaluasi Terapi Kortikosteroid Oral pada Pasien Asma di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Tahun 2022

Authors

  • Fajrin Noviyanto STIKes Salsabila Serang
  • Risma Pertiwi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang
  • Afifah Nur Shobah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i1.20209

Keywords:

Asma, Kortikosteroid, Peresepan, Rasionalitas

Abstract

Asma adalah gangguan inflamasi yang persisten yang memengaruhi saluran udara. Gejala umum asma meliputi penyempitan dada, mengi yang terdengar, dan kesulitan bernapas, terutama pada malam hari atau dini hari. Pengobatan asma bertujuan untuk mengontrol kekambuhan sehingga pasien dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan gejala yang minimal atau tanpa gejala. Beberapa penelitian menunjukan bahwa kortikosteroid efektif meningkatkan parameter dalam pengendalian asma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui rasionalitas dan pola peresepan kortikosteroid pada pasien asma di rawat jalan di RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Penelitian ini adalah penelitian non-eksperimental retrospektif yang melibatkan pengumpulan data dari catatan rekam medik. Purposive sampling adalah teknik yang digunakan untuk pengumpulan data, yaitu pengumpulan data disesuaikan untuk memenuhi kriteria inklusi yang ditentukan. Berdasarkan hasil penelitian Jumlah populasi yang didapatkan sebanyak 115 kasus. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusif sebanyak 57 kasus. Penyebab data dieksklusi karena tidak tersedianya data rekam medik, tidak dicantumkan dosis yang digunakan, usia kurang dari 18 tahun, pasien tidak menggunakan obat kortikosteroid. Jenis kortikosteroid yang paling sering digunakan adalah metilpredinsolon sebanyak 57 pasien (100%). Peresepan Kortikosteroid yang paling banyak diresepkan pada bulan Desember sebanyak 14 resep sedangkan obat kortikosteroid paling sedikit pada bulan Juli sebanyak 2 resep. Penggunaan kortikosteroid tepat pasien 100%, tepat indikasi 100%, tepat dosis 100%, dan tepat obat 100%.

References

Alangari AA. 2014. Corticosteroids in the treatment of acute asthma, Annals of Thoracic Medicine, 9(4), 187–192.

Anwar ANY, Agustina R, Fadraersada J. 2017. kajian terapi asma dan tngkat kontrol asma berdasarkan asthma control test (ACT). Presented at the Mulawarman Pharmacy Conference 2017, 7–8.

Saputri GAR, Ulfa AM, Setianingsih T. 2019. Evaluasi rasionalitas penggunaan kortikosteroid pada pola peresepan terhadap pasien asma di RSUD Pesawaran, Jurnal Farmasi Malahayati, 2(1), 50-57.

Bilgin G. 2023. In asthma patients: Relationship between symptom control, quality of life, and the Beck anxiety scale, International Journal of Internal Medicine, 1(4), 85-89.

BNF. 2011, British National Formulary 61, London, Pharmaceutical Press.

Çoban H, Ediger D. 2018. Control of asthma, quality of life, anxiety and depression symptoms among Turkish patients with asthma, Electronic Journal of General Medicine, 15(5).

Cross KP, Paul RI, Goldman RD. 2011. Single-dose dexamethasone for mild-to-moderate asthma exacerbations: Effective, easy, and acceptable, Canadian Family Physician, 57(10), 1134–1136.

Depkes RI. 2007. Pharmaceutical Care Untuk Penyakit Asma. Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Fadiyah SN. 2022. Analisis rasionalitas penggunaan kortikosteroid pada pasien asma di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret, Jurnal Kesehatan Kartika, 17(2).

GINA. 2022. Global Strategy for Asthma Management and Prevention. Global Initiative for Asthma.

GINA. 2022. Pocket Guide for Asthma Management and Prevention (For Adults and Children Older Than 5 Years). Global Initiative for Asthma

Hains I, Meyers J, Sterling K, Yoo J, Reddel H, Weston C. 2019. Difficult-to-treat and severe asthma in general practice: delivery and evaluation of an educational program, BMC Family Practice, 20(1).

Haryanti S, Ikawati Z, Andayani TM, Mustofa,M. 2016. Relationship between compliance with using β2-agonist inhaler drug and asthma control in asthma patients, Indonesian Journal of Clinical Pharmacy, 5(4), 238-248.

Jackson DJ, Sykes A, Mallia P, Johnston S. 2011. Asthma exacerbations: Origin, effect, and prevention, Journal of Allergy and Clinical Immunology, 128(6), 1165–1174.

Kasrin D, Pratiwi L, Rizkifani S. 2022. Penggolongan obat berdasarkan peresepan obat asma di instalasi rawat jalan RSUD Dr Agoesdjam Ketapang, Journal Syifa Sciences and Clinical Research (JSSCR)1,4,179- 189.

Kemenkes RI. 2011. Modul Penggunaan Obat Rasional 2011. Jakarta, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Jakarta, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Lee J, Tay T, Radhakrishna N, Hore‐Lacy F, Mackay A, Hoy R, … & Hew, M. (2018). Nonadherence in the era of severe asthma biologics and thermoplasty, European Respiratory Journal, 51(4), 1701836.

Lomper K, Chudiak A, Uchmanowicz I, Rosińczuk J, Jankowska-Polańska B. 2016. Effects of depression and anxiety on asthma-related quality of life, Advances in Respiratory Medicine, 84(4), 212-221.

Nurgiansyah A. 2024. Hubungan antara karakteristik pasien dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis (TB) paru di UPTD Puskesmas Caringin tahun 2020 – 2022, Bandung Conference Series Medical Science, 4(1), 91-98.

Oqviani RN, Kasih E, Wilianto YR. 2023. Kajian pustaka efektivitas dan efek samping terapi kombinasi budesonide - formoterol fumarate pada pasien asma, Jurnal Farmasi Sains Dan Terapan, 10(1), 1-13.

Kemenkes RI. 2018. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2028. Jakarta, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI

Shafira ID. Karyus A. 2022. Penatalaksanaan holistik dermatitis atopik dan asma bronkial, Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 330-342.

WHO. 2016. Asthma Fact Sheets. Geneva, World Health Organization.

Downloads

Published

2025-08-19

How to Cite

Noviyanto, F., Pertiwi, R., & Shobah, A. N. (2025). Evaluasi Terapi Kortikosteroid Oral pada Pasien Asma di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara Tahun 2022. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 22(1), 28–31. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i1.20209