Pembentukan dan Pembinaan Kelas Remaja Sehat di Pondok Pesantren

Mustika Dewi, Mega Ulfah, Fatmawati Fatmawati, Ningrum Paramita Sari, Nur Aini Retno Hastuti, Rahmadian Hanifa Rizani, Purwarani Febria Damayanti, Rahmawati Nurul Fadilah

Abstract


Sekolah merupakan wahana pendidikan yang tepat untuk melakukan promosi kesehatan reproduksi remaja, dalam rangka mendukung program pemerintah yang bertajuk pelayanan kesehatan peduli remaja (PKPR). Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah Putri Malang merupakan salah satu sekolah yang berbasis pesantren yang mendidik remaja putri usia 12-18 tahun. Remaja merupakan masa pencarian identitas diri, yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi.Informasi yang berimbang sangat dibutuhkan remaja dalam menjalani masa pertumbuhan dan perkembangan, khususnya terkait kesehatan reproduksi.Teknologi informasi memberikan kontribusi pada tahap perkembangan ini, sehingga memiliki dampak positif maupun negatif.Tujuan kegiatan ini adalah (1) Meningkatkan pengatahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, (2) Pembentukankelas remaja sehat, dan (3) Membuat program kerja kelas remaja.Sasaran pembentukan kelas remaja adalah remaja putri (santri) yang berjumlah 10 orang yang disebut denganvolunteeratau kader kesehatan remaja.Metode kegiatan berupa branstroming, focus group discussion dan ceramah. Kegiatan ini dilakukan sebanyak5 (lima) kali kegiatan yang membahas dan mendiskusikan tentang kesehatan reproduksi.Voluneteer diharapkan dapat memandu teman-temannya dalam memperoleh informasi yang benar tentang kesehatan reproduksi. Terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi sebanyak 25.6% setelah dilakukan pembinanaan kelas remaja.Untuk keberlanjutan kelas remaja, maka dibuat program kerja kelas remaja sehat di pondok pesantren, dengan kegiatan berkala mingguan, bulanan dan tahunan. Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh volunteer di bawah binaan guru atau ustadzah Pembina kelas remaja sehat di pondok pesantren.

Kata kunci : Kelas Remaja. Remaja. Kesehatan Reproduksi


Keywords


Kelas Remaja. Remaja; Kesehatan Reproduksi

References


Andrew, G. (2010). Buku Ajar Kesehatan Reproduksi. (J. Studd, Ed.) (2nd ed.). London, UK: EGC.

Birkeland, M. S., Breivik, K., & Wold, B. (2014). Peer Acceptance Protects Global Self-esteem from Negative Effects of Low Closeness to Parents During Adolescence and Early Adulthood. Journal of Youth and Adolescence, 43(1), 70–80.

Ellis, W. E., Chung-Hall, J., & Dumas, T. M. (2013). The Role of Peer Group Aggression in Predicting Adolescent Dating Violence and Relationship Quality. Journal of Youth and Adolescence, 42(4), 487–499.

Ellis, W. E., & Wolfe, D. A. (2009). Understanding the Association between maltreatment history and adolescent risk behavior by Examining popularity motivations and peer group control. Journal of Youth and Adolescence, 38(9), 1253–1263.

Gorrese, A., & Ruggieri, R. (2012). Peer attachment: A meta-analytic review of gender and age differences and associations with parent attachment. Journal of Youth and Adolescence, 41(5), 650–672.

Irianto, K. (2015). Kesehatan Reproduksi, 1–812.

Kemenkes RI. (2014). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Pusat Data dan Informasi Kesehatan.

Made, I., Wijaya, K., Nyoman, N., Agustini, M., Doddy, G., Ms, T., & Artikel, I. (2014). Pengetahuan, Sikap Dan Aktivitas Remaja Sma Dalam Kesehatan Reproduksi Di Kecamatan Buleleng. Kemas, 10(1), 33–42.

Maolinda, N. et al. (2012). Kesehatan Masyara. Sampling Techniques, 3. https://doi.org/doi:10.1201/9781420042498.ch16

Marion, D., Laursen, B., Zettergren, P., & Bergman, L. R. (2013). Predicting Life Satisfaction During Middle Adulthood from Peer Relationships During Mid-Adolescence. Journal of Youth and Adolescence, 42(8), 1299–1307. https://doi.org/10.1007/s10964-013-9969-6


Full Text: FULL TEXT PDF

DOI: 10.30595/jppm.v2i2.2030

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-8347