Metode praktek dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penanganan cedera pada siswa sekolah dasar

Ragil Setiyabudi

Abstract


Latar Belakang: Sekolah merupakan lembaga yang dengan sengaja didirikan untuk membina dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik fisik, mental, moral, maupun intelektual. Sekolah melakukan proses belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dan guru. Namun kegiatan belajar mengajar tersebut dapat menimbulkan kecelakaan dan cedera

Tujuan: Penelitian ini bertujuan agar para guru memiliki kompetensi penanganan cedera pada siswa sekolah dasar.

Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pre experiment dengan desain one group pre test – post test. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Muhammadiyah Pasir Kidul Purwokerto dengan dengan teknik pengambilan sampel total sampling sebesar delapan. Subjek diintervensi dengan metode praktek penanganan cedera pada siswa SD. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk membandingkan skor praktek sebelum dan sesudah intervensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji statistik Wilcoxon.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode praktek dapat meningkatkan kemampuan guru menangani cedera pada siswa. Skor praktek sebelum intervensi lebih tinggi daripada sesudahnya, yaitu pada praktek menekan dengan tangan dan elevasi dalam menghentikan perdarahan (p=0,010), menekan dengan kain bersih dalam menghentikan perdarahan (p=0,011), memasang balut tekan dalam menghentikan perdarahan (p=0,10), dan pengelolaan patah tulang (p=0,008).

Kesimpulan: Metode Praktek dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penanganan cedera pada siswa sekolah dasar.

Keywords


Guru, Sekolah dasar, Cedera

Full Text: PDF

DOI: 10.5281/mds.v16i1.2560

ISSN: 2621-2366