UJI PERKEMBANGBIAKAN VEGETATIF SINTOK (Cinnamomun sintoc Blume.) DENGAN PERLAKUAN HORMON DAN MEDIA TUMBUH

Authors

  • Nanang Hanafi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Nurul Hidayati Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

DOI:

https://doi.org/10.30595/agritech.v22i1.6995

Keywords:

Sintok (Cinnamomum sintoc Blume), stek, hormon dan media tumbuh

Abstract

Sintok (Cinnamomum sintoc Blume) termasuk tumbuhan obat yang banyak digunakan masyarakat  (komponen jamu dan obat tradisional). Dikategorikan sebagai tumbuhan penghasil minyak atsiri. Keberadaan di alam mulai tergerus, karena penebangan untuk diambil kulit kayunya, juga biji sintok termasuk rekalsitran, dan pohon jarang berbuah.

Tujuan penelitian (1) untuk mengetahui apakah Sintok dapat dikembangkan dengan cara vegetatif/stek, (2) Mengetahui keberhasilan pertumbuhan stek pucuk sintok dengan perlakuan media dan ZPT.

Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Petak Terbagi (Split Plot).  Petak utama (main plot)   adalah jenis media terdiri tiga taraf M0 (tanah /kontrol), M1 (tanah dengan arang sekam  2:1), M2 (tanah, pasir, dengan arang sekam 1:1:1)  dan  sebagai  anak petak (sub plot) adalah pemberian jenis zat perangsang akar atau hormon,  terdiri tiga taraf  yaitu P0 :  tanpa perangsang akar (kontrol), P1 (Rootone-F), P2 (air kelapa).

Hasil penelitian  menunjukkan bahwa Sintok dapat dibudiayakan secara stek, Tanaman sintok dapat dikembangkan dengan stek batang/pucuk. Pada pengamatan 8 MST stek yang masih hidup rata-rata 15,43% dan perlakuan  Media topsoil  tanpa perlakuan ZPT (M0P0) menghasilkan   tanaman stek yang hidup yaitu 55, 55%.  Rata-rata stek bertunas pada pengamatan 8 MST adalah 2 %. Stek yang bertunas, semua masih belum muncul akar.

Kata Kunci : Sintok (Cinnamomum sintoc Blume), stek, hormon dan media tumbuh

Author Biography

Nurul Hidayati, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Fakultas Pertanian dan Kehutanan

References

Alfira, A., 2014. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Aktif Kulit Batang Sintok (Cinnamomum sintoc Blume). Skripsi. Program Studi Farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Arifin, Y. F., Pujawati, E. D., Aqla, M. 2011. Budidaya Tabat Barito (Ficus deltoidea JACK) Secara Stump Dengan Variasi Perlakuan Media Tanam dan Pupuk Organik Nasa. Jurnal Hutan Tropis Vol 12 No. 32 Edisi September 2011. ISSN. 1412-4645. Hal 125-131

Danu, Subiakto, A., Putri, Kurniawati K., 2011. Uji Stek Pucuk Damar (Agathis loranthifolia Salisb) pada Berbagai Media dan Zat Pengatur Tumbuh. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 8 No.3 :245-252.

Economou, A.S. & Read, P.E. (1980). Effect of benzyladenine pretreatments on shoot proliferation from petunia leaf segments cultured in vitro. Proc Plant Growth Reg Working Group, 7, 96-103.

Gomez. KA dan Gomez AA. 1995. Statistical Procedures for Agricultural Research. John Wiley and Sons.

Hayati, Nurul Liza. 2011. Keberhasilan Pertumbuhan Stek Pucuk Mindi Besar (Melia dubia Cavanilles) terhadap Penggunaan Media dan Zat Pengatur Tumbuah pada Ruang Pengakaran KOFFCO System dan Model Sungkup. Tesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor.

Hartmann, H.T., Kester. D.E., & Davies, R.T. (1997). Plant propagation. Principles and practices. Englewood Cliffs, New Yersey: Regent Prentice Hall.

Hassanein, A.M.A. (2013). Factors influencing plantpropagation efficiency via stem Cuttings. Journal of Horticultural Science & Ornamental Plants, 5(3), 171-176.

Mashudi dan Adinegara,H.A. 2015. Kemampuan tumbuh stek pucuk pulai gading (Alstonia scholaris (l.) r. br.) dari beberapa posisi bahan stek dan model pemotongan stek. Juernal Penelitian Kehutanan Wallacea. Vol.4. Issue 1 (2015) 63-69

Peraturan Menteri Kehutanan No. P.35/Menhut-II/2007 tentang Hasil Hutan Bukan Kayu.

Salisbury, F.B. & Ross, C.W. (1992). Fisiologi tumbuhan. Jilid 3. Bandung: Penerbit ITB.

Siregar, N., Dharmawati Ferry Djam’ah. 2017. Pengaruh bahan tanaman terhadap keberhasilan setek kranji (Pongamia pinata). . Pros Sem Nas Masy Biobiv Indon. Volume 3 Nomor 1 ISSN: 2407-8050. DOI: 10.13057/psnmbi/m030105

Soh, Wuu-Kuang. 2011. Taxonomy revision of Cinnamomum (Lauraceae) in Borneo. Blumea Vol. 56, 241-264. www.ingentaconnect.com/content/nhn/blumea.

Tak, Silferansti S. 2017. Pembiakan Vegetatif Gasole (Syzygium malaccense (L.) Merr.&L.M.Perry) dan Simbiosis Fungi Mikoriza Arbuskula Indegenius. Thesis. Sekolah Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Weaver RJ. 1972. Plant Growth Substances in Agriculture. Freeman, San Fransisco.

Young, J, W,H., Ge, L. Ng. Y. F. and Tan, N. 2009. The Chemical Composition and Biological Properties of Coconut (Cocos nucifera L.) Water. Natural Sciences and Sciences Education Group Nanyang Teknological University, Singapore.

Zhang, J., Chen, S., Liu, R., Jiang, J., Chen, F., & Fang, W. (2013). Chrysanthemum cutting productivity and rooting ability are improved by grafting. The Scientific World Journal. doi.org/10.1155/2013/286328.

Downloads

Published

2020-07-20

Issue

Section

Articles