Tranformasi Ajaran Tasawuf Hamzah al-Fansuri dalam Menghadapi Krisis Spiritual dan Moral di Era Modern

https://doi.org/10.30595/islamadina.v25i2.21394

Authors

  • Nur Hadi Ihsan Universitas Darussalam Gontor
  • Kholid Karomi Universitas Darussalam Gontor
  • Andrie Setiawan Raflie Universitas Darussalam Gontor

Keywords:

Hamzah al-Fansuri, Modernity, Morality, Spirituality, Sufism

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mempaparkan ajaran tasawuf Hamzah al-Fansuri sebagai upaya untuk mempertahankan spiritualitas di era modern. Kajian mengenai nilai-nilai sufistik yang terkandung dalam syair dan beberapa karya Hamzah al-Fansuri, yang kemudian dihubungkan dengan permasalahan yang terjadi di era modern ini, yaitu problematika tersudutkannya nilai-nilai moral dan spiritualitas. Artikel ini merupakan kajian kepustakaan yang menggunakan teknik dokumenter untuk menghimpun data yang dibutuhkan baik berupa buku, artikel dan beberapa literatur lainnya yang memiliki keterkaitan dengan tema. Tulisan ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai tasawuf Hamzah al-Fansuri yang terkandung dalam konsep dan ajarannya tentang wahdatul wujud, fana, ma’rifatullah, dan iradah ilahiah dapat membangun worldview Islam yang kokoh. Cara pandang inilah yang dapat dijadikan sebagai landasan pemikiran untuk menghadapi dan mengatasi krisis spiritualitas dan moralitas di era modern.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhyar, A. N. A. & S. (2020). Pemikiran Tafsir Sufistik Falsafi Hamzah Fansuri tentang Tarikat dan Syariat (Kajian Kitab Turast Melayu Jawi Zinatul Muwahhidin). Al-I’jaz : Jurnal Kwahyuan Islam, VI(1), 19–31.

Al-Attas, S. M. N. (1966). The Mysticsm of Hamzah Fansuri. 1946, 340.

Al-Qur’an. (n.d.).

Arifin, M. (2013). Sufi Nusantara; Biografi, Karya Intelektual & Pemikiran Tasawuf. Media Ar-Ruzz.

Claude Guillot & Ludvik Kalus. (2007). Batu Nisan Hamzah Fansuri (Claude Guilot Ludvik Kalus) (z-lib.org).pdf.

Dähnhardt, T. (n.d.). The role and impact of emotions on human nature in the Sufi path of spiritual self-realization.

Danah Zohar & Ian Marshall. (2000). SQ: Spiritual Intelligence , the Ultimate Intelligence. Bloomsbury. https://lontar.ui.ac.id/detail?id=20113225

Djamaris, E., & Saksono, P. (1996). Hamzah Fansuri dan Nuruddin Ar-Raniry. In Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Doorenbos, J. (1933). De geschriften van Hamzah Pansoeri (pp. 1–253). Batteljee & Terpstra.

Drewes, G. W. J. (1986). The Poems of Hamzah Fansuri. In The Poems of Hamzah Fansuri. Brill. https://doi.org/10.1163/9789004643178

Falach, G., & Assya’bani, R. (2022). Peran Tasawuf Di Era Masyarakat Modern "Peluang dan Tantangan”. Refleksi Jurnal Filsafat Dan Pemikiran Islam, 21(2), 191–206. https://doi.org/10.14421/ref.v21i2.3183

Fitrawati. (2021). Tasawuf sebagai Solusi dari Kosongnya Spiritualitas pada Masyarakat Modern Akibat Perkembangan Teknologi. Majalah Ilmu Pengetahuan Dan Pemikiran Keagamaan TAJDID, 24(2), 160–175.

Hadi, A. (1984). Hamzah Fansuri Penyair Sufi Aceh. LOTKALA.

Hadi, A. (1995). Hamzah Fansuri: Risalah Tasawuf dan Puisi-puisinya. Mizan Pustaka.

Hadi, A. (2001). Tasawuf Yang Tertindas: Kajian Hermeneutik Terhadap Karya-karya Hamzah Fansuri. Paramadina.

Hararap, K. A. (2018). Hamzah Al-Fansuri: A Figure of Malay-Indonesian Philosophical Mysticism and Sufi Literature. INTERNATIONAL CONFERENCE OF MOSLEM SOCIETY, 2(3), 33–42.

Hudaeri, M. (2007). Tasuwuf dan Tantang Kehidupan Modern Abstrak : A, 24(1), 21–36.

Idrīsī, M. al-ʻAdlūnī. (2005). Abū al-Ḥasan al-Shushtarī wa-falsafatuhu al-Ṣūfīyah. Dār al-Thaqāfah.

Ihsan, N. H. (n.d.). Sejarah dan Perkembangan Tarekat di Indonesia.pdf.

Johns, A. H. (2015). The Poems of Hamzah Fansuri. Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies, 1980, 1–53. http://www.jstor.org/stable/27864125

Madjid, N. (1986). Islam, Kemodernan & Ke-Indonesian. Mizan Pustaka.

Madjid, N., & Bagir, H. (2002). Manusia Modern Mendamba Allah: Renungan Tasawuf Positif. In TA - TT - (Cet. 1). Diterbitkan atas kerjasama Penerbit IIMaN dengan Penerbit Hikmah. https://doi.org/LK - https://worldcat.org/title/50185135

Muhammad, K., & Sayuti, S. A. (2023). Analysis of Language Style in the Poem of the Fakir Session of the Word by Hamzah Fansuri. Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal, 6(1), 59–69.

Ni’am, S. (2017). Hamzah Fansuri: Pelopor Tasawuf Wujudiyah Dan Pengaruhnya Hingga Kini Di Nusantara. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 12(1), 261–286. https://doi.org/10.21274/epis.2017.12.1.261-286

Nur Hadi Ihsan, Che Zarrina Binti Sa’ari, M. S. H. (2022). Abdurrauf Al-Singkili’s Concept of Insan Kamil In Facing The Crisis Of Modern Human Morality. 8(1), 22–35.

Pakar, S. I. (2013). Tokoh-Tokoh Tasawuf Dan Ajarannya. In Book.

Parman, M., & Marni, N. (2021). Sufi Symbols In Poems Of Ibn ᶜArabi And Hamzah Fansuri. In UMRAN - International Journal of Islamic and Civilizational Studies (Vol. 8, Issue 2, pp. 21–38). https://doi.org/10.11113/umran2021.8n2.498

Rambe, S. (2019). Tradisi Keulamaan: Biografi dan Pemikiran Hamzah Fansuri. 6(1), 590–597.

Ramli, Y. M., Syukri, M., Abdullah, Y., & Ramli, Z. (2020). Wacana Estetika Rasa Dan Makna Dalam Ruba’I Hamzah Fansuri (the Esthetic of Sense and Meaning in the Poems of Hamzah Fansuri). Jurnal Arkeologi Malaysia Disember, 33, 17–26.

Rasuki, R. (2019). Hamzah Fansuri dan Doktrin Wahdat Al-Wujud di. Jurnal Kariman, 6(2), 213–224. https://doi.org/10.52185/kariman.v6i2.89

Sagita, M. N. (2023). Peran Tasawuf dalam Mengatasi Krisis Masyarakat Modern. Gunung Djati Conference Series, 19(4), 530–540.

Shufutinsky, A., Deporres, D., Long, B., & Sibel, J. R. (2020). Shock Leadership Development for the Modern Era of Pandemic Management and Preparedness. The International Journal of Organizational Innovation, 13(1), 2020–1094. http://www.ijoi-online.org/http://www.ijoi-online.org/

Sidqi, A. (2015). WAJAH TASAWUF DI ERA MODERN: Antara Tantangan dan Jawaban. Epistemé: Jurnal Pengembangan Ilmu Keislaman, 10(1). https://doi.org/10.21274/epis.2015.10.1.1-28

Silawati. (2015). Pemikiran Tasawuf Hamka Dalam Kehidupan Modern. An-Nida’, 40(2), 118–125. http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Anida/article/view/1502

Siraj, F. M. (2021). The Effect Of Hamzah Fansuri’s Mystical Thought To The Muslim Intellectual Tradition In The Archipelago. IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya, 19(2), 185–210. https://doi.org/10.24090/ibda.v19i2.4170

Siroj, S. A. (2006). Tasawuf Sebagai Kritik Sosial: Mengkedepankan Islam Sebagai Inspirasi, Bukan Aspirasi. Mizan.

Solehah, D. U., Daulay, H. P., & Dahlan, Z. (2021). Konsep Pemikiran Tasawuf Falsafi (Ittihad, Hulul Dan Wihdatul Wujud). 1–8.

Steenbrink, K. A. (1984). Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia Abad ke-19. Bulan Bintang. https://books.google.co.id/books

Tarigan, M. (2016). Nilai-Nilai Sufistik Dalam Syair-Syair Hamzah Fansuri (Analisis Tematik Kitab Asraru’l ’Arifin). Disertasi, 1–372.

Udovita, P. V. M. V. D. (2020). Conceptual Review on Dimensions of Digital Transformation in Modern Era. International Journal of Scientific and Research Publications (IJSRP), 10(2), p9873. https://doi.org/10.29322/ijsrp.10.02.2020.p9873.

Downloads

Published

2025-08-08

How to Cite

Ihsan, N. H., Karomi, K., & Raflie, A. S. (2025). Tranformasi Ajaran Tasawuf Hamzah al-Fansuri dalam Menghadapi Krisis Spiritual dan Moral di Era Modern. Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam, 25(2), 1–16. https://doi.org/10.30595/islamadina.v25i2.21394

Issue

Section

Artikel