Spiritualitas Karakter Tuang dalam Budaya Masyarakat Kampung Adat Cireundeu

https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.6325

Authors

  • U Abdullah Mu'min STAI Pelabuhanratu

Keywords:

Spirituality, Character, Eating, Culture

Abstract

Bagi masyarakat adat, prilaku makan atau tuang dalam bahasa Sunda tidak hanya berorientasi jasmaniah. Ada nilai-nilai khusus yang kemudian dijadikan entitas keyakinan yang mentradisi. Terlebih menjadikan singkong sebagai makanan pokok masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna tuang bagi masyarakat Cireundeu. Tuang tidak sekedar bahasa simbolik, namum mengandung makna budaya, tradisi, adat istiadat bahkan ritual adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Dihasilkan dari penelitian ini, tuang dimaknai bukan sekedar hajat jasmaniah semata, tapi hakikat-nya sumber kekuatan spiritual. Istilah teu dahar asal kuat, bermakna filosofis sebagai sumber kekuatan, kehidupan, dan kemandirian bagi masyarakat Cireundeu. Tuang membawa makna mendalam dalam membangun karakter pasrah atas keadaan diri untuk mempertahankan godaan manusia dari dua hal; si ujang (duit), si nyai (beras). Godaan-godaan lingkungan harus dijaga, agar kelestarian dan keunikan suatu entitas kampung adat tetap terpelihara.

For indigenous peoples, the behavior of eating or tuang in Sundanese is not only physically oriented. There are special values which are then made into a belief entity that is a derivative. Especially making cassava as a staple food for the people. This research aims to reveal the meaning of Tuang for the people of Cireundeu. Tuang is not just a symbolic language, but contains the meaning of culture, tradition, customs and even traditional rituals. This research uses a qualitative approach by case study method. Collecting data through observation, interviews, documentation and literature studies. As a result of this research, The term tuang is not just as a physical necessity but the essence of the source of spiritual strength. The term "teu dahar asal kuat" as philosophical meaning is a source of strength, life, and independence for the people of Cireundeu. Tuang brings deep meaning in building resigned character over the state of self that can defend human temptation from two things; si ujang (money), si nyai (rice). The Environmental temptations that must be guarded, so that the sustainability and uniqueness of a traditional village entity is maintained.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ambarwangi, Sri; Suharto. (2014). Reog as Means of Students Appreciation and Creation in art and Culture based on The Local Wisdom . Jurnal Harmoni, Jurnal of art Reseach and Educcation, 40.

Creswel, J. W. (2009). Research Design Qualitative Quantitative and Mixed Method Aproaches. Califomia: Sage Publications.

Daeng, H. I. (2002). Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungan : Tinjauan Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Depdikbud. (2005). Kamus Besar Bahasa Indoenesia. Jakarta: Depdikbud.

Douglas, J. (1981). introduction to Sociology; Situation and Stuctures. New York: The Free Press.

Fadhilah, A. (2014). Budaya Pangan Anak Singkong dalam Himpitan Modernisasi Pangan: Eksistensi Tradisi Kuliner Rasi (Beras Singkong) Komunitas Kamopung Adat Cireundeu Leuwi Gajah Cimahi Selatan Jawa Barat. Jurnal Al-Turas, 11-23.

Fajar, F. (2017, April 11). Saya Lapar Maka Saya Makan. Diakses tanggal 17 Maret 2019darihttp://nfprasetyo.blogspot.co.id/2010/04/filsafat-fajar-saya-lapar-maka-saya.html

Foster. George M, Barbara Gallatin Anderson. (1986). Antropologi Kesehatan. Jakarta: UI Press.

Gulfa, R. P. (2015). Kajian Desa Swasembada Pangan Berbasis Kearifan Budaya Lokal (Studi kasus Kampung Adat Cireundeu, Kecamatan Cimahi Sselatan, Kota Cimahi). Bandung: Unisba.Repository.ac.id.

Gunardi, Gugun; Mahdi, Sutiono; Ratnasari, Dewi; Sobarna, Cece. (2015). Toponimi dan Lingkungan Hidup Kampung Adat di Tatar Sunda. Proceeding SENARI, 369-374.

Gustiani, Herawati Murti; Utami, Dian. (2017). Strategi Kesantunan Negatif pada Masyarakat Kampung Adat Cireundeu. The 1st Education and Language International Conference Proceedings Center for International Language Development of Unissula (hal. 376-384). Semarang: Unissula Press.

Harris, M. (1969). Monistic Determinism: Anti service. Shoutwestern Journal Antrhopology, 198-206.

Jajat. (2019, Maret 25). Makna "Pamali". (Mumin, Pewawancara)

Mardimin, J. (1994). Jangan Tangisi Tradisi: Transformasi Budaya Menuju Masyarakat Indonesia Modern. Yograkarta: Kanisius.

Meliono-Budianto, V. I. (2004, Agustus). Dimensi Etis terhadap Budaya Makan dan Dampaknya pada Masyarakat. MAKARA, SOSIAL HUMANIORA, VOL. 8, NO. 2, 65-70.

Muhakamurrohman, A. (2014). Pesantren: Santri Kyai dan Tradisi, 2014. Jurnal Ibda: Jurnal Kebudayaan Islam, 114-115.

Nasution, S. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif . Bandung: Tarsito.

Nurhayanto, Puji; Wildan, Dadan; Alia, Mirna Nur. (2016). Transformasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Adat Cireundeu. Jurnal Sosietas.

Ogi. (2019, Maret 26). Makna Tradisi Tuang. (Mumin, Pewawancara)

Putranto, Keik; Taofik, Ahmad. (2014). Pola Diversifikasi Konsumsi Pangan Masyarakat Adat Kampung Cireundeu Kota Cimahi Jawa Barat. Jurnal Istek, 159-181.

Sabana, S. (2007). Nilai Estetis Pada Kemasan Makanan Tradisional. ITB J. Vis. Art., Vol. 1 D, No. 1, 10-25.

Siena, P. (2017). Filsafat Makan. Diakses tanggal 15 April 2019 dari http://peter-sina.blogspot.co.id/2012/03/filsafat-makan.html

Silalahi, J. (2006). Makanan Fungsional. Yogyakarta: Kanisius.

Soekanto, S. (1987). Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Press.

Suparlan. (2017). Pendidikan Karakter dan Kecerdasan Ganda. Diakses tanggal 15 April 2019 dari http:www. suparlan.com

Widi, A. (2019, Maret 26). Filosofi Makan Adat Cireundeu. (Mumin, Pewawancara).

Downloads

Published

2020-04-25

How to Cite

Mu’min, U. A. (2020). Spiritualitas Karakter Tuang dalam Budaya Masyarakat Kampung Adat Cireundeu. Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam, 21(1), 53–67. https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.6325

Issue

Section

Artikel