Konsep Derajat Manusia Menurut Alquran Dalam Menanggapi Penderitaan
https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.6521
Keywords:
Masalah Hidup, Penderitaan, Derajat Manusia, Kemuliaan, Quran Digital.Abstract
Manusia memiliki cara yang berbeda dalam menanggapi permasalahan hidup, tidak jarang mereka melakukan kesalahan karena tidak mampu mengelola emosi. Kajian ini terinspirasi dari kehebatan Rasulullah saw. saat dihadapkan pada permasalahan, yang mana bagi manusia biasa, hal tersebut bisa mendatangkan perasaan menderita. Namun tidak semua pengikutnya bisa memunculkan semangat yang sama dalam menghilangkan perasaan menderita yang dialami, maka muncul pertanyaan mengenai, apakah sebagian besar umat terdahulu juga merasa menderita ketika mendapatkan permasalahan hidup?, dan bagaimana Alquran memiliki penjelasan dalam memaknai derajat manusia untuk menanggapi penderitaan yang manusia dapatkan?. Kajian ini menggunakan pendekatan Tafsir Tematik dan dibantu metode Quran Digital, dengan menelusuri kata kunci yang berkaitan dengan kajian ini, beserta devariatnya. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa baik dulu maupun sekarang, dibutuhkan kemauan dan ilmu dalam mengelola emosi, tingginya derajat seseorang tidak sebatas dia cukup beriman saja, tetapi diperlukan amal yang lebih besar, serta dibarengi kerelaan saat dihadapkan pada situasi sulit yang membuatnya menderita. Bahkan derajat seseorang bisa saja menurun saat ia tidak bersabar menjalani penderitaan, namun saat ia sadar atas kesalahannya tersebut Allah masih terus memberikan kesempatan bagi manusia yang mau terus belajar. Kajian ini memiliki implikasi, yakni bisa berdampak dalam membangun persepsi baru seseorang dalam memaknai permasalahan di sekitar ruang lingkup kehidupannya.Downloads
References
Chirzin, M. (2012). Buku Pintar Asbabun Nuzul. Jakarta: Zaman.
Daradjat, Z. (2010). Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.
Darmawanti, I. (2012). Hubungan Antara Tingkat Religiusitas dengan Kemampuan dalam Mengatasi Stres (Coping Stress). Psikologi: Teori & Terapan , 2 (2), 102-107.
Fakhyadi, D. (2017). Perang Tabuk: Sebuah Distorsi Sejarah Kebudayaan Islam (Kajian Sosio-Historis Sirah al-Nabawiyah). Ijtihad , 33 (1), 45-52.
Hasan, M. S. (2017). Manajemen Marah dan Urgensinya dalam Pendidikan. Al-Idaroh , 1 (2), 84-107.
Istiningtyas, L. (2014). Humor dalam Kajian Psikologi Islam. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama , 15 (1), 37-59.
Kumala, O. D., Kusprayogi, Y., & Nashori, F. (2017). Efektifitas Pelatihan Dzikir dalam Meningkatkan Ketenangan Jiwa pada Lansia Penderita Hipertensi. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi , 4 (1), 55-66.
Nadhiroh, Y. F. (2015). Pengendalian Emosi (Kajian Religio-Psikologis tentang Psikologi Manusia). Saintifika Islamica , 2 (1), 53-63.
Rahmat, M. (2017). Model/Metode Pembelajaran Digital Quran secara Tematik. Jakarta: Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al Mishbah. Jakarta: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2000). Wawasan Al Quran. Bandung: Mizan.
Supiana. (2017). Metodologi Studi Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wage. (2015). Mewujudkan Islam Berwawasan Rahmatan lil 'Alamin. Islamadina , 119-137.
Wiryoutomo, P. (2009). Hikmah Sabar. Jakarta : QultumMedia.Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Siti Shafa Marwah, Endis Firdaus, Wawan Hermawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









