Kajian Interaksionisme Simbolik terhadap Pengakuan Non-Binery Mahasiswa Universitas Hasanuddin dalam Media Sosial Twitter
DOI:
https://doi.org/10.30595/jssh.v8i1.15574Keywords:
Media Sosial, Non-Binery, ResponsAbstract
Konsep gender terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman, sebagai contoh muncul berbagai identitas gender baru seperti agender, transgender, dan non-biner. Terdapat kasus terkait konsep identitas gender yang terjadi di Indonesia di mana mahasiswa Universitas Hassanudin mengaku sebagai non-binery. Mayoritas masyarakat di Indonesia menjunjung tinggi konsep biner gender (feminim dan maskulin) dan seksualitas (perempuan dan laki-laki). Maka tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menganalisis respons netizen dalam kasus pengakuan non-binery mahasiswa Universitas Hassanudin yang sempat menjadi trending topic di Twitter dengan menggunakan kajian interaksionisme simbolik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, dimana teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menelaah terhadap buku, literatur, catatan, dan berbagai laporan yang berkaitan dengan permasalahan yang dianalisis. Jenis data yang didapatkan dalam penelitian berasal dari data sekunder, yakni media sosial Twitter. Data yang didapat dari studi kepustakaan dianalisis menggunakan metode Miles and Hubberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pendapat pro dan kontra netizen terhadap pengakuan mahasiswa Universitas Hasanuddin sebagai non-biner.
References
Ahmadi, D. (2008). Interaksionisme Simbolik: Suatu Pengantar. Mediator, 301-316.
Ayuningrum, N. G. (2021). Analisis Wacana Kritis Komentar Seksual dalam Media Sosial Twitter Laki-Laki Berekspresi Gender Feminin. Jurnal Wanita dan Keluarga, 2(2), 121-130.
Azizah, N. (2014). Pengenalan Identitas Gender Pada Anak (Studi Pada Taman Penitipan Anak Atau Day Care). Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 9(1), 47-58.
Bbc.com. (2022, Agustus). Mahasiswa Unhas dirisak karena mengaku non-biner, ‘para pendidik seharusnya perbarui ilmu tentang gender’. Diunduh dari: https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-62661710
Habibullah, Dimas, K. A., & Olivine, A. S. (2021). Perancangan Media Kreatif Pembelajaran dan Pengenalan Mengenai Ragam Identitas Gender dan Ekspresi Gender Dengan Memanfaatkan Media Boneka Kertas Bagi Remaja. e-Proceeding of Art & Design, (pp. 1140-1153).
Hungu. (2016). Pengertian Jenis Kelamin. Jakarta: PT. Gramedia.
Iom. (2022, November). Mastodon Meroket, tapi Twitter Pecah Rekor Pengguna Sepanjang Masa. Diunduh dari: CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20221109175917-185-871680/mastodon-meroket-tapi-twitter-pecah-rekor-pengguna-sepanjang-masa#:~:text=Twitter%20terakhir%20melaporkan%20pengguna%20harian,persen%20untuk%20kuartal%20kedua%202022.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualytative Data Analysis: A Methods Sourcebook (2014 ed.). United States of America: SAGE Publications.
Moleong. (2011). Metodologi Penelitian Kualiatif. Bandung: Rosda.
Moto, M. (2019). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran dalam Dunia Pendidikan. Indonesian Journal of Primary Education, 3(1), 20-28, DOI: https://doi.org/10.17509/ijpe.v3i1.16060.
Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.
Rahardjo, M. (2018). Interaksionisme Simbolik Dalam Penelitian Kualitatif. Repository UIN Malang, 1-7.
Raho, B. (2021). TEORI SOSIOLOGI MODERN (EDISI REVISI). In B. Raho, TEORI SOSIOLOGI MODERN (EDISI REVIS) (p. 171).
Shidarta. (2019, Oktober). TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK: ANALISIS SOSIAL-MIKRO. BINUS UNIVERSITY: BUSINESS LAW. Diunduh dari: https://business-law.binus.ac.id/2019/10/23/teori-interaksionisme-simbolik-analisis-sosial-mikro/
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Rosselina Mulya Rahma, Angel Kurnia, Annisa Noviana Ramdhani, Refti Handayani Listyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora) is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


