Mengupayakan Hidup Relasi dan Damai sebagai Penyadaran Akan Persamaan Kodrat Manusia di Tengah Diskriminasi Keberagaman dalam Kehidupan Bersama

Authors

  • Natalius Andriyanto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana
  • Armada Riyanto Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana

DOI:

https://doi.org/10.30595/jssh.v9i1.20179

Keywords:

Diskriminasi, Kemanusiaan, Kesamaan, Relasi

Abstract

Semua manusia adalah sama dalam kodratnya sebagai manusia terlepas dari apapun keberagaman atau pluralitas yang ada dalam masing-masing diri manusia. Namun, pengakuan akan kesamaan kodrat manusia tersebut tidak mendapat tempat ketika diskriminasi masuk ke dalam kehidupan manusia. Penulis ingin menekankan akan pentingnya perlakuan yang sama terhadap antar sesama manusia dalam kesamaan kodratnya sebagai manusia. Metode yang dilakukan dalam penulisan ini adalah metode pendekatan kualitatif: studi literatur yang membahas fenomena-fenomena diskriminasi kemanusiaan baik yang terjadi di dunia maupun di Indonesia. Pendekatan ini dikembangkan dengan bantuan teori-teori atau pendapat para filsuf humanis tentang keluhuran nilai dan kodrat kemanusiaan yang ada pada manusia. Penulis menemukan bahwa upaya menghidupkan kembali relasi antar sesama manusia dan mengusahakan kedamaian di dalamnya seperti yang diserukan oleh Emmanuel Levinas adalah cara yang dapat dilakukan untuk meredam aksi-aksi diskriminatif yang kemudian melahirkan berbagai kekerasan kemanusiaan dalam kehidupan sosial manusia.

Author Biographies

Natalius Andriyanto, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana

Program Studi Sarjana (S1) Filsafat Keilahian

Armada Riyanto, Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana

Program Studi Sarjana (S1) Filsafat Keilahian

References

Albana, H., & Izazy, N. Q., (2022). Sikap Toleransi Beragama dan Kemiskinan. ACIEH: Annual Conference on Islam, Education, and Humanities, 1(7), 95–110.

Armiwulan, H., (2015). Diskriminasi Rasial Dan Etnis Sebagai Persoalan Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Masalah-Masalah Hukum, 44(4), 493-502. DOI: https://doi.org/10.14710/mmh.44.4.2015.493-502

Budiman, A., (2013). Politik Apartheid Di Afrika Selatan. Jurnal Artefak, 1(1), 17-23. DOI: https://doi.org/10.25157/ja.v1i1.309

Dinora, A. G., dan Al-ahmed, S., (2020). Logika Kritis Filsuf Klasik, 2nd Edition, Yogyakarta: Sociality.

Fitriya, L., (2013). Tionghoa Dalam Diskriminasi Orde Baru Tahun 1967 - 2000. AVATARA: e-Jurnal Pendidikan Sejarah, 1(2): 159-166.

Garvey, J., (2010). 20 Karya Filsafat Terbesar, Penerjemah C. B. Mulyatno, Yogyakarta: Kanisius.

Gombrich, E. H., (2020). Sejarah Dunia Untuk Pembaca Muda, Penerjemah E. Soeprapto-Hastrich, Tangerang: Marjin Kiri.

Jauhari, A., (2016). Konsep Metafisika Emmanuel Levinas. Yaqzhan, 2(1), 15–25.

Kasenda, S. R., & Ariyanti, L., (2006). An Analysis of Speech Acts in Martin Luther King’s “I Have A Dream” Speech. Language Horizon, 2(1), 1–10.

Koller, J. M., (2010). Filsafat Asia, Penerjemah D. Sermada, Maumere: Ledalero.

Kurniawan, A., & Puspitasari, E., (2016). Gerakan Antidiskriminasi Masyarakat Sipil Kulit Hitam Amerika. Jurnal Interaksi Sosiologi, 1(1), 1–22.

Kuncoro, J., (1970). Prasangka Dan Diskriminasi. Proyeksi, 2(2), 1-16. DOI: https://doi.org/10.30659/p.2.2.1-16

Laia, A. (2023)., Kebenaran Dan Keadilan Hukum. Jurnal Panah Keadilan, 2(1), 1–14.

Levinas, E. (2007)., Totality and Infinity: An Essay to Exteriority, Penerjemah A. Lingis, Pittsburgh: Duquesne University Press.

Mansur, M., et al., (2023). Kesenjangan Sosial antara Masyarakat Kelas Buruh dengan Masyarakat Elit. Gunung Djati Conference Series, 29, 76–85. diunduh dari: http://www.conferences.uinsgd.ac.id/index.php/gdcs/article/view/1794 tanggal 18 November 2023.

Marcus, P. (2008). Being for the Other: Emmanuel Levinas, Ethical Living, and Psychoanalysis, 65th Edition, Milwaukee: Marquette University Press.

Riansyah. A., et al., (2021). Faktor Penolakan Pembangunan Gereja Oleh Masyarakat di Kota Cilegon. International Journal of Demos, 3(1): 43-52.

Riyanto, A., (2017). Aku Indonesia, Aku Pancasila: Sebuah Refleksi Kesadaran Konstruksi Diri. Seri Filsafat & Teologi, 27(26): 59-70.

________, (2017). Asal Usul “Liyan”. Seri Filsafat & Teologi, 27(26): 71-89.

________, (2014). Berfilsafat Politik, 2nd Edition, Yogyakarta: Kanisius.

________, (2018). Relasionalitas Filsafat Fondasi Interpretasi: Aku, Teks, Liyan, Fenomen, 1st Edition, Yogyakarta: Kanisius.

Saeng, V., (2012). Herbert Marcuse: Perang Semesta Melawan Kapitalisme Global, 1st Edition, Jakarta: Gramedia.

Segev, A., (2013). Thinking and Killing: Philosophical Discourse in the Shadow of the Third Reich, 1st Edition, Boston: Walter de Gruyter, Inc..

Suryani, Z., & Dewi, D. A. (2021). Implementasi Pancasila Dalam Menghadapi Masalah Rasisme Dan Diskriminasi. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1), 192–200. DOI: https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1448

Tjahjadi, S. P. L., (2004). Petualangan Intelektual, 1st Edition, Yogyakarta: Kanisius.

Van der Weij, P. A., (2017). Filsuf-Filsuf Besar Tentang Manusia, Penerjemah K. Bertens, Jakarta: Gramedia.

Downloads

Published

2025-03-20

How to Cite

Andriyanto, N., & Riyanto, A. (2025). Mengupayakan Hidup Relasi dan Damai sebagai Penyadaran Akan Persamaan Kodrat Manusia di Tengah Diskriminasi Keberagaman dalam Kehidupan Bersama. JSSH (Jurnal Sains Sosial Dan Humaniora), 9(1), 47–58. https://doi.org/10.30595/jssh.v9i1.20179