Uji Aktivitas Antiinflamasi Kombinasi Ekstrak Daun Torbangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng.) dan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dengan Metode Penghambatan Denaturasi Protein
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v0i0.14246Keywords:
Daun Kelor, Daun Torbangun, Inflamasi, Penghambatan Denaturasi ProteinAbstract
Inflamasi merupakan reaksi lokal terhadap kerusakan sel dan jaringan tubuh yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, kimia, termal dan mekanik. Terjadinya inflamasi pada jaringan ditandai dengan timbulnya rasa panas, kemerahan, pembengkakan, dan nyeri. Proses yang berlanjut diikuti dengan perubahan struktur jaringan yang dapat menimbulkan kehilangan fungsi sehingga menyebabkan timbulnya penyakitsalah satunya yaitu rheumaoid athritis. Penanganan inflamasi pada umumnya menggunakan obat-obatan golongan antiinflamasi non steroid (AINS), dimana obat golongan tersebut banyak menimbulkan efek samping pada penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi penggunaan ekstrak daun torbangun (Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng.) dan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) serta kombinasinya terhadap penghambatan terjadinya denaturasi protein sebagai salah satu pemicu terjadinya inflamasi. Kombinasi ekstrak etanol daun torbangun dan ektrak etanol daun kelor dibuat dengan perbandingan kelor dan torbangun (K:T) masing-masing 1:0, 0:1,1;1, 1:2, 1:3, 1:4, 1:5, 5:1, 4:1, 3:1, 2:1, dengan Natrium diklofenak sebagai kontrol positif. Pengujian aktivitas antiinflamasi dilakukan dengan menggunakan metode penghambatan denaturasi protein. Hasil pengujian aktivitas antiinflamasi menunjukkan bahwa terdapat 3 kombinasi ekstrak memiliki nilai IC50 yang termasuk dalam kategori antiinflamasi kuat. Ketiga kombinasi tersebut adalah K:T 3:1, 4:1, dan 5:1 dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 74.23 ppm, 50.80 ppm, dan 74.23 ppm. Nilai IC50 Natrium diklofenak yang digunakan sebagai pembanding yaitu sebesar 11 ppm. Kombinasi ekstrak daun torbangun dan ekstrak daun kelor memiliki kemampuan sebagai antiinflamasi dengan metode penghambatan denaturasi protein, namun aktivitasnya lebih kecil dibandingkan Natrium diklofenak sebagai obat pembanding.
References
Chiu Y. J., Huang T. H., Chiu C. S., Lu T. C., Chen Y. W., Peng W. H., Chen C. Y. 2012. Analgesic and anti-inflammatory activities of the aqueous extract from Plectranthus amboinicus (Lour.) Spreng. both in vitro and in vivo. Evidance Based Complementary and Alternative Medicine. 2012: 508137. DOI: 10.1155/2012/508137.
Cahyati, 2020. Hubungan tingkat kejadian efek samping antiinflamasi non steroid dengan usia dan jenis kelamin. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 6(2):56. DOI: 10.20473/jfiki.v6i22019.56-61.
DepKes, 1995. Materia Medika Indonesia. VI ed. Jakarta: Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan.
DepKes, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan.
Dheani, 2021. Uji aktivitas antiinflamasi ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap penghambatan denaturasi protein. Stannum : Jurnal Sains dan Terapan Kimia. 3(1): 16-22.
Hidayat, R., 2021. Diagnosis dan Pengelolaan Rheumatoid Athritis. 1 ed. Perhimpunan Reumatologi Indonesia.
Rahmawati, 2015. Aktivitas ekstrak daun bangun-bangun (Coleus amboinicus Lour) sebagai antiinflamasi pada tikus putih (Rattus norvegicus). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences (Prosiding Seminar Nasional Kefarmasian). Fakultas Farmasi. Universitas Mulawarman.
Robin, 2003. Accute and Chronic Inflamation. 7th ed. Philadelphia: Elsevier Saunders.
Sangeetha K. S. S., Umamaheswari U., Reddy C. U. M., Kalkura S. N. 2016. Flavonoids : Theurapetic potential of natural pharmacological agents. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. 3: 3924-3930.
Sibuea R. D., Hasibuan P. A. Z., Sitorus P. 2017. Aktivitas peredaman radikal bebas dan penentuan kandungan total flavonoid dari fraksi etil asetat daun bangun-bangun (Plectranthus amboinicus L .). Thesis, Universitas Sumatera Utara.
Sulistyawati S., Pratiwi P. Y. 2016. Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap aktivitas analgesik dan antiinflamasi melalui ekspresi enzim siklooksigenase. Pharmaciana. 6(31): 31-38.
Sweetman, 2015. The Complete Drugs Reference. 36th ed. London: Pharmaceutical Press.
Tiffani C., Laksmitawati D. R. 2020. Aktivitas penghambatan denaturasi albumin dan efek anti-inflamasi campuran ekstrak herba meniran, daun kelor, daun salam. Majalah Farmasetika. 4(1): 233.
Velázquez-Zavala M., Peón-Escalante I. E., Zepeda-Bautista R., Jiménez-Arellanes M. A. 2016. Moringa (Moringa oleifera Lam.): Potential uses in agriculture, industry and medicines. Revista Chapingo. Serie Horticultura. 22(2): 95-116.
Yunahara, 2018. Uji aktivitas antiinflamasi nanopartikel ekstrak etanol rimpang temulawak (Curcuma Xantoriza Roxb) dengan metode penghambatan denaturasi protein. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. 16(2): 225-230.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
