Studi In Silico Derivat Mangiferin dari Mangga sebagai Inhibisi Protein Tirosin Fosfatase 1B
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i2.26707Keywords:
Diabetes melitus, In silico, Mangiferin, Molecular Docking, PTP1BAbstract
Diabetes melitus merupakan gangguan metabolik kronis yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah (hiperglikemia) akibat gangguan sekresi, kerja, atau keduanya pada hormon insulin. Diabetes melitus tipe 2 merupakan bentuk yang paling umum dan sering kali berkaitan dengan resistensi insulin. Salah satu target terapi potensial untuk pengobatan diabetes tipe 2 adalah protein tirosin fosfatase 1B (PTP1B), sebuah enzim yang terlibat dalam regulasi jalur transduksi sinyal insulin dan leptin. Inhibisi terhadap PTP1B diketahui dapat meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga menjadikannya target yang menjanjikan dalam pengembangan obat antidiabetes. Mangiferin, senyawa bioaktif utama yang ditemukan dalam tanaman Mangifera indica L., telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes melalui berbagai mekanisme, termasuk sebagai inhibitor PTP1B. Namun, senyawa ini masih memiliki keterbatasan dalam hal afinitas dan selektivitas. Oleh karena itu, dilakukan studi in silico terhadap berbagai derivat mangiferin untuk menilai potensinya sebagai inhibitor PTP1B. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antidiabetes dari empat senyawa turunan mangiferin yang telah dimodifikasi pada gugus fungsinya, menggunakan pendekatan in silico berbasis molecular docking. Proses docking dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak AutoDockTools terhadap target protein PTP1B (PDB ID: 1XBO). Penilaian afinitas ikatan didasarkan pada nilai energi bebas ikatan (binding free energy), sedangkan visualisasi interaksi ligan-reseptor dianalisis untuk mengidentifikasi jenis dan lokasi interaksi dengan residu aktif. Hasil docking menunjukkan bahwa ligan alami IX1 memiliki afinitas paling tinggi terhadap PTP1B dengan energi bebas ikatan sebesar −13,2 kkal/mol, lebih rendah dibandingkan ligan pembanding maupun ligan uji. Ligan pembanding ertiprotafib (−8,53 kkal/mol) dan quinoline-3-carbohydrazide (−6,81 kkal/mol) memperlihatkan afinitas yang cukup kuat terhadap PTP1B, sedangkan ligan uji berupa turunan mangiferin berada pada rentang energi bebas ikatan −5,79 hingga −7,40 kkal/mol. Di antara ligan uji, mangiferin (−7,40 kkal/mol) dan homomangiferin (−7,03 kkal/mol) memiliki afinitas ikatan terbaik dengan nilai yang mendekati ligan pembanding quinoline-3-carbohydrazide. Hasil visualisasi interaksi juga menunjukkan adanya kemiripan jenis ikatan antara beberapa turunan mangiferin dengan ligan alami, yang menandakan potensi kesamaan mekanisme pengikatan. Berdasarkan temuan tersebut, mangiferin dan homomangiferin berpeluang untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai kandidat inhibitor PTP1B dan obat antidiabetes. Namun demikian, studi eksperimental lanjutan melalui uji in vitro maupun in vivo tetap diperlukan untuk memvalidasi hasil in silico serta mengevaluasi aspek farmakokinetik dan keamanannya.
References
Adiputra R, Mada G. 2023. Efek samping penggunaan obat anti diabetes jangka panjang: Sebuah meta analisis, Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(3), 3951–3961.
Anggraeni F, Putri NA, Septiani RA, Indriyani W, Sulvita W, Sari Y. 2023. Novel drug system (NDDS) diabetes mellitus berdasarkan pemberian rute obat secara intramuskular, Jurnal Pendidikan dan Konseling, 5(1).
Arisudhana GAB, Antarika GY, Wijaya IWS, Rosita NPI, Pemayun CGP. 2024. Peningkatan derajat kesehatan lansia penderita diabetes mellitus melalui pendidikan kesehatan dan pemeriksaan gula darah, Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia, 2(1).
Azizah SA, Novrianti I. 2022. Pharmacotherapy of diabetic mellitus: A review (Farmakoterapi diabetes melitus), JOPS (Journal of Pharmacy and Science), 5(2), 80–91.
Chang Y, Hawkins BA, Du JJ, Groundwater PW, Hibbs DE, Lai F. 2022. A guide to in silico drug design, Pharmaceutics, 15(1), 49.
da Silva Lopes FF, Lúcio FNM, da Rocha MN, de Oliveira VM, Roberto CHA, Marinho MM, de Morais SM. 2024. Structure-based virtual screening of mangiferin derivatives with antidiabetic action: A molecular docking and dynamics study and MPO-based drug-likeness approach, 3 Biotech, 14(5), 135.
Hossain MJ, Al-Mamun M, Islam MR. 2024. Diabetes melitus, masalah kesehatan masyarakat global yang paling cepat berkembang: Deteksi dini harus difokuskan, Health Science Reports, 7.
Kinasih AAW, Qonitah F. 2023. Analisis in silico interaksi senyawa kurkuminoid terhadap enzim main protease 6LU7 dari SARS-COV-2, Duta Pharma Journal, 3(1), 1–7.
Kołodziej-Sobczak D, Sobczak Ł, Łączkowski KZ. 2024. Protein tyrosine phosphatase 1B (PTP1B), A comprehensive review of its role in pathogenesis of human disease, International Journal of Molecular Sciences, 25(13), 7033.
Lebaka VR, Wee YJ, Ye W, Korivi M. 2021. Nutritional composition and bioactive compounds in three different parts of mango fruit, International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(2), 741.
Mahdiyah LLZT, Muhtadi A, Nur Hasanah A. 2020. Teknik isolasi dan penentuan struktur mangiferin: Senyawa aktif dari tanaman mangga (Mangifera indica L.), Majalah Farmasetika, 5(4), 167–179.
Muhammed MT, Aki-Yalcin E. 2022. Molecular docking: Principles, advances, and its applications in drug discovery, Letters in Drug Design & Discovery, 40(20), 1–16.
Muhammed MT, Aki-Yalcin E. 2021. Pharmacophore modeling in drug discovery: Methodology and current status, Journal of the Turkish Chemical Society Section A: Chemistry, 8(3), 759–772.
Na’imah J, Nasyanka AL, Ratnasari D. 2023. Kajian in silico aktivitas ekstrak daun mangga (Mangifera indica L.) sebagai antidiabetes tipe 2, Professional Health Journal, 5(1sp), 168–174.
Pan J, Zhou L, Zhang C, Xu Q, Sun Y. 2022. Targeting protein phosphatases for the treatment of inflammation-related diseases: From signaling to therapy, Signal Transduction and Targeted Therapy, 7, 177.
Pujiastuti MW. et al., 2017. Penentuan aktivitas senyawa turunan mangiferin sebagai antidiabetes pada diabetes mellitus tipe 2 secara in silico, UNESA Journal of Chemistry, 6(3).
Ramadhan F, Ramadana MM, Hastin MR, Supriatna A. 2024. Identifikasi karakter morfologi mangga (Mangifera indica L.) di Kecamatan Panyileukan, Jawa Barat, Indonesia, Botani: Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis, 1(3), 27–37.
Sari BL, Suhendar U, Hamdani R. 2023. Penambatan dan simulasi dinamika molekular senyawa bioaktif tanaman bawang dayak (Eleutherine sp.) sebagai inhibitor kapsid virus hepatitis B, Jurnal Farmamedika, 8(2), 103–110.
Sari IW, Junaidin, Pratiwi D. 2020. Studi molecular docking senyawa flavonoid herba kumis kucing (Orthosiphon stamineus B.) pada reseptor α-glukosidase sebagai antidiabetes tipe 2, Jurnal Farmagazine, 7(2), 54–60.
Tayana N, Inthakusol W, Duangdee N, Chewchinda S, Pandith H, Kongkiatpaiboon S. 2019. Mangiferin content in different parts of mango tree (Mangifera indica L.) in Thailand, Songklanakarin Journal of Science & Technology, 41(3).
Olloquequi J, Cano A, Sánchez-López E, Carrasco M, Verdaguer E, Fortuna A. 2022. Protein tyrosine phosphatase 1B (PTP1B) as a potential therapeutic target for neurological disorders, Biomedicine & Pharmacotherapy, 155, 113709.
Wang F, Yan J, Niu Y, Li Y, Lin H, Liu X. 2014. Mangiferin and its aglycone, norathyriol, improve glucose metabolism by activation of AMP-activated protein kinase, Pharmaceutical Biology, 52(1), 68–73.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
