Aktivitas Antioksidan Dan Sitotoksik Serta Penetapan Kadar Senyawa Fenol Total Ekstrak Daun, Bunga, Dan Rimpang Kecombrang (Etlingera elatior)
Keywords:
Kecombrang (Etlingera elatior), kadar senyawa fenol, aktivitas antioksidan, sitotoksikAbstract
Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan tanaman suku Zingiberaceae yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan sitotoksik terhadap larva udang dari ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang, serta menetapkan kadar senyawa fenol totalnya. Sampel daun, bunga, dan rimpang kecombrang dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3x24 jam dalam suhu ruangan. Ekstrak yang didapat selanjutnya dievaporasi pada suhu 50 0C sehingga menghasilkan ekstrak kental. Uji aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan metode peredaman radikal bebas 1,1-difenil-2-pikrihidrazil (DPPH), dan uji sitotoksik menggunakan metode BSLT (Brine Scrimp Lethality Test). Penetapan kadar fenol total dengan standar asam galat menggunakan reagen Folin Ciocalteu yang diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 765 nm. Aktivitas antioksidan dari ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang ditunjukkan oleh nilai IC50 masing-masing 52,05; 457,54; dan 310,69 ppm. Aktivitas sitotosik yang dinyatakan dalam nilai LC50 dari ketiga bahan tersebut berturut-turut adalah 859,039; 418,022; dan 1261,202 ppm. Kadar senyawa fenol total ekstrak daun, bunga, dan rimpang kecombrang dihitung sebagai asam galat ekuivalen berturut-turut sebesar 0,339% ± 0,006; 0,144% ± 0,024; dan 0,074% ± 0,018. Ekstrak daun kecombrang menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik dan kadar fenol total paling tinggi dibandingkan ekstrak bunga dan rimpang kecombrang. Ekstrak daun dan bunga kecombrang menunjukkan potensi sebagai agen antikanker karena menunjukkan nilai LC50  1000 ppm.
References
Badarinath, A., Rao, K., Chetty, C.S., Ramkanth, S., Rajan, T., dan Gnanaprakash, K.A. 2010. Review on in-vitro antioxidant methods: comparisons, correlations, and considerations. International Journal of PharmTech Research, 2010:1276-1285.
Gordon, M.H. 1990. The mechanism of antioxidant action in vitro. In: Food Antioxidants, eds Hudson, B.J.F. Dordrecht: Springer.
Habsah, M., Ali, A.M., Nakatani, N. 2005. Antitumour-promoting and cytotoxic constituents of Etlingera elatior. Malaysian Journal of Medical Sciences, 12(1):6–12.
Handayani, V., Ahmad, A.R., dan Sudir, M. 2014. Uji aktivitas antioksidan ekstrak metanol bunga dan daun patikala (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm) menggunakan metode DPPH. Pharmaceutical Sciences & Research, 1(2):86-93.
Mandal, S., Yadav, S., Nema, R. 2009. Antioxidants: a review. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research, 1(1):102-104.
Sukandar, D., Radiastuti, N., Jayanegara, I., dan Hudaya, A. 2010. Karakterisasi senyawa aktif antibakteri ekstrak air bunga kecombrang (Etlingera elatior) sebagai bahan pangan fungsional. Jurnal Kimia Valensi, 2(1):333-339.
Lestari, T dan Ruswanto. 2015. Potensi antikanker dari ekstrak bunga kecombrang dengan berbagai tingkat kepolaran terhadap sel T47D. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada, 14(1):8-11.
Vaya, J. dan Aviram, M. 2001. Nutritional antioxidant: mechanism of action, analyses of activities and medical applications. Current Medicinal Chemistry Immunology, Endocrine & Metabolic Agents, 1:99-117.
WHO. 2010. World Health Organization (WHO) Technical Report Series: Diet, Nutrition and the Prevention of Chronic Diseases. Geneva: WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
