Analisis Rhodamin B pada Lipstik Impor yang Beredar di Kota Batam secara Kromatografi Lapis Tipis dan Spektrofotometri UV-Vis
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i1.5066Keywords:
kromatografi lapis tipis, kualitatif-kuantitatif, lipstik, rhodamin B, spektrofotometri UV-visibelAbstract
Zat warna rhodamin B adalah bahan pewarna yang dilarang penggunaannya dalam sediaan lipstik karena memiliki potensi karsinogenik dan merusak organ hati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara kualitatif dan kuantitatif zat rhodamin B dalam sediaan lipstik impor yang beredar di Pasar Kota Batam. Metode yang digunakan adalah kromatografi lapis tipis untuk mengidentifikasi senyawa rhodamin B dengan menghitung nilai Rf dari fluoresensi bercak di bawah sinar ultraviolet. Penentuan kadar rhodamin B dilakukan dengan alat spektrofotometer UV-visibel dengan mengukur absorban pada panjang gelombang maksimum 548,5 nm. Konsentrasi larutan baku standar rhodamin B adalah 0,8; 1,2; 1,6; 2,0; dan 2,4 µg/mL. Didapatkan persamaan kurva y=0,0128+0,276x dengan r=0,9999. Hasil analisis kualitatif dari 15 merek sampel lipstik didapatkan dua merek lipstik yang teridentifikasi positif rhodamin B yaitu lipstik I dengan Rf 0,78 dan lipstik L dengan nilai Rf 0,77. Penentuan kadar rhodamin B dari masing-masing lipstik didapatkan kadar sebesar 73,225 µg/g pada lipstik I dan 92,61 µg/g pada lipstik L. Â
References
Ananda, W.R., Kristiningrum, N., Retnaningtyas, Y. 2014. Validasi dan penetapan kadar rhodamin B pada lipstik yang beredar di sekitar Universitas Jember dengan metode KLT-densitometri. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 2(1):105–110.
Permenkes RI No. 239/MenKes/Per/V/85 tentang Zat Warna Tertentu yang Dinyatakan sebagai Bahan Berbahaya. Jakarta: Menteri Kesehatan RI.
Bidang Informasi Keracunan-Pusat Informasi Obat dan Makanan BPOM RI. 2014. Topik sajian utama: penggunaan rhodamin b pada kosmetik. InfoPOM, 15(4):3–4.
BPOM RI (2015). PerkaBPOM RI No. 18 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika. Jakarta: BPOM RI.
Gresshma, R. dan Paul, M.P.R. 2012. Qualitative and quantitative detection of rhodamine B extracted from different food items using visible spectrophotometry. Malaysian Journal of Forensic Sciences, 3(1):36–40.
Heusèle, C., Cantin, H., Bontè, F. 2010. Lips and lipstick. Di dalam Cosmetic Dermatology: Products and Procedures. Editor Draelos, Z.D. West Sussex: Blackwell Publishing Ltd.
International Agency for Research on Cancer. 1978. IARC Monographs on The Evaluation of Carsinogenic Risk to Humans. volume 16. sumber: http://monographs.iarc.fr/ENG/Monographs/vol1-42/mono16.pdf. Data diakses pada tanggal 12 Desember 2017.
Jusnita, N. dan Nandu, L. 2016. Identifikasi rhodamin B pada sediaan lipstik yang beredar di Pasar Jakarta Utara dengan Metode Kromatografi Lapis Tipis. Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal, 1(2):1-9.
Khopkar, S.M. 2008. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: UI Press.
Mamoto, L.V. dan Citraningtyas, F.G. 2013. Analisis rhodamin B pada lipstik yang beredar di Pasar Kota Manado. Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2):61–67.
Mukaromah, A.H. dan Maharani, E.T. 2008. Identifikasi zat warna rhodamin B pada lipstik berwarna merah. Kesehatan, 1(1):34–40.
Riyanto. 2014. Validasi dan Verifikasi Metode Uji: Sesuai dengan Iso/Iec17025 Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Edisi 1. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Tranggono. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengantar Kosmetik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Yantih, N. dan Lestari, D.A. 2012. Validation of visible spectrophotometry for determination of rhodamine B in lipstick. Prosiding 24th FAPA Congress. 13-16th September 2012, Bali-Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
