Pengujian Kadar Aspartam pada Sampel Minuman Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.30595/sainteks.v21i2.23433Keywords:
Pemanis, Aspartam, KCKT, MinumanAbstract
Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak digunakan dalam industri minuman karena rendah kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, tetapi berisiko menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Pengujian kadar aspartam pada produk minuman penting untuk memastikan keamanan konsumen. Penelitian ini menguji kadar aspartam pada tiga sampel minuman di Yogyakarta menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM (BBPOM) Yogyakarta. Tiga sampel (minuman bubuk instan dan dua minuman berbasis air berperisa) diekstraksi dan dianalisis menggunakan KCKT. Semua sampel positif mengandung aspartam dan masih di bawah batas maksimum yang diperbolehkan (600 mg/kg) oleh Perka BPOM Nomor 11 Tahun 2019. Kadar aspartam terendah ditemukan pada sampel 153 (30,58 mg/kg), tertinggi pada sampel 161 (95,42 mg/kg), dan sampel 171 (58,91 mg/kg) di tengah-tengah. Ketiga sampel minuman aman untuk dikonsumsi karena kadar aspartamnya masih dalam batas yang diizinkan.References
Anggrahini, S. (2015) Keamanan Pangan. Yogyakarta: PT Kanisius.
Ariadi, J.A., Handoko, W. and Andriani (2019) “Pengaruh Konsumsi Aspartam terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan gangguan Toleransi Glukosa pada Tikus Galur Wistar,” Jurnal Kesehatan Khatulistiwa, 5(2A), pp. 799–809.
Jamil, A., Sabilu, Y. and Munandar, S. (2017) “Gambaran Pengetahuan, Sikap, Tindakan Dan Identifikasi Kandungan Pemanis Buatan Siklamat Pada Pedagang Jajanan Es Di Kecamatan Kadia Kota Kendari Tahun 2017,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(6), pp. 1–11.
Newbould, E., Pinto, A., Evans, S., Ford, S., O’driscoll, M., Ashmore, C., Daly, A., & Macdonald, A. (2021) “Accidental consumption of aspartame in Phenylketonuriaqa: Patient experiences,” Nutrients, 13(2), pp. 1–13.
Perka BPOM (2019) “Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Bahan Tambahan Pangan.”
Ratnani, R.D. (2009) “Bahaya Bahan Tambahan Makanan Bagi Kesehatan,” Momentum, 5(1), pp. 16–22.
Sari, Y., Sari, A.P. and Haya, M. (2021) “Daya Terima dan Karakteristik Minuman Serbuk ‘Terai’ Berbahan Dasar Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Serai (Cymbopogon Citratus),” Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK), 4(2), pp. 319–332.
Syuhada, K. (2022) Manfaat Minum Air Bagi Tubuh Kita. Available at: https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-jateng/baca-artikel/15163/Manfaat-Minum-Air-Bagi-Tubuh-Kita.html#:~:text=1.,sendi-sendi agar tetap lentur. (Accessed: April 1, 2024).
Wahid, R.A.H. (2020) “Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Tanin Ekstrak Kulit Buah Delima Putih (Punica Granatum L.) Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT),” Indonesian Journal of Pharmacy and Natural Product, 3(2), pp. 11–21.
Wimpy, Harningsih, T. and Wardani, T.S. (2020) “Analisis Zat Pemanis Sakarin dan Siklamat Pada Minuman Bubble Drink yang Dijual di Kota Surakarta,” Journal of Pharmacy, 9(1), pp. 13–18.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)

