Pengembangan Krim Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Pepaya (Carica papaya L.) dan Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium lappaceum L)

Kartika Sari, Teti Indrawati, Shelly Taurhesia

Abstract


Limbah kulit buah yang selama ini dibuang, ternyata memiliki nilai nutrisi yang cukup baik bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, beberapa penelitian telah dilakukan pada limbah kulit buah-buahan untuk diolah menjadi makanan, obat, dan kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formula sediaan krim yang mengandung ekstrak kulit buah pepaya dan ekstrak kulit buah rambutan sebagai antioksidan yang aman, efektif,  dan stabil. Kulit buah pepaya dan kulit buah rambutan masing-masing diekstraksi menggunakan etanol 70% dengan metoda maserasi. Maserat yang diperoleh kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak dikombinasi dan dibuat sediaan krim menggunakan metode pencampuran dan peleburan. Krim yang dihasilkan dievaluasi. Ekstrak memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 untuk ekstrak kulit buah rambutan, ekstrak kulit buah papaya, campuran ekstrak kulit buah pepaya 2,5% dan kulit buah rambutan 2%, campuran ekstrak kulit buah pepaya 3% dan kulit buah rambutan 2%, campuran ekstrak kulit buah pepaya 3,5% dan kulit buah rambutan 2%, berturut-turut adalah 1,324; 13,769; 2,186; 2,525; dan 2,648 µg/ml. Ekstrak kulit buah pepaya dan ekstrak kulit buah rambutan dapat dibuat sediaan krim minyak dalam air dengan karakteristik berwarna cokelat, berbau khas manis, homogen, pH 5,02±0,218 sampai 5,11±0,206, sifat alir pseudoplastis tiksotropik, viskositas 11.000-130.000 cPs. Aktivitas antioksidan krim sangat kuat dengan nilai IC50 untuk F1, F2, F3, dan F4, berturut-turut adalah 9,071; 13,824; 15,914; dan 16,407 µg/ml.


Keywords


antioksidan; ekstrak; krim; limbah

References


Badan Pusat Statistik Indonesia. 2015. Statistik Tanaman Buah-Buahan dan Sayuran Tahunan Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.

Blois, M.S. 1958. Antioxidant determinations by the use of a stable free radical. Nature, 181:1199-2000.

BPOM. 2008. Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Depkes RI. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia. Jakarta: Depkes RI.

Depkes RI. 1989. Materia Medika. Jilid V. Jakarta: Depkes RI.

Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Depkes RI. 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Depkes RI.

Halliwell, B. 2012. Free radicals and antioxidant; updating a personal view. Nutrition Reviews, 70(5):257-265.

Hasan, H., Tomagola, M.I., Mayasari, S. 2018. Pemanfaatan ekstrak etanol kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai krim antioksidan. JF FIK UINAM, 6(1):10-14.

Inggrid, M., Santoso, H. 2014. Ekstraksi antioksidan dan senyawa aktif dari buah kiwi (Actinidia deliciosa). Laporan Penelitian. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan.

Isfahlan, A.J., Mahmoodzadeh, A., Hassanzadeh, A., Heidari, R., Jamei, R. 2010. Antioxidant and radical activities of phenolic extracts from iranian almond (Prunus amygdalus) hulls and shells. Turkish Journal of Biology, 34(2):165-173.

Lachman, L. dan Lieberman, H. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri. Edisi 2. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Marliani, L., Velayanti, R., Roni, A. 2015. Aktivitas antioksidan dan tabir surya pada ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.). Prosiding SNaPP Kesehatan, 1(1):319-324.

Melliawati, R., Nuryati, N., Magfiroh, L. 2015. Pengelolahan limbah kulit buah-buahan menjadi selulosa oleh bakteri Acetobacter sp. RMG-2. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(2):300-305.

Prashant, T., Bimlesh, K., Mandeep, K., Gurpreet, K., Harleen, K. 2011. Phytochemical screening and extraction: a review. Internationale Pharmaceutica Sciencia, 1(1):98-106.

Syamsidi, A. 2014. Pengaruh variasi ekstrak kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum L.) terhadap kestabilan fisik krim antioksidan. Natural Science: Journal of Science and Technology, 3(2):1-9.

Thitelerdecha, N., Teerawutgulrag, A., Rakariyatham, N. 2008. Antioxidant and antibacterial activities of Nephelium lappaceum L. extracts. LWT Food Science and Technology, 41(10):2029-2035.

Voigt, R. 1994. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Edisi 5. Diterjemahkan oleh Noerono, S. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.


Full Text: PDF

DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.4286

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2579-910X