INTEGRASI IMTAQ DAN IPTEK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM

https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.1657

Authors

  • Makhful M FAI UMP

Keywords:

Imtaq, iptek, integrasi, pengembangan kurikulum

Abstract

Diskurus mengenai iman dan taqwa (Imtaq) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) selama ini masih dipandang sebagai dua sisi yang memiliki orientasi yang berlainan, sehingga menyebabkan timbulnya kesenjangan antara sumber ilmu antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Bagi para pendukung ilmu-ilmu agama menganggap valid sumber Ilahi dalam bentuk kitab suci dan tradisi kenabian dan menolak sumber-sumber non-skriptual sebagai sumber otoritatif untuk menjelaskan kebenaran sejati. Di pihak lain, ilmuwan-ilmuwan sekuler hanya menganggap valid informasi yang diperoleh melalui pengamatan inderawi, sehingga memerlukan paradigma integralistik merupakan tata paradigma yang diharapkan mampu untuk memberikan solusi terhadap problematika permasalahan tersebut diatas.


Isi artikel ini hendak menjelaskan mengenai pentingnya upaya integrasi imtaq dan iptek dalam pembelajaran pendidikan agama Islam adalah melakukan dekonstruksi terhadap filsafat sekuler yang terintegrasi pada anatomi sistem pendidikan Islam. Implikasi dari upaya ini adalah proses membangun epistemologi Islami yang bersifat integralistik yang menegasikan entitas lain dan menegaskan kesatuan ilmu dan kesatuan imtaq dan iptek dilihat dari sumbernya yaitu Allah. Oleh sebab itu pada aspek operasionalnya di bidang pendidikan, integrasi lebih dimaknai sebagai proses memadukan nilai-nilai ilmu tertentu (agama) terhadap nilai ilmu lain (umum) atau sebaliknya, sehingga menjadi suatu kesatuan yang koheren dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan lainnya. Artinya, proses penyatuan antara ilmu agama dan ilmu umum hingga menjadi satu kesatuan yang koheren dan bulat untuk memunculkan tata nilai keilmuan yang integralistik dengan tujuan menciptakan manusia yang sempurna.


Saat ini telah mulai ada pergeseran fenomena terhadap madrasah sebagai motor pengembangan integrasi imtaq dan iptek dengan berbagai langkah inovatif, progresif, dan adaptif terhadap arus modernitas yang berkembang atau arus perubahan yang bergulir, sehingga madrasah cenderung menjadi pilihan utama pada saat ini. Selain itu, sisi urgensitas profil pembelajaran sistem pendidikan agama Islam perlu dioperasionalkan dengan basis prinsip relevansi-koordinatif, konsistensi, dan adequasi antara tingkat potensi peserta didik dengan standar kompetensi yang perlu dicapai, materi pembelajaran dengan muatan nilai-nilai yang akan dipelajari dengan ketersediaan sumber belajar dengan pemberian penilaian yang sesuai.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin Ibnu Rusn,1999, Pemikiran al-Ghazali Tentang Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Al-Ghazali, 2003, Neraca Kebenaran, Peterj.: Kamran As'ad, Yogyakarta: Pustaka Sufi.

Azra, Azyumardi , 2002, Historiografi Islam Kontemporer: Wacana, Aktualitas dan Aktor Sejarah, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ali, Muhammad Daud, 1998. Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Rajawali Pers.

Baharuddin, dkk., 2011, Dikotomi Pendidikan Islam: Historisitas dan Implikasi pada Masyarakat Modern, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Daulay, Haidar Putra ,2012, Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia, Jakarta: Kencana.

Fadjar, A. Malik, 1999, Reorientasi Pendidikan Islam, Jakarta: Yayasan Pendidikan Islam Fajar Dunia

Kertanegara, Mulyadhi 2005, Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik, Bandung: Arasy Mizan.

K.G. Saiyidain, 1986, Percikan Filsafat Iqbal Mengenai Pendidikan, Peterj.: M.I. Soelaeman, Bandung: CV. Diponegoro.

Nata, Abuddin (Edit.),2013, Sejarah Pendidikan Islam: Pada Periode Klasik dan Pertengahan, Jakarta: Rajawali Pers.

______, 2013, Kapita1 Selekta Pendidikan Islam: Isu-Isu Kontemporer tentang Pendidikan Islam, Jakarta: Rajawali Pers.

______, 2003, Manajemen Pendidikan: Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana.

Nizar, Samsul (Edit.), 2009, Sejarah Pendidikan Islam: Menelusuri Jejak Sejarah Pendidikan Era Nabi Muhammad Sampai Indonesia, Jakarta: Kencana.

Muliawan, Jasa Ungguh, 2005, Pendidikan Islam Integratif, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Muhaimin, dkk., 2004, Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung: Remaja Rosdakarya.

_______, 2012, Pemikiran dan Aktualisasi pengembangan Pendidikan Islam, Jakarta : PT Raja Grafindo persada.

_______,2004, Wacana Pengembangan pendidikan Islam, Surabaya : Pusat Studi Agama, Politik dan masyarakat (PSAPM).

Qomar, Mujammil, 2006, Epistemologi Pendidikan Islam: Dari Metode Rasional Hingga Metode Kritik, Jakarta: Erlangga.

Russeli, Bertrand ,2002, Sejarah Filsafat Barat: Kaitannya dengan Kondisi Sosio-Politik Zaman Kuno Hingga Sekarang, Peterj.: Sigit Jatmiko, dkk., Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahim, Husni , 2004, Horizon Baru Pengembangan Pendidikan Islam, Malang: UIN Malang Press.

Rahardjo, Mudjia Rahadjo (Edit.), 2002, Quo Vadis Pendidikan Islam: Pembacaan Realitas Pendidikan Islam, Sosial dan Keagamaan, Malang: Cendekia Paramulya.

Ramayulis, 2011, Sejarah Pendidikan Islam: Napaktilas Perubahan Konsep, Filsafat dan Metodologi Pendidikan Islam dari Era Nabi SAW sampai Ulama Nusantara, Jakarta: Kalam Mulia.

______, 2012, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta : Kalam Mulia.

Tim Penyusun, 2001, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Usa, Musa (Edit.), 1991,Pendidikan Islam di Indonesia: Antara Cita dan Fakta, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Downloads

How to Cite

M, M. (2015). INTEGRASI IMTAQ DAN IPTEK DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM. Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam, 15(2), 17–34. https://doi.org/10.30595/islamadina.v0i0.1657

Issue

Section

Artikel