Pemanfaatan Lahan Pekarangan Daerah Perkotaan Melalui Pemberdayaan Masyarakat dan Teknologi Hidroponik Skala Kecil
https://doi.org/10.30595/jppm.v5i2.10398
Keywords:
Hidroponi, Budidaya, Teknologi Tepat Guna (TTG), Alih TeknologiAbstract
Teknik hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah. Budidaya tanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas, bisa juga dilakukan di pekarangan atau di teras rumah sehingga sistem hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi masalah kekurangan lahan. Seperti halnya perumahan-perumahan di perkotaan pada umumnya, rumah-rumah di perumahan Sapphire Regency mempunyai lahan pekarangan yang relatif sempit dan terbatas. Lahan pekarangan yang sempit menjadikan pemanfaatannya kurang maksimal. Warga perumahan juga pada umumnya belum memiliki pengetahuan tentang cara pembuatan dan instalasi hidroponik untuk tanaman sayuran. Dari permasalahan mitra tersebut, solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan alih teknologi tentang pemanfaatan lahan pekarangan dan pembuatan instalasi hidroponik skala kecil (Small-Scale Hydroponics Farming System). Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa minat masyarakat sasaran sangat tinggi terhadap budidaya tanaman secara hidroponik dengan memanfaatkan halaman rumah daerah perkotaan yang tidak terlalu luas, serta pemahaman masyarakat terhadap budidaya tanaman secara hidroponik meningkat dengan adanya kegiatan penyuluhan dan alih teknologi.
References
Aruan, D., Banaty, O. A., Nawawi, M., & Maghfoer, M. D. (2015). Pengaruh pemberian terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman stoberi varietas lokal brastagi (Fragaria x ananassa Duchesne) hasil kultur meristem. Jurnal Produksi Tanaman, 3(2), 149-156.
El-Kazzaz, K. A. & El-Kazzaz, A. A. (2017). Soilless agriculture a new and advanced method for agriculture development: an introduction. Agri Res & Tech, 3(2), 1-10.
Izzuddin, A. (2016). Wirausaha santri berbasis budidaya tanaman hidroponik. Jurnal Pengabdian Masyarakat/DIMAS, 12(2), 351-366.
Mann, N.A. (2014). Intensive berry production using greenhouses, substrates and hydroponics. Is this the way forward? A Report for Nuffield Australia Farming Scholars. Nuffield, Australia.
Paroussi, G. P., Grafiadellis, M & Paroussis, E. (1995). Precocity, plant productivity, and fruit quality of strawberry plants grown in soil and soilless culture. Acta Horticulturae, 408, 109-117.
Putri, W. F., Saputra, K. D., Rahman, A., Rifci, A., Fuad, A., Anugerah, D., Sujoko, H., Putri, D. C., Nurjannah, E., Edden, I. R. H. A., Nufritriani, U., Firdaus, A. A., Putri, A. E., & Santosa, W. (2016). Pengembangan agrowisata dan budidaya stroberi di Desa Serang. Laporan KKN Internasional. Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia.
Rakhman, A., Lanya, B., Rosadi, R.A.B., & Kadir, M. Z. (2015). Pertumbuhan tanaman sawi mengunakan sistem hidroponik dan akuaponik. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 4(4), 245-254.
Roidah, I. S. (2014). Pemanfaatan lahan dengan menggunakan sistem hidroponik. Jurnal Universitas Tulungagung BONOROWO, 1(2), 43-50.
Satya, T. M, Tejaningrum, A., & Hanifah. (2017). Manajemen usaha budidaya hidroponik. Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas, 1(2), 53-57.
Takeda, F. (1999). Out-of-season greenhouse strawberry production in soilless substrate. Advance in Strawberry Research, 18: 4-15.
Treder, W., Tryngiel-Gać, A., & Klamkowski, K. (2015). Development of greenhouse soilless system for production of strawberry potted plantlets. Hort. Sci., 42 (1), 29–36.
Treftz, C. & Omaye, S.T. (2015a). Nutrient analysis of soil and soilless strawberries and raspberries grown in a greenhouse. Food and Nutrition Sciences, 6, 805-815.
Treftz, C. & Omaye, S.T. (2015b). Comparison between hydroponic and soil systems for growing strawberries in a greenhouse. Int. J. Agr. Ext., 03(03), 195-200.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

