Kombinasi Ekstrak Herba Pegagan dan Daun Kelor terhadap Kerusakan Otak dengan Metode Radial Eight-Arm Test
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v19i1.13490Keywords:
Daun kelor, Herba pegagan, Otak, Radial eight-arm maze testAbstract
Proses perkembangan kognisi pada manusia saat ini adalah suatu aspek yang sangat penting. Aspek ini erat kaitannya dengan tingkat intelegensi atau kecerdasan dari seseorang dalam banyak hal dimana dari kecerdasan ini munculah ide-ide dan pembelajaran. Terganggunya atau menurunnya fungsi kognisi seseorang akan berdampak pada tidak maksimalnya petumbuhan serta perkembangan otak dimana mempunyai peran penting dalam suatu respon seseorang untuk indra penglihatan, pendengaran, logika dan analogi serta kemampuan dalam menghasilkan gerakan. Terganggunya fungsi otak maka akan mempengaruhi kualitas masa depan dari seseorang khususnya pada kecerdasan. Â Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan kombinasi ekstrak herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb.) dan daun kelor (Moringa oleifera Lam.) terhadap fungsi memori yang diujikan dengan menggunakan metode radial eight-arm maze test pada tikus wistar. Tahapan awal penelitian dilakukan ekstraksi herba pegagan dan daun kelor. Ekstrak kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator dan dikeringkan dengan metode freeze drying. Kandungan metabolit sekunder dari masing-masing ekstrak herba pegagan dan daun kelor diuji dengan penapisan fitokimia. Radial eight-arm maze test dilakukan untuk mengetahui kerusakan otak yang berdampak pada defisit intelegensi dan memori. Kombinasi herba pegagan dan daun kelor pada rasio konsentrasi 1:3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap perilaku pembelajaran dan memori dari hewan uji. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak herba pegagan dan daun kelor berpotensi dalam meningkatkan fungsi memori pada otak, khususnya pada perilaku pembelajaran dan memori dari hewan coba.
References
Buletin Informasi Kesehatan. 2018. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Carter M, Shieh J. 2015. Guide to research techniques in neuroscience 2nd ed. London. Elsevier Inc.
Direktorat Pengawas Obat Tradisional. 1989. Materia Medika Indonesia Jilid V. Jakarta. Badan Pengawasan Obat Dan Makanan.
Fukui M. 2012. Rapid generation of mitochondrial superoxide induces mitochondrion dependent but caspase independent cell death in hippocampal neuronal cells that morphologically resembles necroptosis. Toxicology and Applied Pharmacology. 262(2): 156-66.
Illiandri O, Mintaroem K, Widjajanto E. 2010. Moringa oleifera meningkatkan fungsi memori pada tikus model kurang energi protein. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 26(1): 28-32.
Purwoko MLY. 2021. Efek sinergis dari kombinasi ekstrak pegagan (Centella asiatica) dan ekstrak kelor (Moringa oleifera) dalam meningkatkan fungsi memori mencit (Mus musculus). Thesis. Jakarta. Pancasila University.
Rasyadi Y. 2018. Formulasi sediaan kumur dari ekstrak daun sukun Artocarpus altilis (Parkinson ex F.A.Zorn) Fosberg. Chempublish Journal. 3(2):76-85.
Sari DCR, Pratama RS, Suharmi S. 2013. Lamanya pemberian ekstrak etanol Centella asiatica sp. meningkatkan memori spasial tikus pasca stres listrik. Mutiara Medika. 13(3): 151-61.
Yuliani S, Setiani L. 2017. Pengaruh rimpang kunyit (Curcuma longa L.) pada labirin lengan radial dan uji penghindaran pasif pada tikus model induksi trimethyltin. JKK Indonesia. 8(1): 3-9.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
