Gambaran Standar Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian Ditinjau dari Aspek Farmasi Klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta

Authors

  • Ratih Purnamasari Universitas alma ata
  • Ari Susiana Wulandari Universitas Alma Ata
  • Imram Radne Rimba Putri Universitas Alma Ata
  • Eva Nurinda Universitas Alma Ata

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i2.27850

Keywords:

Apotek, Bantul, Checklist, Cross sectional, Deskriptif, Farmasi klinis

Abstract

Pelayanan farmasi klinik di apotek adalah bagian integral dari pelayanan kefarmasian yang berfokus langung kepada pasien berkaitan dengan pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai, dengan tujuan akhir memperoleh hasil yang optimal demi meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kualitas pelayanan farmasi klinik hanya mencapai 41,66% dikategorikan buruk, selain itu penelitian lain menjelaskan pelaksanaan pelayanan kefarmasian hanya sebesar 54,69% dikategorikan kurang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran standar pelaksanaan pelayanan farmasi klinik di apotek wilayah Kabupaten Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan cluster sampling. Sebanyak 71 responden tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bantul. Data dikumpulkan dengan data primer dari checklist adaptasi dari Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016. Variabel yang diteliti yaitu penerapan standar pelayanan kefarmasian meliputi pengkajian resep, peracikan dan penyerahan obat, pelayanan informasi obat, konseling, pelayanan kefarmasian di rumah, monitoring efek samping obat, dan pemantauan terapi obat. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil menunjukkan bahwa pelayanan farmasi klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta belum sepenuhnya menerapkan standar pelayanan kefarmasian. Pengkajian dan pelayanan resep sebesar 98,00% (baik), dispensing 97,18% (baik), pelayanan informasi obat 59,15% (kurang), konseling 92,25% (baik), pelayanan kefarmasian di rumah 38,73% (kurang), pemantauan terapi obat 47,48% (kurang), dan monitoring efek samping obat 49,77% (kurang). Pelaksanaan pelayanan kefarmasian apotek berdasarkan aspek farmasi klinik mendapatkan rata-rata persentase sebesar 73,41% dikategorikan cukup.

References

Apriansyah A. 2018. Gambaran Pelayanan farmasi klinik di apotek wilayah Kota Tangerang Selatan, Journal of Pharmacopolium, 1(2), 81–87.

Arimbawa PE, Dewi DAPS, Hita IPGAP. 2021. Kehadiran apoteker dan implementasi good pharmacy practice (GPP) di apotek Kota Denpasar, Window of Health: Jurnal Kesehatan, 04(01), 57–64.

Ayu GAK, Syaripuddin M. 2019. Peranan apoteker dalam pelayanan kefarmasian pada penderita hipertensi, Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 15(1), 10.

Badu NS, Lolo WA, Jayanto I. 2019. Kesesuaian penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek milik BUMN wilayah Kota Manado, Pharmacon, 8(3), 695–704.

Dasopang ES. et al. 2023. Pelayanan informasi obat pada beberapa apotek di Kota Medan, Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 571–583.

Diana K, Tandah MR, Basuki M. 2019. Pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek Kota Palu, Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 11(1), 45–54.

Dominica D, Putra DP, Yulihasri Y. 2016. Effect of pharmacist presence to pharmaceutical service at pharmacies of Padang City, Indonesia, Jurnal Sains Farmasi & Klinis, 3(1), 99–107.

Drakel FF. et al. 2025. Analisis strategi peningkatan mutu pelayanan kefarmasian di apotek YK Yogyakarta, INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 8(2), 100–111.

Fajarini H. 2018. Implementasi Peraturan Menteri Kesehatan RI No.73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek, Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(2), 260–269.

Febiana S, Pambudi RS, Khusna K. 2023. Penerapan standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kimia Farma Kecamatan Banjarsari, Jurnal Kesehatan Rajawali, 13(2), 5–11.

Gobel N, Tuloli TS, Madania M. 2022. Studi penjaminan mutu (quality assurance) dalam pelayanan kefarmasian di apotek. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(1), 3–4.

Hadiyana, A. W. A. 2016. Studi Praktek Pelayanan Kefarmasian oleh Apoteker di Apotek Kabupaten Sleman, Skripsi. Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia.

Imansari ANJR, Mutmainah Y, Kasumawati F. 2022. Gambaran medication error tahap peresepan (prescribing) di Apotek dan Klinik Keluarga Sehat Muncul periode Januari – Desember tahun 2020, INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 5(2), 36.

Ismail D, Dwinta E. 2025. Kepuasan pasien umum dan pasien BPJS terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di RS X Wilayah Bantul, INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 8(2), 239–246.

Kemenkes RI. 2019. Petunjuk Teknis di Puskesmas Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotik Kementerian. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 1–74. Jakarta.

Kumbadewi LS, Suwendra IW, Susila GPAJ. 2021. Pengaruh umur, pengalaman kerja, upah, teknologi dan lingkungan kerja terhadap produktivitas karyawan, e-Journal Universitas Pendidikan Ganesha, 9, 8.

Kusumaningrum ZE. et al. 2021. Evaluasi SPO pelayanan farmasi klinik di apotek berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Kefarmasian di Apotek Tahun 2019, Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS, 3(01), 64–74.

Latifah E, Pribadi P, Yuliastuti F. 2016. Penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek Kota Magelang, Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 2(1), 11–16.

Mawikere AZ, Wiyono WI, Antasionasti I. 2023. Identifikasi hambatan penerapan home pharmacy care di apotek-apotek Kota Manado. Journal Pharmacy Medical, 6(1), 59–67.

Mokoginta NJ, Citraningtyas G, Jayanto I. 2021. Kesesuaian penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek wilayah Kota Kotamobagu, Pharmacon, 10(4), 1147–1154.

Mongi D. et al. 2020. Evaluasi pelaksanaan pelayanan kefarmasian di Apotek Telemedika Farma 14 Manado, Biofarmasetikal Tropis, 3(2), 65–71.

Mulyagustina M, Wiedyaningsih C, Kristina SA. 2017. Implementation of the pharmaceutical care standard in Jambi City’s pharmacies. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 7(2), 83.

Nasyrah DA, Desnita R, Purwanti NU. 2018. Evaluasi penerapan standar pelayanan kefarmasian di apotek-apotek Kecamatan Pontianak Barat Tahun 2018, Jurnal Kesehatan JOLN, 2(73), 10–11.

Novianita M, Sutarsa IN, Adiputra IN. 2016. Faktor yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian di Kota Denpasar, Public Health and Preventive Medicine Archive, 4(1), 42–47.

Nurhastuti IEP, Syahrir A, Wijaya D. 2022. Tingkat kesesuaian pelayanan farmasi klinik di apotek terhadap PERMENKES RI No 73 Tahun 2016 di Kecamatan Dau Kabupaten Malang, Journal of Islamic Pharmacy.

Parera MMW. 2021. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kepatuhan Apoteker Terhadap Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek Kota Kupang, Tesis, Yogyakarta, Universitas Gajah Mada.

Parera MMW, Yasin NM, Kristina SA. 2021. Implementasi standar pelayanan kefarmasian di Apotek Kupang, Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 11(3), 185–200.

Patty YFPP, Parwati D. 2020. Evaluasi pelaksanaan pelayanan farmasi klinis di apotek Kota Kupang berdasarkan PERMENKES RI nomor 73 tahun 2016, Journal of Pharmaceutical and Sciences Electronic, 8(1), 105–113.

Permenkes RI. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Jakarta, Kementerian Kesehatan R.I.

Permenkes RI. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Apotek, Jakarta, Kementerian Kesehatan R.I.

Putra AMP. et al. 2024. Gambaran karakteristik apoteker di Puskesmas wilayah barat, tengah, dan timur Indonesia, Borneo Journal of Pharmascientech, 08(02), 149–156.

Putra SU, Turisno BE, Suradi. 2016. Tanggung jawab apotek dalam penjualan obat-obatan daftar G di Kota Malang terhadap konsumen yang dirugikan, Law and Justice, 5(2), 1–17.

Putri AK, Fatimah FS, Dwinda E, Putri IRR. 2024. Evaluasi kepuasan pasien di Unit Kefarmasian Puskesmas Kalasan, INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 7(2), 121.

Putri DR. 2017. Pengaruh kualitas pelayanan kefarmasian terhadap kepuasan, kepercayaan, & loyalitas konsumen apotek, Indonesian Journal for Health Sciences, 1(1), 23–29.

Rahayu S. 2023. Evaluasi tingkat pengetahuan pasien terhadap pelayanan informasi obat (PIO) oleh apoteker di apotek di Kota Surakarta, Duta Pharma Journal, 3(1), 55–64.

Rahmawati F, Heroweti J, Ikhsan M. 2023. Evaluasi penerapan standar pelayanan farmasi klinik di apotek Kabupaten Magelang, Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik, 1(1), 01.

Rosita ME, Tetuko A. 2023. Evaluasi penerapan pelayanan farmasi klinik di apotek Daerah Sleman, Journal Pharmaceutical Care and Sciences, 3(2), 10–19.

Saibi Y. 2015. Peran apoteker komunitas dalam peningkatan derajat kesehatan Indonesia, JMI, 12(1), 128–137.

Satibi S. et al. 2018. Performance analysis of pharmacist and influencing factors in the era of national healt insurance at Puskesmas, Jurnal Manajemen Dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 8(1), 32.

Supardi S, Yuniar Y, Sari I. D. 2019. Pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di apotek di beberapa kota Indonesia, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 3(3), 152–159.

Supriadi, Defirson, Brata A. 2022. pengaruh kehadiran apoteker terhadap pelayanan kefarmasian di apotek dalam Kota Jambi, Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat, 6(2), 67–73.

Walsono RP. 2016. Studi Praktek Pelayanan Kefarmasian Oleh Apoteker di Apotek Kota Yogyakarta. Skripsi, Yogyakarta, Universitas Islam Indonesia.

Wulandari AS, Ahmad NFS. 2021. Hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan swamedikasi di beberapa apotek wilayah Purworejo, INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal), 4(1), 33.

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Purnamasari, R., Wulandari, A. S., Putri, I. R. R., & Nurinda, E. (2026). Gambaran Standar Pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian Ditinjau dari Aspek Farmasi Klinik di Apotek Wilayah Kabupaten Bantul Yogyakarta. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 22(2), 125–132. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i2.27850

Similar Articles

> >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.