Pendampingan Masyarakat: Inisiasi Kawasan Perlindungan Perairan Umum Darat “Badher Bank” Untuk Mendukung Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan
Community Engagement in Initiating the “Badher Bank” Riverine Ecosystem Protection Area for Sustainable Fisheries Management
https://doi.org/10.30595/jppm.v10i2.29410
Keywords:
Badher Bank, Perairan umum darat, Konservasi berbasis masyarakat, Pemandu wisata, QR codeAbstract
Kawasan Perairan Umum Darat (PUD) Badher Bank yang terletak di segmen hulu–tengah Sungai Brantas, Kabupaten Blitar, mengalami tekanan antropogenik berupa penangkapan ikan destruktif, degradasi habitat, dan pencemaran perairan yang berdampak pada penurunan kualitas ekosistem sungai dan populasi ikan lokal. Sejak tahun 2015, masyarakat Desa Jemblung membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Fajar Begawan dan melakukan berbagai upaya perlindungan ekosistem sungai, namun keterbatasan kapasitas teknis, media edukasi, dan pengelolaan wisata berbasis konservasi masih menjadi kendala. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung inisiasi dan penguatan kawasan perlindungan melalui pendekatan konservasi berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan anggota Pokmaswas. Kegiatan meliputi penyediaan poster identifikasi ikan lokal berbasis QR code, peta kawasan konservasi, pelatihan teknik dasar pengambilan sampel ikan, serta pelatihan pemandu wisata sungai berbasis edukasi konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap keanekaragaman ikan, fungsi kawasan konservasi, kemampuan dasar monitoring ikan, serta meningkatnya kapasitas Pokmaswas dan pemuda desa sebagai pemandu wisata edukatif. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan 22 poster identifikasi ikan berbasis QR code, satu peta kawasan konservasi berskala 1:5.000, satu modul buku saku pemandu wisata, serta sertifikasi 12 orang pemandu wisata lokal (local guide) dari unsur Pokmaswas dan pemuda desa. Program ini memperkuat fondasi awal konservasi berbasis masyarakat di Badher Bank.
References
Ananda, A., Supardi, & Hizmi, S. (2024). Metode Interpretasi di Desa Wisata Ende. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 4(1), 308–315.
Aryaningtyas, A. T., Suwarti, Prabowo, B. A., Hadi, S., & Astaningrum, A. (2025). Peningkatan kapasitas SDM desa wisata melalui pelatihan guiding dan Sapta Pesona di Jatirejo Semarang. Masyarakat: Jurnal Pengabdian, 3(2), 231–240. https://doi.org/10.58740/mjp.v3i2.793https://doi.org/10.58740/mjp.v3i2.793
Budi, D. S., Suciyono, Hasan, V., Priyadi, A., Permana, A., Ismi, S., Müller, T., Bodur, T., & South, J. (2025). The sacred waters and fish: Traditional practices and fish conservation in Indonesian communities. Aquatic Conservation: Marine and Freshwater Ecosystems, 35(6). https://doi.org/10.1002/aqc.70163https://doi.org/10.1002/aqc.70163
Damastuti, E., & de Groot, R. (2018). Participatory ecosystem service mapping to enhance community-based mangrove rehabilitation and management in Demak, Indonesia. Regional Environmental Change, 19(1), 65–78. https://doi.org/10.1007/s10113-018-1378-7
Ervina, E., & Taufiq, R. (2023). Pelatihan sadar wisata dan Sapta Pesona bagi warga Desa Margamulya, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung. The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT), 3(1), 115–119. https://doi.org/10.25124/cosecant.v3i1.7124
FAO. (2003). Fisheries management: 2. The ecosystem approach to fisheries. FAO Technical Guidelines for Responsible Fisheries No. 4, Suppl. 2. Rome: FAO. https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/Y4470E
FAO. (2015). Voluntary guidelines for securing sustainable small-scale fisheries in the context of food security and poverty eradication. Rome: FAO. https://openknowledge.fao.org/handle/20.500.14283/i4356en
Hermawan, D., Muabuai, R. T., Angelica, M., Markus, M., Nurfatha, D., Eltanto, K. S., Praja, R. S., & Sariputta, S. (2024). Community-based social marketing strategy in Kampung Cibunut Berwarna: Advancing edutourism in a sustainable circular economy. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 28(2), 150–165. https://doi.org/10.22146/jsp.96105https://doi.org/10.22146/jsp.96105
Hermawan, H., Afif, F., Anwari, H., Nugroho, D. S., Hendrajaya, A. M. P., Girsang, P. T., & Wahyuni, A. T. (2025). Edukasi Keselamatan Wisata Sungai: Langkah Nyata Menuju Wisata Berkelanjutan di Tlatar. Jurnal Abdimas Pariwisata, 6(1), 26–32. https://doi.org/10.36276/jap.v6i1.736
Hoshino, E., Van Putten, E. I., Girsang, W., Resosudarmo, B. P., & Yamazaki, S. (2017). Fishers' perceived objectives of community-based coastal resource management in the Kei Islands, Indonesia. Frontiers in Marine Science, 4, 141. https://doi.org/10.3389/fmars.2017.00141 https://doi.org/10.3389/fmars.2017.00141
Manaf, A., Purbasari, N., Damayanti, M., Aprilia, N., & Astuti, W. (2018). Community-based rural tourism in inter-organizational collaboration: How does it work sustainably? Lessons learned from Nglanggeran Tourism Village, Gunungkidul Regency, Yogyakarta, Indonesia. Sustainability, 10(7), 2142. https://doi.org/10.3390/su10072142
Miller, A. E., Davenport, A., Chen, S., Hart, C., Gary, D., Fitzpatrick, B., & Sagita, N. (2020). Using a participatory impact assessment framework to evaluate a community-led mangrove and fisheries conservation approach in West Kalimantan, Indonesia. People and Nature, 2(4), 1113–1128. https://doi.org/10.1002/pan3.10133
Mulyatama, B., Anshari, G. Z., & Gusmayanti, E. (2024). Evaluasi Kinerja Kelompok Kerja Masyarakat Berbasis Komunitas dalam Mengelola Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di Kota Singkawang. Jurnal Ilmu Lingkungan, 22(4), 1054–1066. https://doi.org/10.14710/jil.22.4.1054-1066https://doi.org/10.14710/jil.22.4.1054-1066
Nisa’, Z., & Sulthoni, A. (2025). Pelatihan pemandu wisata berbasis sejarah lokal dan konservasi lingkungan di kawasan Pantai Pulau Merah, Banyuwangi. Masyarakat: Jurnal Pengabdian, 2(2), 176–185. https://doi.org/10.58740/mjp.v2i2.469
Nugroho, P., & Numata, S. (2022). Resident support of community-based tourism development: Evidence from Gunung Ciremai National Park, Indonesia. Journal of Sustainable Tourism, 30(11), 2510–2525.
Riyayanatasya, Y. W., Lemaaniah, Z. M., Suadnya, I. W., & Junaidi, A. (2024). Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat melalui sosialisasi sadar wisata Sapta Pesona di Desa Labuan Tereng, Lombok Barat. Jurnal Pepadu, 5(4), 715–721. https://doi.org/10.29303/pepadu.v5i4.5917
Siddiq, A., Sulistiyowati, H., Ratnasari, T., & Sabila, F. S. N. (2023). Inisiasi pengembangan ekowisata geotrail dan birdwatching pada kelompok masyarakat peduli hutan konservasi di Air Terjun Sarang Tawon Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(1), 216–220. https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i1.3164https://doi.org/10.29303/jpmpi.v6i1.3164
Smith, M., Segura-Totten, M., & West, K. (2018). QR code lecture activity as a tool for increasing nonmajors biology students’ enjoyment of interaction with their local environment. Journal of Microbiology & Biology Education, 19(1). https://doi.org/10.1128/jmbe.v19i1.1453https://doi.org/10.1128/jmbe.v19i1.1453
Suharto, R. P., Zubaidi, Z., Novitasari, A. F., Suryanto, B., Setiawan, A. W., & Putri, A. N. (2023). Pelatihan menjadi pemandu wisata di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(7), 723–729. https://doi.org/10.55681/swarna.v2i7.732https://doi.org/10.55681/swarna.v2i7.732
Suwarti, S., Aryaningtyas, A. T., Wuntu, G., Putriningsih, T. S. L., & Putri, A. L. (2025). Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui edukasi wisata di Kelurahan Pakintelan, Gunung Pati, Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 2(11), 5234–5239. https://doi.org/10.59837/jpmba.v2i11.1960
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wahida Kartika Sari, Wirastika Adhihapsari, Almira Syawli, Lisa Nur Hidayah, Kristina Marsela, Vian Dedi Pratama

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Indonesian version:
Penulis yang menerbitkan dengan jurnal ini setuju dengan ketentuan berikut:
Penulis mempertahankan hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang secara bersamaan dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution 4.0 International License yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan atas kepenulisan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
Penulis dapat masuk ke dalam pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi terbitan jurnal dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan (See The Effect of Open Access).

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

