Kajian Penggunaan Ketorolak sebagai Antinyeri di Ruang Intensif Rumah Sakit Daerah Gunung Jati Kota Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v21i1.22784Keywords:
Dosis, Durasi, Ketorolak injeksi, NyeriAbstract
Nyeri merupakan pengalaman sensoris dan emosional tidak menyenangkan, Ketorolak adalah salah satu analgetik yang sering digunakan untuk mengatasi nyeri tetapi mempunyai efek samping menimbulkan iritasi pada saluran cerna dan menurunkan fungsi ginjal. Penggunaan yang tepat dan rasional dapat meningkatkan efektifitas terapi dan meminimalkan efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola mengatasi nyeri serta DRPs yang terjadi atas penggunaan ketorolak injeksi. Jenis penelitian ini adalah non eksperimental, bersifat retrospektif dilakukan dengan cara mengambil data rekam medis pasien ruang intensiv RSD Gunung Jati Kota Cirebon pada rentang waktu bulan Februari- April 2022. Data yang diamati adalah identitas pasien, skala nyeri, dosis, durasi dan obat penyerta serta DRPs yang terjadi. Hasil penelitian dari total 151 kasus didapatkan pola penggunaan ketorolak parenteral didasarkan dari adanya rasa nyeri dengan skor 4 sampai skor 10 dengan dosis extra 30 mg sekali sehari 4,6%, dosis 30 mg setiap 12 jam 65% dan dosis 30mg setiap 8 jam 30,4%. Sedangkan lama pemberian didapatkan kurang dari 3 hari 23,1%, 3 hari, 4 hari dan 5 hari masing-masing 19,9%, lebih dari 5 hari 17,2%. Kejadian DRPs berupa iritasi saluran cerna tidak terjadi karena 100% pemberian selalu dibarengi dengan obat gastro intestinal, Kejadian DRPs berupa kurang tepat obat juga tidak terjadi karena pemberian didasarkan skor nyeri yang dilaporkan. Didapatkan data durasi pemberian yang lebih dari 3 hari sebanyak 57% yang berpotensi menimbulkan pendarahan saluran cerna dan penurunan fungsi ginjal.
References
Anonim. 2018. Formularium Obat RSUD Dr. Saiful Anwar Tahun 2018.
Banode SV, Borkar AS, Badwaik RT. 2012. Effect of ketorolac on opioid-induced antinociception in rats. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Medicine, 3(3), 7-13.
Eltumi HG, Tashani OA. 2017. Effect of age, sex, and gender on pain sensitivity: A narrative review. The Open Pain Journal, 10(1), 44–55.
Fajarini AYS, Kumaat L, Laihad M. 2014. Perbandingan efektivitas tramadol dengan kombinasi tramadol + ketolorac pada penanganan nyeri pasca seksio sesarea. e-Clinic, 2(1).
Ganiswara SG. 2012. Farmakologi dan Terapi 5th ed., Jakarta: Badan Penerbit FKUI Jakarta.
HCANJ. 2017. Pain Management Guideline. Health Care Association of NJ. 1–30. Available at: https://www.hcanj.org/files/2013/09/Pain-Management-Guidelines-_HCANJ-May-12-final.pdf.
Hidayati HB, Amelia EGF, Turchan A, Rehatta NM, Atika, Hamdan M. 2022. Pengaruh usia dan jenis kelamin pada skala nyeri pasien trigeminal neuralgia. Aksona, 1(2), 53–56.
Kouchek M, Zarei S, Hosseiniara R, Miri MM. 2023. Comparison of the frequency of gastrointestinal bleeding complications resulting from the use of ketorolac after gastrointestinal cancer surgery with or without gastric ulcer prophylaxis - A case-control study. Open Anesthesiology Journal, 17(1), 1–8.
Santoso A, Huwae TECJ, Idha A, Suprapti B. 2016. Efek penambahan parasetamol pada terapi ketorolak terhadap nyeri akut pascaoperasi orthopedi. Jurnal Farmasi Indonesia, 8(1), pp.320–326.
Saputra A. 2020. Hubungan Usia, Sikap Kerja, dan Masa Kerja dengan Keluhan Low Back Pain (LBP) pada Pengrajin Batik di Batik Semarang. Skripsi. Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Saputro S, Wahyono D, Yasin NM. 2021. Rasionalitas pendosisan ketorolak pada pasien geriatri dengan penurunan fungsi ginjal rawat inap di RSUD Benyamin Guluh Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Majalah Farmaseutik, 17(2), 293–299.
Downloads
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
