Narrative Review: Dampak Kepatuhan Minum Obat Terhadap Kesehatan dan Efisiensi Biaya Pengobatan
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v22i2.26283Keywords:
Biaya, Kepatuhan, Ketidakpatuhan, PengobatanAbstract
Biaya pengobatan yang tinggi menjadi sebab serius bagi indonesia, terbukti dari pembiayaan penyakit jantung yang mencapai Rp.12,14 triliun. Faktor utama masalah ini adalah rendahnya kepatuhan minum obat, yang tidak hanya memperburuk kondisi kesehatan pasien melalui komplikasi tetapi juga menciptakan beban finansial besar pada sistem kesehatan. Mengingat dampat ekonomi global yang signikfikan akibat keptidakpatuhan, upaya mitigasi sangat diperlukan. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bagaimana peningkatan kepatuhan minum obat dapat menciptakan efisiensi biaya pengobatan. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran komprehensif sebagai dasar pengembangan kebijakan kesehatan yang lebih efektif diindonesia. Penelitian ini menggunakan metode ulasan naratif dengan menelusuri artikel ilmiah dari database seperti PubMed dan Google Scholar. Kriteria inklusi meliputi publikasi 10 tahun terakhir yang membahas hubungan antara kepatuhan minum obat, hasil kesehatan dan biaya pengobatan. Hasil kajian menunjukan bahwa kepatuhan minum obat berkontribusi signifikan terhadap perbaikan kondisi pasien dan pengurangan biaya pengobatan. Ketidakpatuhan berdampak pada meningkatnya komplikasi, rawat inap, dan penggunaan layanan kesehatan. Intervensi berbasis edukasi, dukungan sosial dan penguatan sistem pelayanan efektif meningkatkan kepatuhan. Kepatuhan minum obat ialah faktor krusial dalam keberhasilan terapi dan pengelolaan penyakit, terutama penyakit kronis. Sebaliknya, ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, meningkatnya beban penyakit, dan pemborosan sumber daya kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan kesadaran pasien mengenai pentingnya kepatuhan, ditunjang oleh akses terhadap layanan kesehatan dan program edukasi yang berkelanjutan, menjadi kunci untuk menekan dampak negatif ketidakpatuhan terhadap kesehatan dan beban ekonomi.
References
Brown MT, Bussell J, Dutta S, Davis K, Strong S, Mathew S. 2016. Medication adherence: Truth and consequences, American Journal of the Medical Sciences, 351(4), 387–399.
Chang D, Melia S, Ginting M, Immanuel I. 2023. Analisis faktor kepatuhan minum obat pada lansia dengan hipertensi di Puskesmas Katapang, Jurnal Ilmu Kesehatan Immanuel, 17(1).
Christiyani N, Marlina T, Estri A. 2023. Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Yogyakarta, CARING, 7.
Cutler RL, Fernandez-Llimos F, Frommer M, Benrimoj C, Garcia-Cardenas V. 2018. Economic impact of medication non-adherence by disease groups: A systematic review, BMJ Open, doi: 10.1136/bmjopen-2017-016982.
Frianto D, Dinanti D, Sari K. 2023. Hubungan kepatuhan minum obat antihipertensi terhadap kualitas hidup pada pasien hipertensi di Provinsi Jawa Tengah.
Dhrik M, Prasetya AANPR, Ratnasari PMD. 2023. Analisis hubungan pengetahuan terkait hipertensi dengan kepatuhan minum obat dan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi, Jurnal Ilmiah Medicamento, 9(1), 70–77.
Warjiman W, Berniati B, Er Unja E. 2022. Hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Sungai Bilu, Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI), 7(2).
Erfiana E, Putri DE. 2022. Edukasi kepatuhan minum obat dalam meningkatkan pengetahuan skizofrenia untuk patuh minum obat, Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 221–226.
Haryanto E, Anshari AM, Kartikasari R. 2023. Kepatuhan minum obat hipertensi pada peserta Prolanis di Puskesmas Sukawarna Kota Bandung, JKA (Jurnal Kesehatan Aeromedika), 9(1).
Iuga AO, McGuire MJ. 2014. Adherence and health care costs, Risk Management and Healthcare Policy, doi: 10.2147/RMHP.S19801.
Jimmy B, Jose J. 2011. Patient medication adherence: measures in daily practice, Oman Medical Journal, 26.
Juniarti B, Setyani FAR, Amigo AE. 2023. Tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi, Cendekia Medika : Jurnal STIKES Al-Ma’arif Baturaja, 8(1).
Karina I, Sugihen PG, Wulan D, Oktarlina RZ, Carolia N, 2022. Hubungan keikutsertaan prolanis, kepatuhan minum obat dan status gizi terhadap kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Kedaton Kota Bandar Lampung, Lampung Medula, 12.
Laili N, Aini EN, Rahmayanti, P. 2023. Hubungan model kepercayaan kesehatan (health belief model) dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi, Jurnal Kesehatan Holistic, 7(2), 1–13.
Mpila DA, Wiyono WI, Lolo WA. 2023. Hubungan tingkat kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 di Klinik Imanuel Manado, Medical Scope Journal, 6(1), 116–123.
Nopiayanti G, Falah M, Lismayanti L. 2022. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat pada penderita TB di Kota Tasikmalaya, Healthcare Nursing Journal, 4(1), 243-247.
Nur O, Hidayati O, Aprianti F, Widianti E. 2023. Kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia, JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah, 2.
Siagian IO, Siboro ENP, Julyanti. 2022. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia, 11(2), 166-173.
Pangestu TH, Aisyiah A, Nurani IA. 2022. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan minum obat pada anggota keluarga yang menderita hipertensi di Kelurahan Ciriung Provinsi Jawa Barat, MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 2(2), 184–198.
Parmin S, Serli, Safitri W. 2022. Penyuluhan tentang kepatuhan minum obat pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas 1, Jurnal Salingka Abdimas, 2(1), 127–131.
Pharamita A, Nugraheni AW, Ningsih WT. 2023. Hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sumurgung. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(9).
Rohaeti E, Yuliza E, Shifa NA. 2022. Gambaran dukungan keluarga tentang kepatuhan minum obat klien TB paru, Journal of Health Sciences, 1(6), 219–223.
Seabury SA, Gupta CN, Philipson TJ, Henkhaus LE. 2014. Understanding and overcoming barriers to medication adherence: A review of research priorities, JMCP Journal of Managed Care & Specialty Pharmacy, 20(8), 775-83.
Siallagan A, Tumanggor LS, Sihotang M. 2023. Hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis paru. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 5(3).
Wakui N, Ozawa M, Yanagiya T, Endo S, Togawa C, Matsuoka R, Shirozu S. 2022. Factors associated with medication compliance in elderly patients with type 2 diabetes mellitus: A cross-sectional study, Frontiers in Public Health, 9, doi: 10.3389/fpubh.2021.771593.
Wibowo MINA, Yasin NM, Kristina SA, Prabandari YS. 2021. Systematic review : Determinan faktor yang memengaruhi kepatuhan pengobatan pasien diabetes tipe 2 di Indonesia, Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 31(4), 281–300.
Wiyono H, Parellangi A, Amiruddin A. 2023. Hubungan dukungan keluarga dan motivasi dengan kepatuhan minum obat anti hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Kujau Kabupaten Tana Tidung, Aspiration of Health Journal, 1(1), 90–96.
Yulianti T, Anggraini L. 2020, Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien diabetes mellitus rawat jalan di RSUD Sukoharjo, Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 17(2).
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
