Uji Selektifitas dan Sensitifitas Pereaksi untuk Deteksi Formalin pada Bahan Pangan
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v16i1.3249Keywords:
bahan pangan, formalin, selektivitas dan sensitifitasAbstract
Bahan pangan rentan untuk ditambahkan zat kimia berbahaya seperti formalin, apalagi pada bahan pangan yang kemungkinan banyak mengandung kadar air sehingga mudah busuk dan tidak tahan lama terhadap penyimpanan. Pemeriksaan formalin dalam bahan pangan dapat dilakukan dengan cara analisis kualitatif yang tidak memerlukan waktu lama dan lebih praktis tetapi jenis pereaksi yang dapat digunakan sangat banyak. Sehingga dibutuhkan pereaksi yang lebih selektif dan sensitif terhadap bahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui selektifitas dan sensitifitas pereaksi pada bahan pangan. Penelitian ini dilakukan secara analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pereaksi formalin (Schiff, Scryver, KMnO4, Fehling, dan Nash) terhadap sampel bahan pangan yaitu daging ayam, tahu, ikan asin, dan mie basah yang telah diberi formalin dengan variasi konsentrasi 0,01; 0,1; 1,0; 10; 100; dan 1000 ppm. Dari hasil penelitian analisis kualitatif terhadap formalin menunjukan pereaksi yang selektif untuk identifikasi formalin pada keempat bahan pangan adalah pereaksi Schiff, KMnO4, Scryver, Nash. Pereaksi yang sensitif terhadap formalin pada keempat bahan pangan hingga 0,01 ppm adalah Schiff dan KMnO4.Sedangkan pereaksi Scryver dan Nash hanya mampu mendeteksi formalin hingga konsentrasi 100 ppm.
References
Antoni, S. 2010. Analisa kandungan formalin pada ikan asin dengan metode spektrofotometri di Kecamatan Tampan Pekanbaru. Skripsi. Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru.
Fessenden, R.J. 1986. Kimia Organik. Yogyakarta: Penerbit Erlangga.
Jamlean, F.V. 2016. Identifikasi formalin pada berbagai jenis ikan asin yang beredar di Pasar Tradisional X di Kabupaten Y Yogyakarta periode Juni 2015. Jurnal Farmasi Akfarindo, 1(1):43-47.
Drastini, Y. dan Widiasih, D.A. 2009. Studi metode schiff untuk deteksi kadar formalin pada ikan bandeng laut (Chanos-chanos). Jurnal Sain Veteriner, 27(1):21-27.
Shita, A.E. 2016. Selektivitas metode analisis formalin secara spektrofotometri dengan pereaksi Schiff’s. Skripsi. FMIPA, Universitas Negeri Yogyakarta.
Syafitri, W., Firmansyah, A. Hamdani, S. 2012. Skrining pereaksi spot test untuk deteksi kandungan formalin pada bahan pangan. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia, 1(2):1-11.
Khaira, K. 2016. Pemeriksaan formalin pada tahu yang beredar di Pasar Batusangkar menggunakan kalium permanganat (KMnO4) dan kulit buah naga. Sainstek Jurnal Sains dan Teknologi, 7(1):69–76.
Kusumawati, F. dan Trisharyanti, I.D.K. 2004. Penetapan kadar formalin yang digunakan sebagai pengawet dalam bakmi basah di pasar wilayah Kota Surakarta. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 5(1):131–140.
Departemen Kesehatan RI. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Jakarta: Depkes RI.
Rohman, A. 2007. Analisis Makanan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Ham, M. 2008. Membuat Reagen Kimia di Laboratorium. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.
Sikanna, R. 2016. Analisis kualitatif kandungan formalin pada tahu yang dijual di beberapa Pasar di Kota Palu. Kovalen, 2(2):85-90.
Suryadi, H., Kurniadi, M., Melanie, Y. 2014. Analisis formalin dalam sampel ikan dan udang segar dari Pasar Muara Angke. Majalah Ilmu Kefarmasian, 7(3):16–31.
Susanti, S. 2010. Penetapan kadar formaldehid pada tahu yang dijual di Pasar Ciputat dengan metode spektrofotometri UV-Vis disertai kolorimetri menggunakan pereaksi Nash. Skripsi. FKIK, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Saptarini, N.M., Wardati, Y., Supriatna, U. 2011. Deteksi formalin dalam tahu di Pasar Tradisional Purwakarta. Jurnal Penelitian Sains & Teknologi, 12(1):37-44.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
