Formulasi Emulsi Topikal Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Insektisida Alami Pembasmi Kutu Rambut

Authors

  • Rima Hayati Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
  • Cut Putri Balqis Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i2.7372

Keywords:

emulsi topikal, insektisida alami, umbi bawang putih

Abstract

Umbi bawang putih (Allium sativum L.) diketahui mengandung senyawa allicin, flavonoid dan saponin yang memiliki aktivitas sebagai insektisida alami. Berdasarkan penelitian sebelumnya ekstrak umbi bawang putih dengan konsentrasi 8% memiliki waktu bunuh paling efektif terhadap kutu rambut, yaitu dalam waktu 0,0630 jam. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak umbi bawang putih menjadi sediaan emulsi topikal yang berfungsi sebagai insektisida alami kutu rambut. Metode yang digunakan untuk mengekstraksi simplisia umbi bawang putih adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Formula dibuat dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 8% (F1) dan 12% (F2). Emulsi yang dihasilkan berwarna coklat muda (F1) dan coklat (F2) berbentuk cairan kental, memiliki bau khas umbi bawang putih. Emulsi F1 dan F2 menunjukkan susunan yang homogen, mempunyai nilai pH 7,4 (F1) dan pH 6,9 (F2). Emulsi topikal juga mempunyai daya lekat 71,67 detik (F1) dan 84,33 detik (F2), mempunyai daya sebar sebesar 6 cm (F1) dan 5,7 cm (F2). Emulsi topikal mempunyai viskositas sebesar 130,1 cP (F1) dan 152,2(F2) cP. Formula F1 dan F2 memenuhi persyaratan organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tipe emulsi, uji daya lekat, uji daya sebar dan viskositas sediaan emulsi.

References

Anggraeni, I. Editor. 2010. Pengenalan Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati dan Pemanfaatannya secara Tradisional. Palembang: Kementerian Kehutanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan - Pusat Penelitian dan Pengembangan Produktivitas Hutan.

Anief, M. 1996. Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Anonim.1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Diana, K. 2016. Uji Aktivitas anti jamur infusa umbi bawang putih (Allium sativum L.) terhadap Candida albicans serta profil kromatografinya. GALENIKA Journal of Pharmacy, 2 (1): 49 - 58.

Dias, M.F.R.G., Almeida, A.M., Cecato, P.M.R., Adriano, A.R., Pichler, J. 2014. The shampoo pH can affect the hair: Myth or reality? International Journal of Trichology, 6 (3): 95 – 99.

Ermawati, D.E, Martodihardjo, S., Sulaiman, T.N.S. 2017. Optimasi komposisi emulgator formula emulsi air dalam minyak jus buah stroberi (Fragaria vesca L.) dengan metode Simplex Lattice Design. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research, 02; 78 – 89.

Gandahusada, S., Allahude, H.D dan Pribadi, W. Editor. 2006. Parasitologi Kedokteran. Edisi ketiga. Jakarta: Fakultas kedokteran, Universitas Indonesia.

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan, Edisi ke-2. Diterjemahan oleh Kokasih Padmawinata dan Imam Sudiro. Bandung: Penerbit ITB.

Hardiyanto, Devy, N.F., Supriyanto, A. 2007. Eksplorasi, karakterisasi dan evaluasi beberapa klon bawang putih lokal. J. Hort., 17 (4): 307 – 313.

Husna, A., Khathir, R., Siregar, K. 2017. Karakteristik pengeringan bawang putih (Allium sativum L.) menggunakan pengering oven. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 2 (1): 338 – 347.

Jones, K.N and English, J.C. 2003. Review of common therapeutic options in the United States for the treatment of Pediculosis capitis. Clinical Infectious Diseases, 36 (11): 1355 - 1361.

Krstin, S., Sobeh, M., Braun, M.S., Wink, M. 2018. Anti – Parasitic activities of Allium sativum and Allium cepa against Trypanosoma b.brucei and Leishmania tarentolae. Medicines, 5: 37.

Kuswardhani, D.S. 2016. Sehat Tanpa Obat dengan Bawang Merah dan Bawang Putih. Yogyakarta: Rapha Publishing.

Lachman, L., Lieberman, H.A. dan Kanig, J.K. 1994. Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Terjemahan dari Siti Suyatmi. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Manurung, J., Aini, N., Simanjuntak, J., Vidhayanti, H. Editor. 2006. Martin Farmasi Fisika dan Ilmu Farmasetika, Edisi 5. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Natadisastra, D., Agoes, R. Editor. 2009. Parasitologi Kedokteran: Ditinjau dari Organ Tubuh yang Diserang. Jakarta: EGC.

Pritacindy, A.P, Supriyadi, Kurniawan, A. 2017. Uji efektivitas ekstrak bawang putih (Allium sativum) sebagai insektisida terhadap kutu rambut (Pediculus capitis). Preventia: The Indonesian Journal of Public Health, 2 (1):.

Rahman, M.S. 2007. Allicin and other functional active components in garlic: Health beneF1ts and bioavailability. International Journal of Food Properties, 10: 245 – 268.

Robinson, T. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Edisi VI. Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata. Bandung: Penerbit ITB, 156 – 157.

Rowe, R.C. 2006. Handbook of Pharmaceutical Excipients, Fifth Edition London: Pharmaceutical Press.

Sudewo, B. 2012. Basmi Kanker dengan Herbal. Jakarta: Visi Media

Syamsuni. 2007. Ilmu Resep. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Tranggono, R.I., Latifah F. 2007. Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Ulfa, R. 2018. Analisis usahatani bawang putih (Allium sativum L.) dan permasalahannya di Nagari Salayo Tanang Bukit Sileh Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok. Skripsi. Padang: Universitas Andalas.

Voigt, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Diterjemahkan oleh Dr. Soendani N.S. Yogyakarta: UGM Press.

Yousefi, S., Shamsipoor, F., Abadi, Y.S. 2012. Epidemiological study of head louse (Pediculus humanus capitis) infestation among primary school students in rural areas of Sirjan Country, south of Iran. Thrita J Med Sci., 1(2): 53 - 56.

Yuniastuti, K. 2006. Ekstraksi dan identifikasi komponen sulfida pada bawang putih (Allium sativum). Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Downloads

Published

2020-12-31

How to Cite

Hayati, R., & Balqis, C. P. (2020). Formulasi Emulsi Topikal Ekstrak Umbi Bawang Putih (Allium sativum L.) sebagai Insektisida Alami Pembasmi Kutu Rambut. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 17(2), 304–316. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i2.7372

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.