Pemantauan Apoteker terhadap Perubahan Obat DM Tipe 2 Pasien Prolanis dengan Partisipasi Edukatif dan Pemetaan Situasi
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v18i2.9091Keywords:
apoteker, DM Tipe 2, edukasi, obat, pemantauan, prolanisAbstract
Apoteker merupakan salah satu profesi yang dapat berperan penting dalam pemantauan penggunaan obat yang rutin digunakan oleh pasien peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Berdasarkan ketentuan rujuk balik Prolanis, maka seharusnya fasilitas kesehatan primer meneruskan obat dari fasilitas kesehatan rujukan. Namun, seringkali obat yang diperoleh setelah rujuk balik berbeda dengan obat yang diperoleh dari rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk memantau perubahan terhadap pengobatan yang terjadi di rumah pasien, memberikan edukasi dalam penggunaan obat dan memetakan situasi di fasilitas kesehatan primer sehingga menggunakan rancangan observasional deskriptif disertai dengan metode kualitatif yaitu partisipatori aktif, survey dan wawancara mendalam. Penelitian ini melibatkan enam fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Cilacap beserta pengelola Prolanisnya. Kriteria inklusi untuk pasien adalah telah mengikuti Prolanis dengan durasi lebih dari 1 tahun, mendapatkan obat, serta dalam kondisi sadar. Kehamilan dan atau hemodialisa merupakan kriteria eksklusi pasien. Pengambilan data obat di rumah pasien dikomparasikan dengan data dari RS dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Separuh (50%) pasien terpantau oleh apoteker mengalami perubahan penggunaan obat ketika berada di rumah. Hasil wawancara dan pemetaan situasi menunjukkan bahwa apoteker berpeluang melakukan pemantauan obat dalam program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) di rumah pasien, tetapi selama ini belum dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Selain Perkesmas, pasien mendapatkan penyuluhan oleh dokter, pendataan keluarga sehat oleh perawat dan bidan serta konseling oleh petugas gizi. Pengelola Prolanis tidak mengetahui tingkat kepatuhan pasien terhadap penggunaan obat di rumah karena belum ada home care khusus untuk melayani obat pasien Prolanis di rumah. Meskipun ada edukasi yang telah diberikan oleh dokter dan pemberian informasi obat oleh apoteker di fasilitas kesehatan tingkat pertama, dokter dan perawat yang mengelola Prolanis menyatakan bahwa pengetahuan pasien tentang obat masih kurang. Situasi yang dapat menimbulkan ketidakpatuhan pasien menurut dokter adalah tidak adanya pendamping pasien di rumahnya dan ketidakhadiran pasien di fasilitas kesehatan tingkat pertama karena tidak ada yang mengantar. Perawat menganggap bahwa pola hidup pasien Prolanis perlu diperbaiki melalui upaya kolaboratif dengan apoteker. Dalam penelitian ini, apoteker telah berpartisipasi untuk memberikan edukasi terhadap obat yang mengalami perubahan dalam Prolanis, yaitu obat untuk penyakit Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Berdasarkan temuan pemetaan situasi dan adanya perubahan obat DM, baik penambahan, pengurangan, maupun penggantian membuat apoteker perlu melakukan pemantauan dan edukasi terhadap penggunaan obat DM Tipe 2 pada pasien Prolanis.
References
Adibe, M.O., Ukwe, C.V., Aguwa, C.N., 2013. The Impact of Pharmaceutical Care Intervention on the Quality of Life of Nigerian Patients Receiving Treatment for Type 2 Diabetes. Value Health Reg. Issues 2, 240–247. https://doi.org/10.1016/j.vhri.2013.06.007
Collier, I.A., Baker, D.M., 2014. Implementation of a pharmacist-supervised outpatient diabetes treatment clinic. Am. J. Health. Syst. Pharm. 71, 27–36. https://doi.org/10.2146/ajhp130200
Costa, E., Pecorelli, S., Giardini, A., Savin, M., Menditto, E., Lehane, E., Laosa, O., Monaco, A., Marengoni, A., 2015. Interventional tools to improve medication adherence: review of literature. Patient Prefer. Adherence 1303. https://doi.org/10.2147/PPA.S87551
Fulton, J., Hayes, C., 2012. Situational analysis–framing approaches to interpretive inquiry in healthcare research. Int. J. Ther. Rehabil. 19, 662–669. https://doi.org/10.12968/ijtr.2012.19.12.662
Icwari, N., Wirasuta, I., Susanti, N.M.P., 2013. Akseptabilitas pelayanan residensial kefarmasian pada pasien diabetes melitus tipe II tanpa komplikasi. J. Farm. Udayana 2, 1–5.
Kayyali, R., Funnell, G., Harrap, N., Patel, A., 2019. Can community pharmacy successfully bridge the gap in care for housebound patients? Res. Soc. Adm. Pharm. 15, 425–439. https://doi.org/10.1016/j.sapharm.2018.06.011
Lee, J., Alshehri, S., Kutbi, H., Martin, J., 2015. Optimizing pharmacotherapy in elderly patients: the role of pharmacists. Integr. Pharm. Res. Pract. 101. https://doi.org/10.2147/IPRP.S70404
Luh, P.L., Meilinayanti, N.M.L., Susanti, N.M.P., Wirasuta, I.M.A., 2015. Impact of Pharmaceutical Home Care on Compliances and Clinical Outcomes of Hypertensive Patients. Indones. J. Clin. Pharm. 4, 162–174.
Nurfauzi, Y., Wahyono, D., Rahmawati, F., Munif, N., 2020a. Innovative education approaches by geriatric pharmacists and their training needs: A systematic review. Trop. J. Pharm. Res. 19, 1525–1533.
Nurfauzi, Y., Wahyono, D., Rahmawati, F., Yasin, N.M., 2020b. Creative communication in networking services as the social skill of geriatric pharmacist. Int. J. Res. Pharm. Sci. 11, 933–941. https://doi.org/10.26452/ijrps.v11i1.1917
Nurfauzi, Y., Wahyono, D., Rahmawati, F., Yasin, N.M., 2020c. Inovasi Home Care Apoteker melalui Supervisi Penggunaan Obat Geriatri untuk Meningkatkan Kepatuhan Terapi Penyakit Kronis. Indones. J. Clin. Pharm. 9, 147. https://doi.org/10.15416/ijcp.2020.9.2.147
Nurfauzi, Y., Wahyono, D., Rahmawati, F., Yasin, N.M., 2020d. Penilaian Kebutuhan Home Pharmacy Care Untuk Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yang Disertai Hipertensi Pada Usia Lanjut. J. Farm. Indones. 17, 63–77. https://doi.org/10.31001/jfi.v17i1.768
Rojas-Fernandez, C.H., Patel, T., Lee, L., 2014. An Interdisciplinary Memory Clinic: A Novel Practice Setting for Pharmacists in Primary Care. Ann. Pharmacother. 48, 785–795. https://doi.org/10.1177/1060028014526857
Touchette, D.R., Rao, S., Dhru, P.K., Zhao, W., Choi, Y.-K., Bhandari, I., Stettin, G.D., 2012. Identification of and Intervention to Address Therapeutic Gaps in Care. Am. J. Manag. CARE 18, 8.
Wasif Gillani, S., Azhar Syed Sulaiman, S., Baig, M., Oktavia Sari, Y., Maisharah Sheikh Ghadzi, S., Noor Haroon, S., Hafzan Md Hanafiah, N., 2012. Pharmacist intervention in home care program for diabetes patients. J. Diabetes Mellit. 02, 279–293. https://doi.org/10.4236/jdm.2012.23045
Wehling, M. (Ed.), 2013. Drug Therapy for the Elderly. Springer Vienna, Vienna. https://doi.org/10.1007/978-3-7091-0912-0
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
