Potensi Kulit Nanas Sebagai Substrat dalam Pembuatan Nata De Pina

Alwani Hamad, Betty Ika Hidayah, Amiratus Sholekhah, Andi Ghina Septhea

Abstract


ABSTRAK

Nata adalah makanan fungsional yang mempunyai efek menyehatkan apabila dikonsumsi karena mengandung fiber. Nata yang berasal dari buah nanas kita kenal sebagai nata de pina yang dihasilkan dari aktifitas bakteri Acetobacter xylinum. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh potensi kulit buah nanas yang biasanya sebagai limbah sebagai substrat pembuatan nata de pina dibandingkan dengan bagian lain dari buah nanas (bonggol dan daging nanas). Penelitian menunjukkan bahwa yield nata yang dihasilkan dari kulit nanas significant lebih besar dibandingkan dengan bagian buah lainnya. Hasil yield dan tebal nata yang dihasilkan juga significant sama dengan nata de coco (p0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kulit nanas yang menjadi limbah merupakan bagian dari buah nanas yang dapat digunakan sebagai substrat nata de pina dengan hasil yang sama dengan nata de coco.

Kata kunci: nata de pina, kulit nanas, fermentasi, Acetobacter xylinum

ABSTRACT

Nata is a functional food that has healthful effects when consumed because it contains fiber. Nata derived from pineapple fruit known as nata de pina resulting from the activity of bacteria Acetobacter xylinum. This study aims to determine the potential influence of pineapple fruit skin is usually as waste as a substrate making nata de pina compared to other parts of the pineapple (pineapple core and meat). Research shows that the yield nata produced from pineapple skin significantly larger than the other parts of the fruit. Results yield and thick nata produced significant also the same as nata de coco (P 0.05). From this study it can be concluded that the pineapple skin that becomes waste is part of the pineapple fruit that can be used as a substrate nata de pina with the same results with nata de coco.

Keywords: nata de pina, pineapple skin, fermentation, Acetobacter xylinum


Keywords


nata de pina; kulit nanas; fermentasi; Acetobacter xylinum

References


Budhiono, A., Rosidi, B., Taher, H., & Iguchi, M. (1999). Kinetic aspects of bacterial cellulose formation in nata de coco culture system. Carbohydrate polymer, 40, 137 - 143.

Campano, C., Balea, A., Blanco, A., & Negro, C. (2016). ENHANCEMENT OF THE FERMENTATION PROCESS AND PROPERTIES OF BACTERIAL CELLULOSE. A REVIEW. Cellulose, 23(1), 57 - 91.

Collado, L. S. (1986, November, 13 - 15 ). Processing and problem of the industry in the Philipines. Paper presented at the Traditional Food and Their Processing in Asia, Tokyo.

Edria, D., Wibowo, M., & Elvita, K. (2008). Pengaruh penambahan kadar gula dan kadar nitrogen terhadap ketebalan, tekstur dan warna nata de coco. Bogor: Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan , IPB.

Iguchi, M., Yamanaka, S., & Budhiono, A. (2000). Bacterial cellulose a masterpiece of nature's arts. Journal of Material Science 35 261 - 270.

Moat, A. G. (1988). Microbial Physiology. New York: John Willey and Sons Inc.

Nurmiati. (2010). Pengaruh penggunaan dosis gula dan asam cuka terhadap perkembangan Acetobacter xylinum dalam stater Nata de coco. Paper presented at the Seminar dan Rapat Tahunan BKS - PTN Wilayah Barat ke 21, Pekan Baru.

Padrao, J., Gonçalves, S., Silva, J. P., Sencadas, V., Lanceros-Mendez, S., Pinheiro, A. C., . . . Dourad, F. (2016). Bacterial cellulose-lactoferrin as an antimicrobial edible packaging. Food Hydrocolloids, 58, 126 - 140.

Palungkun, R. (1992). Aneka Produk Olahan Kelapa (2 ed.). Jakarta: Penerbit UI-Press.

Priyanto, Z. B. (2011). Analisis usaha Nata de coco. Yogjakarta: STIMIK AMIKOM Yogjakarta.

Rukmana, R. (1996). Nenas: Budidaya dan pasca panen. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Skinner, P. O. N., & Cannon, R. E. (2000). Acetobacter xylinum: An Inquiry into celulose biosynthesis. The American Biology Teacher, 62(6).


Full Text: PDF

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN: 2549-9750