Kopiah dan Sarung Identitas Pesantren: Histori Perlawanan Santri Terhadap Kebudayaan Eropa

https://doi.org/10.30595/ajsi.v4i2.18824

Authors

  • Firdausi Firdausi <em><span lang="IN">Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Guluk Guluk Sumenep</span></em>
  • Sahrawi Sahrawi Program Studi PGMI, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep
  • Daruri Aziz Program Studi PGMI, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep
  • Moh Tohari Program Studi PAI, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Aqidah Usymuni Sumenep

Keywords:

Kopiah dan Sarung, Pesantren, Budaya Eropa, Santri

Abstract

Artikel ini menganalisis tradisi mengenakan kopiah dan sarung di lingkungan pesantren sehingga menjadi identitas santri dan memberikan penetrasi pada mode pakaian Eropa yang dibawa oleh penjajah ke Nusantara. Tujuan penulisan ini untuk mengetahui sejarah dan bentuk perlawanan masyarakat pesantren terhadap kebudayaan Eropa  di masa lalu terutama di masa penjajahan. Untuk mengungkap teka teki tersebut, penulis menggunakan metode historiografi dengan pendekatan heuristik (pengumpulan data), baik berupa dokementasi, arsip, buku, artikel, skripsi dan sebagainya sehingga bisa menjaring sebanyak mungkin jejak-jejak sejarah di masa lampau yang berhubungan tema penelitian ini. Setelah menguji keautentikan data dan menghubungkan dengan data yang lainnya, menegaskan bahwa kopiah dan sarung adalah tradisi pesantren yang fungsinya sebagai pakaian ibadah, acara keagamaan, identitas santri, identitas masyarakat, simbol pembeda anatra pribumi dan penjajah atau pelawanan dalam ranah perjuangan kemerdekaan. Memakai kedua simbol ini menandakan kezuhudan dan implementasi ilmu serta tradisi yang mengakar kuat di lingkungan pesantren. Bagaimana pun, hingga saat ini menjadi rujukan umat Islam di Indonesia dan keberadaannya menjadi episentrum peradaban dunia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

A Afif Amrullah, M Sholeh Qosim. (2014). Tuntunan Shalat. Jakarta: LTM PBNU.

Bizawie, Zainul Milal. (2014). Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad Garda Depan Menegakkan Indonesia 1945-1949. Tangerang: Pustaka Compas

Chodjim, Achmad. (2013). Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat. Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta.

Daulay, Putra, Haidar. (2007). Sejarah Pertumbuhan dan Pembaharuan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Teras.

DPRD Kabupaten Gresik. (2008). Sang Kopyah: Simbol Nasionalisme yang Terlupakan. Gresik: DPRD Gresik.

Gottschalk, Louis. (1969). Mengerti Sejarah, Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: UI Press.

Hadiwijaya, D. (2020), Kopiah/Peci sebagai Salah Satu Atribut Identitas Bangsa Indonesia, Journal of Applied Science 1 (2). 31-40

Kertamuki, K. (2013). Komunikasi Simbol: Peci dan Pancasila, Jurnal Komunikasi Profetik, 6(1), 53-66

Koentjaraningrat. (1965). Pengantar Antropologi, Cetakan ke 2. Jakarta: Unufersitas.

Madjid, Nurcholish. (1997). Bilik-bilik Pesantren: Sebuah Potret Perjalanan. Jakarta: Paramadina.

Mun’im DZ, Abdul. (2017). Fragmen Sejarah NU Menyambung Akar Budaya Nusantara. Ciputat Tangerang: Pustaka Compass.

Padiatra, A.M (2020), Ilmu Sejarah: Metode dan Praktik, Geresik: JSI Press

Rahem, Zaitur. (2019). Jejak Intelektual Pendidikan Islam Generasi Salafiyah dan Khalafiyah. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Ricklef, M.C. (1991). Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sabiq, Zamzami. (2021). Konseling Pesantren. Yogyakarta: Bintang Pustaka Madani.

Shulhan, S. (2021). Transformasi Modernisasi Pesantren Salaf. Jurnal Perspektif, 14(2), 321–338. https://doi.org/10.53746/perspektif.v14i2.54

Shulhan, S. (2022). Establishing The Export Agent of Indonesia’s Moderate Islam Since The Elementary School Age. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 6(1), 968-979. https://doi.org/10.36835/ancoms.v6i1.339

Shulhan, S., Ar, S., Asy’ari Najmuddin, H., & Bahrur Rozi, A. (2023). Significance of Islamic Education Institutions “Pesantren” in Strengthening Moderate Islamic Studies in Indonesia. Edukasia Islamika, 8(1), 81 - 96.https://doi.org/10.28918/jei.v8i1.7022

Suciati. (2008). Karakteristik Iket Sunda di Bandung dan Sumedang Periode 1968-2006, Vol.2. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Tidjani Djauhari, M. (2008). Membangun Madura. Jakarta: TAJ Publishing.

Zaenuddin. (2015). Asal-Usul Benda-benda di Sekitar Kita Tempo Doeloe. Jakarta: Zaytuna Ufuk Abadi.

Zuhry, Ach Dhofir. (2018). Peradaban Sarung. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Anam, S., Zulkarnaen, I. (2021). Tradisi Berkopiah dalam Etika Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Mathlabul Ulum Desa Jaddung”, Ahsana Media: Jurnal Pemikiran, Pendidikan dan Penelitian Keislaman 7 (1), 51-62

Linnaja, N., El-Syam, R.S. (2023). Filosofi Sarung dalam Diskursus Pendidikan Islam, Jispendiori: Jurnal Ilmu Sosial, Pendidikan dan Humaniora 2 (1)

Khuluq, L., Mumazziq, R Z, Sahal, H, Usman, A. (2-23) Ikhtisar Biografi Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari 1871-1947, Jakarta: LTN PBNU, 2023

Downloads

Published

2023-09-12

How to Cite

Firdausi, F., Sahrawi, S., Aziz, D., & Tohari, M. (2023). Kopiah dan Sarung Identitas Pesantren: Histori Perlawanan Santri Terhadap Kebudayaan Eropa. Alhamra Jurnal Studi Islam, 4(2), 195–206. https://doi.org/10.30595/ajsi.v4i2.18824

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.