Terapi Seft Menurunkan Intensitas Kebiasaan Merokok Di Kelurahan Sambutan Kota Samarinda

https://doi.org/10.30595/jppm.v3i2.3899

Authors

  • Muhammad Aminuddin Universitas Mulawarman
  • Iwan Samsugito Universitas Mulawarman
  • Dwi Nopriyanto Universitas Mulawarman
  • Rita Puspasari Universitas Mulawarman

Keywords:

Merokok, Terapi SEFT, Sambutan

Abstract

Jumlah perokok dari tahun ke tahun semakin meningkat. Negara Indonesia menempati urutan ketiga di dunia berdasarkan tingginya jumlah perokok setelah Cina dan India.Spriritual Emotional Freedom Technique (SEFT) merupakan terapi yang memadukan antara kekuatan spiritual dan energi psikologi, dan didapatkan efek pelipat gandaan (amplifying effect) serta dapat menurunkan intensitas kebiasaan merokok. Tujuan kegiatan ini adalah (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok dan menigkatkan kesadaran untuk berhenti merokok, (2) menurunkan intensitas kebiasaan merokok masyarakat dengan terapi SEFT. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah survei keluarga, pendidikan kesehatan dan terapi SEFT. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan jumlah perokok di kelurahan Sambutan kota Samarinda masih tinggi. Didapatkan 420 KK (48,4%) yang minimal memiliki satu orang anggota keluarganya yang merokok dan mayoritas (49,05%) menghabiskan 1 bungkus perhari dengan lama merokok terbanyak lebih dari 10 tahun (62,4%).Penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya rokok dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku sehat dengan berhenti merokok. Terapi SEFT dapat menurunkan intensitas kebiasaan merokok masyarakat di kelurahan Sambutan kota Samarinda.

References

Blaise, C. F., Suriadi, & Hafizah, R. (2015). Efektifitas terapi SEFT (spiritual emotional freedom technique) terhadap penurunan intensitas merokok di klinik berhenti merokok UPTD puskesmas kecamatan Pontianak kota. Proners, 3(1), 1–10.

Budianto, Z. (2015). Efektivitas spritual emotional freedom technique ( SEFT ) untuk mengurangi frekuensi kekambuhan penyakit migrain. JIPT, 03(02), 215–248.

Fawzani, N., & Triratnawati, A. (2005). Terapi berhenti merokok. Makara, 9(1), 15–22.

Kaplan, H. ., Sadock, B., & Grebb, J. . (1997). Sinopsis psikiatri. Jakarta: Binapura Aksara.

Kemenkes RI. (2015). Perilaku merokok masyarakat Indonesia berdasarkan riskesdas 2007 dan 2013. Infodatin, 1–11.

Riska, D. W. (2016). Implementasi perwalikota Samarinda nomor 51 Tahun 2012 tentang kawasan tanpa rokok ( KTR pada puskesmas rawat inap Palaran. Administrasi Publik, 4(2), 4174–4188.

Sulifan, Y., & Muhid, A. (2014). Efektifitas terapi SEFT ( Spiritual Emotional Freedom Technique ) untuk mengurangi perilaku merokok remaja madya, 9(1), 86–95.

Zainudin, A. F. (2012). SEFT for healing, success, happiness, greatness. Jakarta: Afzan Publishing.

Downloads

Published

2019-09-17

How to Cite

Aminuddin, M., Samsugito, I., Nopriyanto, D., & Puspasari, R. (2019). Terapi Seft Menurunkan Intensitas Kebiasaan Merokok Di Kelurahan Sambutan Kota Samarinda. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 3(2), 329–335. https://doi.org/10.30595/jppm.v3i2.3899

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.