Iptek Bagi Inovasi Daerah: Pengelolaan Gula Aren di Mandalagiri Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya

https://doi.org/10.30595/jppm.v6i1.6743

Authors

  • Nur Arifah Qurota A'yunin Universitas Siliwangi
  • Dedi Natawijaya Universitas Siliwangi
  • Suhartono Suhartono Universitas Siliwangi

Keywords:

Aren, Bibit, Gula, Inovasi, Kualitas

Abstract

Tanaman aren di Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan dan kehutanan. Kecamatan Leuwisari adalah memiliki lahan tanaman aren luas dengan Desa Mandalagiri merupakan desa yang memiliki areal terluas yang sebagian besar warganya berprofesi sebagai petani/pekebun aren. Pengrajin gula aren di desa Mandalagiri sejauh ini baru mengolah nira aren menjadi gula aren cetak saja, dengan proses dan alat sederhana secara turun temurun, dijajakan secara sederhana dan belum membidik segmen pasar yang lebih luas. Permasalahan yang menjadi prioritas dalam usaha aren yaitu: keterbatasan modal; sebagian besar tanaman kurang produktif, mutu produk masih rendah, agroindustry aren belum berkembang; keterbatasan SDM dan kelembagaan petani. PkM Iptek bagi Inovasi Daerah (IbID) ini memiliki target untuk meningkatkan inovasi dan nilai tambah daerah yang bisa dikembangkan melalui kegiatan edukasi dan pelatihan berkaitan dengan pemanfaaatan sumber daya lokal atau potential indigenous berupa tanaman aren. Kegiatan ini berbasis aplication of research di home industry gula aren Desa Mandalagiri dilakukan dengan metode technical assistance (pendampingan tenaga ahli) dan learning by doing (belajar sambil bekerja) baik dalam penerapan, pengembangan iptek dan manajemen usaha. Kegiatan PkM Ipteks bagi Inovasi Daerah (IbID)ini memeperoleh hasil berupa peningkatan pengetahuan dan ketrampilan petani-perajin aren di Desa Mandalagiri dalam hal melakukan  inovasi pada a) budidaya aren berupa mampu memproduksi bibit aren dan media tanam aren yang baik b) produk gula aren berupa gula semut aren ukuran 20 mesh; gula aren koin dan  gula aren organik.

References

Badan Pusat Statistik. 2018. Kecamatan Leuwisari Dalam Angka Tahun 2018. BPS Kabupaten Tasikmalaya

Cahyadi, D.G.G. 2018. Analisis Ekonomi Dan Pengembangan Aren Yang Berkelanjutan (Kasus: Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat). Tesis. Sekolah Pascasarjana : IPB, Bogor.

Karseno, Retno S, dan Pepita H. 2013. Penggunaan Bubuk Kulit Buah Manggis Sebagai Laru Alami Nira Terhadap Karakteristik Fisik Dan Kimia Gula Kelapa. Jurnal Pembangunan Pedesaan,13(1): 27-38

Karseno dan Herminanto. 2016. Pendampingan Penerapan Pengawet Nira Alami Tangkis Pada Perajin Gula Kelapa Di Desa Limpakuwus Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Prosiding Seminar Nasional : “Pengembangan Sumber Daya Perdesaan dan Kearifan Lokal Berkelanjutan VI” 24-25 November 2016. Purwokerto.

Indraningsih, Kurnia Suci. 2017. “Peran Penyuluhan Dalam Mendukung Pertanian Terpadu Untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan Dan Energi.” Jurnal Pusat Sosial Ekonomi Pertanian 35(4): 445–54.

Natawijaya, D.,Suhartono, Undang. 2018. Analisis Rendemen Nira Dan Kualitas Gula Aren (Arenga pinnata Merr.) Di Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Agroforestri Indonesia. Volume 1 No. 1:57-64.

Naufalin, R. 2019. Penerapan Good Manufacturing Practice (GMP) pada Industri Gula Kelapa. UNSOED Press.

Downloads

Published

2022-03-25

How to Cite

A’yunin, N. A. Q., Natawijaya, D., & Suhartono, S. (2022). Iptek Bagi Inovasi Daerah: Pengelolaan Gula Aren di Mandalagiri Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 6(1), 51–56. https://doi.org/10.30595/jppm.v6i1.6743