Analisis Kadar Vitamin C pada Buah Naga Merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose) dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose) di Kepulauan Riau menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet

Authors

  • Suhaera Suhaera Prodi Sarjana Farmasi STIKes MITRA BUNDA PERSADA
  • Suci Fitriani Sammulia Prodi Sarjana Farmasi STIKes MITRA BUNDA PERSADA
  • Hayatul Islamiah Prodi Sarjana Farmasi STIKes MITRA BUNDA PERSADA

DOI:

https://doi.org/10.30595/pharmacy.v16i1.4579

Keywords:

buah naga, vitamin C, spektrofotometri ultraviolet

Abstract

Buah naga merupakan salah satu buah yang mengandung vitamin C. Telah dilakukan penelitian tentang analisis kadar vitamin C pada buah naga merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose) dan buah naga putih (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose)  di Batam menggunakan spektrofotometri ultraviolet. Pada penelitian ini daging buah naga segar dihaluskan dengan blender, disaring, dan dilakukan uji kualitatif terlebih dahulu. Setelah itu dilakukan uji kuantitatif untuk menentukan kadar vitamin C menggunakan spektrofotometri ultraviolet dengan panjang gelombang 264 nm dan vitamin C sebagai pembandingnya. Hasil penelitian ini menunjukan kadar vitamin C pada buah naga putih lebih tinggi dibanding buah naga merah.  

References

Andarwulan, N. dan Koswara, S. 1992. Kimia Vitamin. Jakarta: CV Rajawali.

Arel, A., Martinus, B.A., Ningrum, S.A. 2017. Penetapan kadar vitamin C buah naga merah (Hylocereus costaricensis (FAC Weber) Britton & Rose) dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Scientia: Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 7(1):1-5.

Astarini, I.A. 2010. Uji viabilitas dan perkembangan serbuk sari buah naga putih (Hylocereus undatus), merah (Hylocereus polyrhizus) dan super merah (hylocereus costaricensis) setelah penyimpanan. Jurnal Biologi, 14(1):39-44.

Dharmayudha, A.A.G.O. dan Anthara, M.S. 2011. Identifikasi golongan senyawa kimia dan pengaruh ekstrak etanol buah naga daging putih (Hylocereus undatus) terhadap penurunan kadar glukosa darah serta bobot badan tikus putih jantan (Rattus novergicus) yang diinduksi aloksan. Buletin Veteriner Udayana, 5(1):31-40.

Febrianti, N., Yunianto, I., Dhaniaputri, R. 2016. Kandungan antioksidan asam askorbat pada buah-buahan tropis. BioWallacea Jurnal Ilmiah Biologi, 2(1):1-5.

Louarme, L. dan Billaud, C. 2012. Evaluation of ascorbic acid and sugar degradation products during fruit dessert processing under conventional or ohmic heating treatment. LWT- Food Science and Technology, 49(2):184-187.

Putra, A.A. 2011. Penetapan kadar vitamin C dari bawang putih (Allium sativum L.) secara titrasi 2,6-diklorofenol indofenol. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara.

Rahmawati, B. dan Mahajoeno, E. 2010. Variasi morfologi, isozim, dan kandungan vitamin C pada varietas buah naga. Bioteknologi, 7(1):35-44.

Downloads

Published

2019-09-19

How to Cite

Suhaera, S., Sammulia, S. F., & Islamiah, H. (2019). Analisis Kadar Vitamin C pada Buah Naga Merah (Hylocereus lemairei (Hook.) Britton & Rose) dan Buah Naga Putih (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose) di Kepulauan Riau menggunakan Spektrofotometri Ultraviolet. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), 16(1), 146–152. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v16i1.4579

Similar Articles

<< < > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.