Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Obat Antiretroviral Atripla dan T/H/A pada Pasien HIV Rawat Inap RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi Tahun 2017-2018
DOI:
https://doi.org/10.30595/pharmacy.v17i1.7061Keywords:
analisis efektivitas biaya, atripla, HIV, T/H/AAbstract
Human Immunodeficiency Virus (HIV) telah manjadi masalah darurat global. HIV merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengobatan seumur hidup. Infeksi yang disebabkan oleh HIV ini dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga menimbulkan infeksi oprtunistik pada penderita. Infeksi opurtunistik tersebut dapat memperpanjang lama rawatan pada penderita, sehingga menambah biaya pengobatan HIV. Penelitian ini merupakan studi farmakoekonomi. Sampel diperoleh dari data rekam medis pasien HIV rawat inap tahun 2017-2018 yang memenuhui kriteria inklusi yang diambil secara purposive sampling. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah 24 orang. Persentase kelompok usia pasien 17-25, 26-35, 36-45, dan 46-55 tahun masing-masing sebesar 33,33; 33,33; 29,17; dan 4,17%. Persentase jenis kelamin laki-laki dan perempuan masing-masing 54,17 dan 45,83%. Pekerjaan pasien meliputi wiraswasta (41,67%), IRT (41,67%), petani (8,33%), pegawai swasta (8,33%). Persentase lama rawatan <9 hari dan >9 hari masing-masing sebesar 83,33 dan 16,67%. Antiretroviral (ARV) yang digunakan adalah atripla (EFV 600 mg, AZT 300 mg, TDF 300 mg) dan T/H/A (kombinasi TDF 300 mg, hiviral/lamivudine 150 mg, dan aluvia (lopinavir/ritonavir 200 mg/50 mg)), yaitu sebesar 66,67 dan 33,33%. Rata-rata biaya medis langsung atripla sebesar Rp1.547.713,00, sedangkan pada T/H/A sejumlah Rp2.962.642,00. Persentase efektifitas atripla adalah 87,5%, sedangkan T/H/A sebesar 75%. Nilai incremental cost-effectiveness ratio (ICER) sebesar -113.194,32. Analisis efektifitas biaya penggunaan ARV pada pasien rawat inap di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi pada tahun 2017-2018 menunjukkan bahwa atripla merupakan ARV yang paling efektif secara biaya dan outcome (lama rawat).
References
Andayani, T.M. 2013. Farmakoekonomi Prinsip dan Metodologi. Yogyakarta: Bursa Ilmu Karangkajen.
Citraningtyas, G., Ruru, R.I., Nalang, A., Ratulangi, U.S. 2019. Analisis efektifitas biaya penggunaan antibiotik sefiksim dan sefotaksim pasien diare di Rumah Sakit X tahun 2017. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi, 8(4):145–152.
Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 2005. Pedoman Bersama ILO/WHO tentang Pelayanan Kesehatan dan HIV/AIDS. Jakarta: Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Khoiriyah, S.D., Lestari, K. 2018. Review artikel: kajian farmakoekonomi yang mendasari pemilihan pengobatan di Indonesia. Farmaka, Suplemen 16(3):134-145.
Ditjen P2P. 2017. Laporan Situasi Perkembangan HIV-AIDS & PIMS DI Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Hardjadipura, E.P., Hasan, D., Winulyo, E.B. 2018. Cost effectiveness analysis penggunaan obat ARV kombinasi serta pengaruhnya terhadap kualitas hidup pasien HIV-AIDS di Poliklinik Rawat Jalan RS Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Farmagazine: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 5(3):53-66.
Suharmiati, Handayani, L., Roosihermiatie, B. 2019. Analisis biaya obat unit rawat jalan pada rumah sakit badan layanan umum (BLU)/Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Di Indonesia. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 9(2):126–139.
Julg, B., Bogner, J.R. 2008. AtriplaTM–HIV therapy in one pill. Therapeutics and Clinical Risk Management, 4(4):573–577.
Kemenkes RI. 2018. Infodatin: Situasi Umum HIV/AIDS dan Tes HIV. file:///C:/Users/HP/AppData/Local/Temp/InfoDatin-HIV-AIDS-2018.pdf. Data diakses pada 2 Maret 2019.
Kemenkes RI. 2012a. Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan Terapi Antiretoviral. Jakarta: Kemenkes RI.
Kemenkes RI. 2012b. Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi. Jakarta: Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Kemenkes RI. 2011. Juknis SIRS Sistem Informasi Rumah Sakit. Jakarta: Direktur Jendral Bina Upaya Kesehatan.
Lubis, I.K. 2017. Analisis length of stay (LOS) berdasarkan faktor prediktor pada pasien DM tipe II di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Vokasional, 2(2):161–166.
Musnelina, L., Afdhal, A.F., Gani, A., Andayani, P. 2004. Analisis efektifitas biaya pengobatan demam tifoid anak menggunakan kloramfenikol dan seftriakson di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta Tahun 2001-2002. Makara Journal of Health Research, 8(2):59–64.
Roselinda, Wibowo, H.A., Setiawaty, V. 2015. Karakteristik pekerjaan pada kasus human immunodeficiency virus-1 dan artikel riset karakteristik pekerjaan pada kasus human immunodeficiency virus-1 dan subtipenya di tujuh provinsi di Indonesia pada tahun 2011. Jurnal Biotek Medisina Indonesia, 4(2):71-76.
Umam, H., Dewi, Y.I., Elita, V. 2015. Identifikasi karakteristik orang risiko tinggi HIV dan AIDS tentang program pelayanan voluntary counseling and testing (VCT). Jurnal Online Mahasiswa Bidang Ilmu Keperawatan, om 2(1):853-862.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
