Sejarah 6 Tokoh Muhammadiyah Di Kalimantan Barat Yang Menginspirasi
https://doi.org/10.30595/islamadina.v24i1.14368
Keywords:
Tokoh Muhammadiyah, Kalimantan BaratAbstract
Tulisan ini berlatar belakang dari betapa pentinggnya sejarah itu sendiri, khususnya sejarah berkembangnya organisasi Muhammadiyah di Kalimantan Barat. Beberapa tokoh penting yang berperan diantaranya, H. Ahmad Mawardi Dja’far, H. A. Rahim Dja’far, Chatib Syarbaini, H. Ishaq Saleh, Muhammad bin Djaie, dan H. Yusuf Haris. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengetahui sejarah hidup dan peran yang diberikan oleh keenam tokoh tersebut terhadap perkembangan oreganisasi Muhammadiyah di Kalimantan Barat. Sumber referensi diperoleh melalui literatur berupa buku-buku dan artikel penelitian. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa keenam tokoh tesebut memiliki peran yang besar tehadap perkembangan organisasi Muhammadiyah di Kalimantan Barat. Adapun peran yang dilakukan oleh H. Ahmad Mawardi Dja’far sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Kalimantan Barat Periode 1968-1971, dan mendirikan Kepanduan Hizbul Wathan Muhammadiyah. Peran H. A. Rahim Dja’far sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah selama 4 periode dari tahun 1978-1995, mendirikan 2 Perguruan Tinggi Muhamamdiyah yaitu Universitas Muhammadiyah Pontianak pada tahun 1990 dan STIK Muhammadiyah tahun 1992. Peran Chatib Syarbaini sebagai salah satu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah periode 1978-1982, menjadi Wakil Ketua Majelis P & K (sekatang Dikdasmen) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Barat. Peran H. Ishaq Saleh menjadi Aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Barat pada tahun 1967-1977, menjadi salah satu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat selama 4 periode dari tahun 1978-2000, berperan dalam berdirinya Universitas Muhammadiyah Pontianak, Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak, dan menjadi penasehat PWM Kalinatan Barat periode 2015-2020. Peran Muhammad bin Djaie pendiri Muhammadiyah Ranting Setapuk Besar, dan aktif membina organisasi otonom Muhammadiyah seperti Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah di Setapuk Besar. Peran H. Yusuf Haris mendirikan Muhammadiyah di Kabupaten Sintang, sekaligus menjadi ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sintang dari tahun 1963-1985. Berperan dalam pendirian SMP dan SMA Muhammadiyah Sintang, SMP dan SMA Muhammadiyah di Nanga Pinoh.
Downloads
References
Ajisman. Perkembangan Lembaga Agama di Kotamadya Pontianak Pada Akhir Abad ke 20. Jurnal Penelitian dan Budaya. Vol. 2, No.1, Juni 2016. https://jurnalbpnbsumbar.kemdikbud.go.id/index.php/penelitian/article/view/77. DOI: https://doi.org/10.36424/jpsb.v2i1.77.
Irmayanti. Sejarah Pendidikan Islam di Kalimantan Barat. Jurnal Studi Islam Lintas Negara. Vol.3, No.2.2021. http://journal.iaisambas.ac.id/index.php/CBJIS/article/view/1014.
Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah. (2020). 100 Tokoh Muhammadiyah yang Menginspirasi. Jakarta.
Pusat Penelitian Sejarah dan Budaya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.1978. Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Kalimantan Barat. Jakarta : Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah (P3KD). http://repositori.kemdikbud.go.id/7645/1/SEJARAH%20KEBANGKITAN%20NASIONAL%20DAERAH%20KALIMANTAN%20BARAT.pdf
Pusat Pengkajian Al Islam KeMuhammadiyahan (PPAIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya. Modul Kuliah AIK-3 Kemuhammadiyahan. 2020. Surabaya : PPAIK Universitas Muhammadiyah Surabaya.http://repository.um-surabaya.ac.id/4528/1/MODUL_AIK_3_Kemuhammadiyahan.pdf
Tim Pembina Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.1990. Muhammadiyah Sejarah Pemikira dan Amal Usaha. Malang: PT Tiara Wacana Yogya dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Zahro, Hanifatuz,dkk. Sejarah Perkembnagan Muhammadiyah Di Kota Pontianak Dari Tahun 1990-2000. Jurnal Pendidian dan Pembeljaran Khatulistiwa, Vol.8, No.7, 2019. https://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/34406. DOI: http://dx.doi.org/10.26418/jppk.v8i7.34406
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Hamdil Mukhlishin, Rianawati Rianawati, Muhamad Tisna Nugraha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









