Analisis Kadar Vitamin C pada Buah Jeruk Menggunakan Metode Titrasi Iodometri
DOI:
https://doi.org/10.30595/sainteks.v17i1.8530Keywords:
titrasi iodometri, vitamin C, jerukAbstract
Vitamin C sebagai salah satu vitamin yang sangat penting bagi kesehatan tubuh banyak terdapat di berbagai macam buah segar khususnya buah jeruk. Buah jeruk yang sangat digemari masyarakat Indonesia adalah jeruk berastagi dan keprok. Selain warnanya yang cerah, kandungan vitamin C buah jeruk tergolong tinggi. Vitamin C atau asam askorbat adalah komponen berharga dalam makanan karena berguna sebagai antioksidan dan mengandung khasiat pengobatan. Karena peran vitamin C sangat penting, maka perlu diketahui kandungan vitamin C buah jeruk dengan harapan dapat dijadikan acuan dalam memilih buah jeruk sesuai kebutuhan dan selera. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kadar vitamin C menggunakan metode titrasi iodometri. Sampel dalam penelitian ini adalah jeruk berastagi dan jeruk keprok. Hasil analisis diperoleh informasi bahwa kadar vitamin C jeruk berastagi lebih tinggi dibanding jeruk keprok dengan selisih 0.88%.References
Claus, E. P., Tyler, V. E., & Brady, L. R. (1970). Pharmacognosy. Lea & Febiger.
Fortuna, T., Juszczak, L., & Palasinski, M. (2001). Properties of corn and wheat starch phosphates obtained from granules segregated according to their size. Electronic Journal of Polish Agricultural Universities, 4(2), 417–419.
Goodman, S. (1991). Vitamin C, the master nutrient. Keats Publishing.
Guyton, A. C. (2007). Biokimia untuk Pertanian. Universitas Sumatera Utara Press.
Harjadi, W. (1990). Ilmu Kimia Analitik Dasar. Gramedia.
Khomsan, A. (2010). Pangan dan Gizi untuk Kesehatan. Rajagrafindo Persada.
Pauling, L. (1971). General Chemistry (4th ed.). Gaya Baru.
Pracaya. (2003). Jeruk Manis Varietas, Budidaya, dan Pascapanen. Penebar Swadaya.
Rahmawati, A. A. D. (2015). Jeruk Pontianak dan Jeruk Berastagi, Jeruk Lokal Populer yang Manis Segar. Https://Food.Detik.Com/Info-Kuliner/d-3064511/Jeruk-Pontianak-Dan-Jeruk-Berastagi-Jeruk-Lokal-Populer-Yang-Manis-Segar. https://food.detik.com/info-kuliner/d-3064511/jeruk-pontianak-dan-jeruk-berastagi-jeruk-lokal-populer-yang-manis-segar
Rismarini, P. (2018). Cari Tahu Manfaat dari Jeruk Keprok, Bagus Banget Buat Cewek nih, Penasaran? Https://Www.Grid.Id/Read/04620620/Cari-Tahu-Manfaat-Dari-Jeruk-Keprok-Bagus-Banget-Buat-Cewek-Nih-Penasaran?Page=all. https://www.grid.id/read/04620620/cari-tahu-manfaat-dari-jeruk-keprok-bagus-banget-buat-cewek-nih-penasaran?page=all
Sweetman, S. C. (2005). Martindale: The Complete Drug Reference (34th ed.). Pharmaceutical Press.
Vernandes, A. (2017). Iodin (I) : Sifat, Penemuan, Sumber, Reaksi fan Kegunaannya. Https://Www.Avkimia.Com/2017/03/Iodin-i-Sifat-Penemuan-Sumber-Reaksi-Dan-Kegunaannya.Html. https://www.avkimia.com/2017/03/iodin-i-sifat-penemuan-sumber-reaksi-dan-kegunaannya.html
Widjanarko, ‪Simon B. (2002). Analisa Hasil Pertanian. Universitas Brawijaya.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)

