Kandungan Asam Amino Tepung Bulu Ayam yang Difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560 dan Bacillus subtilis Sebagai Bahan Baku Pakan Ikan
DOI:
https://doi.org/10.30595/sainteks.v18i2.13067Keywords:
asam amino, Bacillus licheniformis B2560, Bacillus subtilis, fermentasi, tepung bulu ayamAbstract
Kualitas pakan ikan salah satunya ditentukan oleh kandungan protein dan asam amino. Penelitian bertujuan untuk mengkaji kandungan asam amino tepung bulu ayam yang difermentasi dengan Bacillus licheniformis B2560 dan Bacillus subtilis sebagai bahan baku pakan ikan. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial, yaitu perlakuan I : fermentasi (A1 : kontrol/non fermentasi, A2 : fermentasi dengan B. licheniformis B2560, A3 : fermentasi dengan B. subtilis), dan perlakuan II : jumlah inokulum (B1 : jumlah inokulum 5 mL, B2 : jumlah inokulum 10 mL, B3 : jumlah inokulum 15 mL, masing-masing untuk tepung bulu ayam sebanyak 2 g). Parameter penelitian yang diamati adalah kandungan asam amino. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (Anova) dan dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf uji 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi tepung bulu ayam menggunakan B. licheniformis B2560 dapat meningkatkan kandungan beberapa jenis asam amino lebih tinggi dibandingkan dengan B. subtilis. Jumlah inokulum 15 mL lebih optimal dalam mendegradasi protein keratin menjadi asam amino. Jenis asam amino dengan kandungan yang sesuai untuk kebutuhan ikan adalah asam glutamat, serin, glisin, treonin, arginin, tirosin, valin, fenilalanin, isoleusin, dan leusin.
References
Abubakar, Triyantini, Setyanto, H., Supriyati, Sugiarto, and Wahyudi, M. (2000) Survey potensi ketersediaan bulu ayam, cara pengolahan dan pemotongan ternak ayam di TPA. Laporan Penelitian T.A. 1999/2000. Balai Penelitian Ternak. Bogor.
Achmad, W. (2001). Potensi limbah agroindustri sebagai pakan sapi perah. Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Badan Pusat Statistik. (2020a). Peternakan. BPS. Jakarta. www.bps.go.id. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2021.
Badan Pusat Statistik. (2020b). Konsumsi dan Pengeluaran. BPS. Jakarta. www.bps.go.id. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2021.
Brandelli, A. (2008). ‘Bacterial keratinases: useful enzymes for bioprocessing agroindustrial wastes and beyond’, Food Bioprocess Technol., 1, pp. 105-116.
Buwono, I.D. (2000). Kebutuhan Asam Amino Esensial Dalam Ransum Ikan. Yogyakarta: Kanisius.
Chen, G., Feng, L., Kuang, S., Liu, Y., Jiang, J., Hu, K., Jiang, W., Li, S., Tang, L., and Zhou, X. (2012) ‘Effect of dietary arginine on growth, intestinal enzyme activities and gene expression in muscle, hepatopancreas and intestine of juvenile Jian carp (Cyprinus carpio var. Jian)’, Br. J. Nutr., 108, pp 195-207
Chen, G., Liu, Y., Jiang, J., Jiang, W., Kuang, S., Tang, L., Tang, W., Zhang, Y., Zhou, X., and Feng, L. (2015) ‘Effect of dietary arginine on the immune response and gene expression in head kidney and spleen following infection of Jian carp Q3 with Aeromonas hydrophila’, Fish & Shellfish Immunology, pp 1-8.
Craig, S. (2017). ‘Understanding Fish Nutrition, Feeds, and Feeding’, Virginia Tech, 420-256, pp. 1-6.
Joshi. S. G., Tejashwini, M. M., Revati, N., Sridevi, R. and Roma, D. (2007). Isolation, Identification and Characterization of Feather Degrading Bacterium. International Journal of Poultry Science, 6(9), pp. 689-693.
Kim W.K. and Patterson, P.H. (2000) ‘Nutritional Value of Enzyme or Sodium Hydroxide-Treated Feathers from Dead Hens’, Poultry Sci., 79, pp. 528–534.
Ma, R., Hou, H., Mai, K., Bharadwaj, A.S., Cao, H., Ji, F., and Zhang, W. (2013). ‘Comparative study on the effects of L-methionine or 2-hydroxy-4-(methylthio) butanoic acid as dietary methionine source on growth performance and anti-oxidative responses of turbot (Psetta maxima)’, Aquaculture, 412, pp. 136-143
Madigan, M. (2005). Brock Biology of Microorganisms (11th ed.). Martinko J (editors). International Microbiology, 8(2), pp. 149-150.
Martínez, Y., Li, X., Liu, G., Bin, P., Yan, W., Más, D., Valdivié, M., Hu, CA., Ren, W., and Yin, Y. (2017) ‘The role of methionine on metabolism, oxidative stress, and diseases’, Amino acids, 49, pp. 2091-2098
Mazotto, A. M., R. R. Coelho, S. M. Cedrola, M. F. De Lima, S. Couri, S. E. de Paraguai and A. B. Vermelho. (2011) ‘Keratinase production by three Bacillus spp. using feather meal and whole feather as substrate in a submerged Fermentation’, Research Article, Enzyme Research. Brazil
Mulia, D.S., Maryanto, H. and Purbomartono, C. (2013). Pengembangan Pakan Bervaksin (dengan Memanfaatkan Limbah Lokal Sebagai Bahan Baku dan Vaksin Aeromonas hydrophila) Pada Budidaya Lele Dumbo. Laporan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi Tahun ke-1. Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Purwokerto.
Mulia, D.S., Nartanti, Y., Maryanto, H. and Purbomartono, C. (2014). ‘Fermentasi tepung bulu ayam dengan Bacillus licheniformis B 2560 untuk meningkatkan kualitas bahan baku pakan ikan’, Seminar Nasional XI Biologi, Sains, Lingkungan, dan Pembelajarannya. Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Mulia, D.S., Yuliningsih, R.T., Maryanto, H., and Purbomartono, C. (2016) ‘Pemanfaatan limbah bulu ayam menjadi bahan pakan ikan dengan fermentasi Bacillus subtilis’, Jurnal Manusia dan Lingkungan, 23(1), pp. 49-57.
National Research Council (NRC). (2011). Nutrient Requirements of Fish and Shrimp. Washington D.C.: National Academic Press.
Puastuti, W., D. Yulistiani, D., and Mathius, I.W. (2004) ‘Bulu ayam yang diproses secara kimia sebagai sumber protein bypass rumen’, JITV., 9(2). pp. 73-80.
Rodriguez, M.R., Valdivia, E., Soler, J.J., Vivaldi, M.M., Martin-Platero, A.M., and Martinez-Bueno, M. (2009) ‘Symbiotic bacteria living in the hoopoe’s uropygial gland prevent feather degradation’, The Journal of Experimental Biology, 212, pp. 3621-3626.
Sa’adah, N., Hastuti, R., and Prasetya, N.B.A. (2013) ‘Pengaruh asam formiat pada bulu ayam sebagai adsorben terhadap penurunan kadar larutan zat warna tekstil remazon golden yellow RNL’, Jurnal Kimia Universitas Diponegoro, 1(1), pp. 202-209.
Sinoy, T., Bhausaheb, C.P., and Rajendra, P.P. (2011). Isolation and identification of feather degradable microorganism. VSRD-TNTJ., 2(3), pp. 128-136.
Sitompul, S. (2004) ‘Analisis asam amino dalam tepung ikan dan bungkil kedelai’, Buletin Teknik Pertanian, 9(1), pp. 33-37.
Sonjaya, T. (2001). Nilai retensi nitrogen dan kandungan energi metabolis tepung bulu ayam yang mendapat perlakuan kimiawi, biologis, dan enzimatis. Skripsi. Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Subandiyono and Hastuti,S. (2009). Nutrisi Ikan. Buku Ajar. Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang.
Supriyati, Purwadinata, T. and Kompiang, I.P. (2000). ‘Produksi mikroba terseleksi pemecah keratin pada bulu ayam skala laboratorium’, Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner 2000. Balai Penelitian Ternak. Bogor.
Tiwary, E. and Gupta, R. (2012). ‘Rapid conversion of chicken feather to feather meal using dimeric keratinase from Bacillus licheniformis ER-15’, J. Bioproces Biotechniq, 2,4.
Williams, B. and & Wilson, K. (2005). Principles and Techniques of Biochemistry and Molecular Biology. Sixth Edition. New York: Cambridge University Press.
Wilson, R.P. (1985). Amino Acids and Protein Requirements of Fish. London: Academic Press.
Zerdani, I., Faid, M,. And Malki, A. (2004) ‘Feather wastes disgestion by new isolated strains Bacillus sp. in marocco’, African J. Biotech., 3(1), pp.: 67-70.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access)

